Takdir Yang Tak Terduga

Takdir Yang Tak Terduga
Part 16


__ADS_3

Kimberly melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruang ICU. Di sana, ia melihat seorang wanita yang sedang terbaring lemah di atas ranjang dengan alat bantu pernafasan yang terpasang diwajahnya. Kimberly lalu berjalan perlahan mendekati wanita itu.


Saat Kimberly sudah berdiri tepat di samping ranjang itu, ia mulai memperhatikan wajah wanita yang sedang terbaring di hadapannya.


Walaupun wajah itu kini hampir tertutup oleh alat medis yang menghiasinya, Kimberly masih dapat mengingat dengan jelas siapa wanita yang ada di hadapannya ini.


Wanita ini... adalah wanita yang pernah merebut Anthony darinya dulu.


Flashback~


22 tahun yang lalu...


Malam ini Kimberly merasa sangat senang karena Anthony mengajaknya makan malam di sebuah restoran yang mewah. Kimberly bahkan kini tampil cantik dengan gaun panjang berwarna merah yang melekat indah di tubuh rampingnya. Bibirnya pun tak henti menyunggingkan sebuah senyum yang manis kepada pria yang ada di hadapan nya saat ini.


" Terimakasih sayang, karena sudah mengajakku makan malam disini. " Ucapnya sambil tersenyum kepada Anthony.


Anthony hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum ke arah Kimberly.


Kimberly merasa beruntung mempunyai kekasih seperti Anthony Maurer. Selama 3 tahun menjalin hubungan dengan Anthony, ia selalu diperlakukan bak seorang ratu. Anthony selalu bersikap lemah lembut kepada nya. Bahkan Anthony sama sekali tidak pernah membantah perkataan nya. Anthony pasti akan selalu menuruti semua keinginan Kimberly.


" Ah iya sayang.. Kapan kamu akan datang ke rumah? Papah dan mamahku ingin mengenalmu lebih jauh. Katanya.. mereka menunggu kamu datang ke rumah untuk melamar. " Ucap Kimberly sambil tersenyum malu


Anthony hanya terdiam. Ia menghela nafasnya dengan berat.


Kimberly memperhatikan Anthony yang hanya diam sedari tadi, ia mulai merasa aneh dengan sikap kekasihnya malam ini.


" Kamu kenapa sayang? Dari tadi aku perhatikan, kamu hanya diam saja. Apa kamu sedang memikirkan sesuatu? " Tanya nya lembut kepada Anthony


Anthony kemudian mengeluarkan sesuatu dari dalam saku jas nya dan menyodorkannya kepada Kimberly.


" Apa ini? " Tanya Kimberly


" Maafkan aku. " Ucap Anthony sambil menghela nafasnya dengan berat.


Kimberly mengerutkan alisnya saat menatap sebuah kartu dengan pita berwarna merah yang ada di tangan Anthony. Ia yang mulai merasa penasaran, langsung mengambil benda itu dari tangan Anthony.


" Wah.. Ini kartu undangan pernikahan sayang? Apa ini kartu undangan pernikahan untuk kita berdua? " Ucapnya antusias


Namun saat Kimberly membuka kartu tersebut, alisnya langsung bertaut.


" Loh kok... Apa pencetak undangannya salah menulis nama sayang? Kenapa disini namanya Anthony dan Camelia? Harusnya kan Anthony dan Kimberly. Kenapa bisa sampai salah begini sih! " Ucap Kimberly yang mulai emosi.


" Tidak ada yang salah. " Ucap Anthony


" Apa maksudmu? " Tanya Kimberly bingung


" Tidak ada yang salah dengan undangan itu. Nama yang tertera di sana sudah benar. " Ucapnya lagi sambil menundukkan kepalanya

__ADS_1


" Kamu pasti bercanda! Apa kamu sedang mengerjai ku? Ayolah... Ini tidak lucu sayang. Haha " Ucap Kimberly sambil tertawa. Ia merasa Anthony pasti sedang mengerjai nya.


" Maaf Kimberly... " Anthony mulai mendongakkan kepalanya dan menatap Kimberly


" Kamu pasti bohong kan?! " Tuduh Kimberly


" Apa kamu melihat kebohongan di mataku? " Ucapnya


Kimberly pun mencoba menatap mata Anthony dengan intens. Ia sudah mengenal Anthony sejak lama. Dan kini, ketika ia melihat mata itu.. tidak ada kebohongan di sana.


" Hah! Tidak mungkin... Sudahlah Anthony berhenti mengerjai ku seperti ini. Ini tidak lucu sama sekali! " Ucap Kimberly sambil melempar undangan itu ke atas meja.


" Maaf Kimberly... Sebenarnya aku sudah dijodohkan oleh kedua orang tua ku. Bahkan mereka ternyata sudah mempersiapkan pernikahan ini sejak lama. " Jelas Anthony sambil menundukkan kepalanya.


" Apa?! Kamu jangan bercanda Anthony! Bukankah kita sudah menjalin hubungan selama 3 tahun! Dan sekarang kamu bilang akan menikah dengan wanita lain karena dijodohkan oleh orangtuamu?!! " Teriak Kimberly murka dan bangkit dari kursinya.


" Kimberly... Maafkan aku. Aku terpaksa menerima perjodohan ini. Ayahku kritis dan dirawat di rumah sakit 2 minggu yang lalu karena sakit jantungnya kumat. Ia memohon padaku untuk menerima perjodohan ini, dan ayahku bilang itu adalah permintaan terakhirnya. Aku mana bisa menolaknya. Tolong mengerti posisi ku saat ini. " Jelas Anthony


" Lalu selama ini kamu anggap aku ini apa hah! Kamu bilang akan menikahi ku. Tapi nyatanya sekarang apa?! Kamu malah menikah dengan wanita lain yang bahkan kamu sendiri tidak mengenalnya! " Teriak Kimberly yang sudah tidak bisa menahan emosinya.


Anthony hanya bisa menghela nafasnya mendengar teriakan dari Kimberly. Untung saja ia sudah menyewa restoran ini, sehingga tidak akan ada pengunjung lain yang merasa terganggu dengan teriakan wanita yang ada di hadapannya saat ini.


" Sebenarnya.. Aku sudah mengenalnya. " Ucap Anthony


" Apa??? " Kimberly tercengang


" Dia adalah anak perempuan dari sahabat ayahku. Bahkan kami sudah saling mengenal.. Saat kami masih duduk di bangku sekolah dasar. " Terangnya


" Br*ngsek!! Jadi selama ini kamu hanya mempermainkan ku hah!!! " Teriaknya lagi


" Tidak.. Bukan seperti itu Kimberly. Aku mencintaimu. Dulu aku pikir akan mudah untuk menolak perjodohan ini. Namun ternyata aku salah, ayahku bahkan sudah merencanakan pernikahan ini sejak awal. " Jelas Anthony


" BOHONG!! Kalau benar kamu mencintaiku. Kamu pasti akan melakukan cara apapun untuk menolak pernikahan ini! " Teriak Kimberly dengan air mata yang sudah berlinang


" Aku sudah melakukannya! Aku bahkan sudah bilang pada ayahku, kalau aku sudah mempunyai kekasih. Tapi ayahku justru menyuruhku untuk mengakhiri hubungan denganmu. Aku tidak bisa melakukannya.. Karena aku juga mencintaimu. Percayalah padaku! " Ucap Anthony


Anthony pun mendekati Kimberly dan memeluknya.


" Maafkan aku... Aku sama sekali tidak berniat menyakiti hatimu. " Bisiknya sambil membelai rambut Kimberly.


" Kamu jahat...! Hiks... Lalu bagaimana dengan ku hah! Hiks... Aku tidak bisa hidup tanpamu Anthony hiks.. " Kimberly kembali menangis di dalam pelukan kekasihnya


" Maafkan aku... Andai aku bisa menolak pernikahan ini, pasti sudah ku lakukan. Tapi aku tidak bisa... " Lirih Anthony


Kimberly pun melonggarkan pelukan nya dan menatap Anthony dalam.


" Apakah kamu benar-benar mencintaiku? " Tanya nya kepada Anthony

__ADS_1


" Aku mencintaimu Kimberly. Sungguh. " Ucap Anthony dengan yakin


" Kalau begitu, aku akan mengizinkanmu menikah dengannya... " Ucap Kimberly sambil menatap tajam kartu undangan yang ada di atas meja.


" Apa? " Ucap Anthony yang merasa tercengang


" Aku akan mengizinkanmu menikah dengannya. Tapi... Setelah 1 bulan pernikahan kalian, kamu harus ceraikan dia!! "


Flashback End~


Tok Tok


Kimberly tersadar dari lamunannya. Ia menoleh dan melihat seorang perawat sedang masuk kedalam ruang ICU.


" Maaf.. Permisi bu. Saya mau memeriksa alat pernafasan pasien dulu sebentar. " Ucap perawat itu ramah


" Oh Iya, silahkan. "


Kimberly pun menggeser tubuhnya agar perawat itu dapat memeriksa peralatan medis yang terpasang di tubuh Camelia.


" Malang sekali nasibnya... " Ucapnya tiba-tiba


Kini Kimberly sedang menatap Camelia dengan tatapan yang prihatin, ia berakting seolah-olah ia sedang merasa iba pada Camelia.


" Kalau boleh tau... Sudah berapa lama dia dirawat disini? " Tanyanya kepada perawat itu


" Sudah hampir 2 minggu bu. " Jawab perawat itu


" 2 minggu? " Tanya Kimberly lagi memastikan


" Iya bu "


" Kalau boleh tau, kenapa dia bisa koma seperti ini? " Tanya Kimberly penasaran


" Ibu Camelia mempunyai riwayat penyakit hipertensi yang cukup parah. Saat dia dibawa kemari, dia sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri. Kepala nya terbentur cukup keras akibat terjatuh dari dalam kamar mandi. Beberapa hari setelah dirawat, ia sempat bangun dan tersadar. Namun tidak lama kemudian ia mengalami kejang-kejang yang parah, hingga akhirnya koma. Dan saat dokter melakukan pemeriksaan lebih lanjut, ternyata pembuluh darah di otaknya sudah pecah akibat tekanan darahnya yang naik hingga mencapai 200/100. Jadi dokter pun sampai saat ini masih mencari jalan lain untuk tindakan selanjutnya. " Jelas perawat itu


" Oh jadi begitu. Kasian sekali dia... Apa suaminya selalu datang berkunjung untuk menemaninya? " Tanyanya penasaran


" Suami? Saya kurang tau bu. Tapi seingat saya, tidak pernah ada sosok lelaki yang datang mengunjunginya. " Ucap perawat itu


Kimberly terdiam.


Apakah Anthony belum pernah mengunjungi Camelia di rumah sakit? Pikirnya.


" Apa suster yakin, tidak pernah ada sosok laki-laki yang datang mengunjungi Camelia? " Tanya Kimberly memastikan.


" Saya yakin bu. Setau saya yang pernah mengunjungi ibu Camelia hanya anak perempuan nya saja. Itu pun juga jarang, karena katanya anak ibu Camelia bekerja diluar kota. " Jelas perawat itu lagi dengan yakin.

__ADS_1


" Apa?? Anak perempuan?? "


Bersambung~


__ADS_2