
Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 8 malam. Xavier kini sedang termenung di dalam kamarnya sambil mengingat kejadian tadi siang. Tiba-tiba saja ia memikirkan Cla yang tadi terlihat menangis karena ulah ibunya.
" Bagaimana keadaan nya kini? Apa dia masih merasa sedih karena kejadian tadi siang? Aku jadi khawatir dengannya. " Bisik Xavier
Ia kemudian bangkit dan turun dari ranjangnya. Entah kenapa ia ingin sekali melihat kondisi Cla saat ini. Saat Xavier hendak menyusulnya tadi siang, Cla langsung masuk ke dalam kamarnya dan tidak terlihat keluar lagi sampai sore tadi.
Xavier lalu memutuskan untuk keluar dari kamarnya dan pergi ke kamar Cla, agar ia sendiri bisa memastikan kondisi Cla saat ini seperti apa. Ia hanya takut, jika Cla tiba-tiba merasa sedih dan tidak mau bekerja lagi di rumah ini.
Saat Xavier sedang berjalan di koridor menuju kamar Cla, ia tidak sengaja berpapasan dengan Bela.
Bela yang melihat Xavier sedang berjalan di depannya, langsung tersenyum ke arah Xavier dan ingin menyapanya. Namun saat mulutnya baru saja hendak terbuka, Xavier dengan acuh berjalan melewatinya tanpa menengok sama sekali.
" S*alan..! Dia mengacuhkan ku lagi. " Bisik Bela
Karena Bela merasa penasaran Xavier akan pergi kemana. Ia memutuskan untuk mengikuti Xavier dari belakang.
Xavier kini sudah berada di depan pintu kamar Cla. Ia mengangkat tangannya untuk mengetuk pintu itu, namun beberapa detik kemudian ia mengurungkan niat nya.
" Aku pasti akan mengganggu istirahatnya. " Bisik Xavier
Ia kemudian terdiam dan berdiri di tempatnya untuk beberapa saat.
" Sedang apa kamu di depan kamarku?! " Ucap seseorang di belakangnya
Xavier terperanjat. Ia kemudian membalikkan badannya, dan terkejut saat melihat Cla kini sudah berada tepat di belakangnya.
" Cla! " Ucap Xavier sambil memegang dadanya
Cla tertawa saat melihat ekspresi terkejut dari Xavier.
" Maaf, aku mengagetkan mu ya? hahaha. " Tanya Cla sambil tertawa
Xavier terdiam untuk beberapa saat. Mata nya kini sedang fokus melihat wajah Cla yang sedang tertawa. Xavier baru pertama kali melihat Cla tertawa lepas seperti itu. Dan jujur, ia kini sangat terpesona dengan wajah Cla yang sedang tertawa.
" Kamu semakin cantik jika tertawa lepas seperti itu. " Ucap Xavier sambil terus memandangi wajah Cla
__ADS_1
Cla yang mendengar ucapan Xavier itu, langsung menghentikan tawanya dan tertunduk malu.
" Kamu juga terlihat cantik dan manis saat sedang tersipu malu seperti itu. " Ucap Xavier lagi
" Sudah ah. Jangan menggodaku seperti itu! " Ucap Cla sambil memukul tangan Xavier
Bela yang melihat adegan itu dari balik tembok, mulai merasa panas karena cemburu. Ia kemudian mengepalkan tangannya dan memukul tembok yang ada di hadapannya.
" S*alan! Apa-apaan mereka! Sebenarnya sudah sejauh mana hubungan antara mereka berdua? Sampai Xavier yang bersikap dingin pada ku, bisa tertawa dan begitu nyaman berada di dekat wanita itu! " Bisik nya.
Ia lalu kembali memasang telinganya untuk menguping pembicaraan mereka berdua.
" Kamu belum jawab. Sedang apa kamu disini? " Tanya Cla lagi
" Aku.. Sebenarnya aku kesini untuk melihat keadaanmu. Aku takut, kamu masih merasa sedih dengan perlakuan mamahku tadi siang padamu. " Ucap Xavier
" Oh soal itu. Jujur.. Aku sedikit tersinggung dengan perkataan nyonya Kimberly tadi. Aku hanya merasa, kenapa dia bisa begitu jahat padaku? Padahal aku tidak pernah berbuat jahat kepadanya. Tapi dia selalu berkata kasar dan memperlakukanku dengan tidak baik. " Ucap Cla sambil tertunduk
" Aku minta maaf ya atas sikap mamahku padamu. Aku akan coba bicara padanya lagi, agar mamah bisa merubah sifat kasarnya kepada semua orang. " Ucap Xavier
" Sstttt... Jangan bicara seperti itu. Jangan pernah merendahkan dirimu dengan berkata seperti itu lagi. Kamu itu wanita yang sangat berharga di mataku. Tidak peduli dengan status sosial mu, atau latar belakangmu seperti apa. Kamu akan tetap jadi wanita yang spesial bagiku. " Ucap Xavier sambil menatap Cla dalam.
Cla terdiam untuk beberapa saat. Ia bisa melihat ketulusan dari mata Xavier. Andai Xavier tau niat Cla mendekatinya untuk apa. Pasti Xavier akan sangat kecewa padanya.
" Terimakasih sudah peduli padaku. " Ucap Cla
Xavier kemudian mengangkat tangannya dan membelai rambut Cla dengan lembut.
" Aku akan selalu peduli padamu. Ingatkan, aku pernah bilang apa. Aku ingin kamu menjadikanku satu-satunya orang yang akan kamu cari ketika kamu sedang dalam kesulitan. Dan aku ingin.. Kamu juga bisa membuka hatimu itu untukku. " Ucapnya lembut pada Cla
Cla kembali terdiam.
" Andai kamu tau, bahwa kita memiliki ayah yang sama. Apa kamu akan tetap memiliki perasaan itu? " Ucap Cla dalam hati
Cla lalu tersenyum ke arah Xavier. Ia kemudian meletakkan tangannya tepat di dada Xavier.
__ADS_1
" Apakah.. Aku juga ada di dalam hatimu? " Tanya Cla
Xavier kemudian menggenggam tangan Cla yang kini sedang menyentuh dadanya.
" Andai kamu bisa merasakan nya. Jantungku selalu berdetak dengan cepat saat berada di dekatmu. Kini dipikiran ku bahkan selalu ada dirimu. Setiap saat aku selalu bertanya pada diriku sendiri, apa yang sedang kamu lakukan saat ini? Apakah kamu juga sedang memikirkan ku seperti aku memikirkan dirimu? Walaupun saat ini kita tinggal satu rumah. Tapi aku selalu merasa rindu padamu, saat mata ini belum melihatmu secara langsung. " Ucap Xavier sambil menatap Cla dengan lembut
Jujur hati Cla kini mulai merasa tersentuh. Seumur hidupnya, ia belum pernah mendapatkan cinta dari seorang pria seperti ini. Mungkin karena kepribadian nya yang tertutup, Cla pun jadi menutup hatinya untuk semua pria yang dulu pernah datang untuk mendekatinya.
" Hoamm... " Cla tiba-tiba menguap
Ia lalu menjauhkan tangannya dari dada Xavier dan melepaskan genggaman tangan mereka.
" Aku tiba-tiba mengantuk. Lebih baik sekarang kita istirahat, ini sudah malam. Aku pamit masuk ke kamar dulu ya. " Ucapnya pada Xavier
Cla kemudian hendak berjalan dan membuka pintu kamarnya. Namun dengan cepat Xavier menahan tanganya dan meraih tengkuk Cla dengan lembut. Ia mendekatkan wajahnya pada dan tiba-tiba...
CUP
Xavier mencium Cla tepat di bibirnya. Cla terkejut, ia membelalakkan matanya dan ingin mendorong dada Xavier. Namun dengan cepat Xavier menahan tangan Cla dan ******* bibir Cla dengan lembut.
Cla yang tadinya memberontak, tiba-tiba kehilangan kekuatannya. Ia mulai memejamkan matanya dengan perlahan, dan membiarkan Xavier mencium bibirnya dengan lembut.
Entah kenapa, Cla kini merasa seperti ada banyak kupu-kupu yang sedang berterbangan di dalam perutnya.
Tak berapa lama, Xavier kemudian dengan lembut melepas tautan diantara mereka. Ia menyentuh pipi Cla dan menatap matanya dengan lembut.
Bela yang melihat adegan itu dari kejauhan mulai kehilangan kesabarannya. Ia dengan emosi mengepalkan tangannya dan hendak melangkah mendekati mereka berdua. Namun..
" Aku mencintaimu Claresta. "
Tiba-tiba langkah Bela terhenti, saat mendengar Xavier mengatakan sesuatu yang sangat ia harapkan kata itu terucap untuknya.
Namun, kata itu kini terucap untuk wanita lain.
Bersambung~
__ADS_1