Takdir Yang Tak Terduga

Takdir Yang Tak Terduga
Part 28


__ADS_3

Dokter dan seorang perawat baru saja masuk ke dalam ruang ICU untuk mengecek kondisi Camelia saat ini. Dokter itu kini sedang mengecek semua organ vital Camelia melalui monitor yang ada di samping ranjang.


" Semua nya bagus, tekanan darahnya juga sudah mulai menurun sedikit demi sedikit. " Ucap dokter itu


" Semoga saja dia bisa segera bangun dari koma nya. " Ucap perawat itu


" Ya.. Semoga saja. " Jawabnya


Setelah memeriksa kondisi Camelia, dokter meminta perawat itu untuk menggantikan cairan infus Camelia yang hampir habis. Lalu dokter pun lebih dulu keluar dari ruang ICU.


Perawat itu kini sudah selesai menggantikan infus untuk Camelia. Ia kemudian menatap wajah Camelia dari dekat. Ia sedikit terkejut saat melihat ada air mata yang jatuh di pipi pucat Camelia.


" Apakah itu air mata? Apakah dia sedang menangis? " Bisiknya tercengang


Perawat itu kemudian memperhatikan wajah Camelia.


" Iya benar. Sepertinya dia menangis. Apa yang sedang ia rasakan saat ini? " Ucapnya penasaran


Flashback~


Sudah 2 minggu Camelia menyandang status sebagai istri sah dari Anthony Maurer. Namun, selama itu juga lah Anthony sama sekali tidak pernah menunjukan batang hidungnya di hadapan Camelia.


Ya.. Setelah pesta pernikahan itu, Anthony tidak pernah pulang ke rumah baru mereka sampai saat ini. Entah ia tidur dimana, Camelia juga tidak tau. Ia kini hanya termenung menatap langit malam melalui jendela rumahnya, sambil berharap Anthony akan segera kembali dan pulang ke rumah mereka.


Saat Camelia sedang bergelut dengan lamunan ya, tiba-tiba ia mendengar suara seseorang yang sedang membuka pintu rumahnya. Ia kemudian bergegas keluar dari kamar, dan berjalan menuju pintu utama. Betapa terkejut nya Camelia saat ia melihat Anthony yang baru saja masuk ke dalam rumah.


" Anthony.. Kamu sudah pulang? " Tanya Camelia sambil tersenyum ke arah Anthony


Anthony terlihat tidak menghiraukan pertanyaan dari Camelia. Ia langsung berjalan begitu saja melewati Camelia dan masuk ke dalam kamar tanpa berkata sepatah kata pun. Camelia lalu menyusul Anthony ke dalam kamar mereka.


Saat Camelia tiba di dalam kamar, ia mengerutkan alisnya saat melihat Anthony sedang mengemasi pakaian nya sendiri ke dalam sebuah koper.


" Kamu sedang apa? " Tanya Camelia bingung melihat Anthony.


Anthony tidak menjawabnya. Ia hanya terus mengeluarkan semua pakaian nya yang ada di dalam lemari, dan memindahkan nya ke dalam koper.


Camelia kemudian memberanikan diri untuk melangkah maju dan menyentuh tangan Anthony.


" Anthony, apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu memindahkan pakaian mu sendiri ke dalam koper? " Tanya Camelia lembut


Anthony kemudian dengan kasar mengibaskan tangan Camelia yang menyentuh tangannya.


" Berani sekali kamu menyentuh ku hah! " Bentaknya pada Camelia.


Camelia sedikit tercengang mendengar bentakan keras dari Anthony.


" Aku akan pergi dari rumah ini. Lagipula siapa yang mau hidup dan tinggal bersama mu? Asal kamu tau ya.. Aku terpaksa menikahi mu karna desakan dari kedua orang tuaku. Kalau bukan karna aku kasihan pada ayahku yang sedang sakit-sakitan, aku pasti sudah menolak perjodohan ini! " Bentaknya lagi


" A.. Apa? " Tanya Camelia yang terkejut mendengar pernyataan dari Anthony

__ADS_1


" Dan asal kamu tau.. Aku ini sebenarnya sudah mempunya kekasih. Kami sudah menjalin hubungan selama 3 tahun. Kalau bukan karena perjodohan bodoh ini, mungkin aku sudah menikah dengan kekasihku saat ini! Tapi gara-gara kamu menerima perjodohan ini.. Semua nya menjadi kacau! " Ucap Anthony


Anthony kemudian melangkah perlahan mendekati Camelia yang sedang terpaku di tempatnya.


" Ingat ya! Kita menikah karena dijodohkan. Bukan karena saling mencintai. Jadi jangan campuri urusan pribadiku, urus saja urusanmu sendiri. Kalau kamu merasa keberatan dengan itu, makan ceraikan saja aku! Itu akan lebih baik. " Ucap nya tepat di depan wajah Camelia


Kemudian Anthony pun berbalik dan memasukan semua pakaiannya ke dalam koper. Setelah selesai, ia pun dengan cepat membawa kopernya dan berjalan keluar dari kamar tanpa menghiraukan Camelia.


Camelia mengepalkan tangannya dengan kuat. Air mata mulai jatuh membasahi pipinya. Dengan cepat ia berbalik dan mengejar Anthony.


" KAMU JAHAT ANTHONY! " Teriak Camelia


Anthony kemudian menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Camelia yang sedang terisak di tempatnya.


" Kalau begitu.. Ceraikan saja pria jahat ini. " Ucapnya dan langsung berbalik meninggalkan Camelia


Camelia terisak. Ia terjatuh di lantai. Bahkan kini kakinya terasa begitu lemas untuk menopang tubuhnya sendiri. Ia tidak menyangka, jika laki-laki yang begitu dicintai nya tega berbuat jahat seperti itu kepadanya.


Flashback end~




Cla dan Xavier baru saja tiba di rumah saat hari sudah menjelang malam. Mereka turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah. Namun saat mereka baru saja tiba di depan pintu utama, mereka dikejutkan dengan sosok Sofi yang ternyata sudah berdiri di sana.




" Maaf Bu Sofi, tadi aku mengajak Claresta keluar sebentar untuk menemaniku berbelanja. " Jelas Xavier



" Berbelanja? " Tanya bu Sofi



"Iya.. Tadi aku meminta Claresta membantuku memilihkan kado untuk teman kuliahku yang akan ulang tahun besok. Karna temanku itu perempuan, jadi aku bingung memilihkan kado yang pas untuknya. Jadi aku mengajak Claresta untuk membantuku memilihkan kado untuk temanku itu. " Jelas Xavier



" Benarkah? Tapi kenapa anda mengajak Claresta? Bukankah masih banyak pelayan wanita lain di rumah ini? " Tanya Sofi curiga



" Memangnya.. aku harus memberitahukan alasannya kepada anda bu Sofi? " Tanya Xavier kembali


__ADS_1


" Ah... Maaf tuan. Saya sudah lancang bertanya hal seperti itu kepada anda. Kalau begitu silahkan masuk dan beristirahat tuan. " Ucapnya sambil tersenyum kikuk kepada Xavier



" Oke. Ayo Cla kita masuk. " Ucapnya lembut pada Cla



Xavier dan Cla pun masuk ke dalam rumah. Sofi menatap mereka berdua dengan pandangan yang menilik. Ia merasa ada yang janggal dengan hubungan Xavier dan Claresta. Kemudian dengan cepat ia berjalan menuju ruangannya dan mengeluarkan ponsel dari dalam saku rok nya.



" Halo. Bela. Kamu dimana? Temui mamah sekarang di taman belakang. Ada informasi penting yang harus kamu ketahui sekarang. " Ucapnya pada Bela di sebrang sana.



Setelah beberapa saat, Sofi kemudian berjalan dengan cepat menuju taman belakang rumah. Di sana ia sudah melihat sosok anaknya Bela yang sedang menunggunya di dekat kolam ikan. Kemudian ia berjalan mendekat ke arah Bela.



" Ada apa mamah menyuruhku datang malam-malam kesini? " Tanya Bela saat Sofi sudah ada di hadapannya.



" Kamu tau, tadi Xavier dan Cla baru saja pergi bersama. Xavier bilang pada mamah, kalau dia mengajak Cla keluar untuk berbelanja. Alasannya sih membantunya memilihkan hadiah untuk teman kuliahnya yang akan berulang tahun. Tapi mamah rasa.. Itu bukan alasan yang sebenarnya. " Ucap Sofi



" Ini tidak bisa dibiarkan! Claresta benar-benar keterlaluan! Sepertinya dia sengaja mendekati Xavier. Waktu itu aku juga melihatnya dengan berani mencium bibir Xavier di koridor! Benar-benar gadis s\*alan, tidak tau diri! " Ucap Bela emosi



" Apa?! Dia mencium Xavier?? Benar-benar gadis tidak tau malu! " Ucap Sofi yang juga ikut emosi



" Aku tidak bisa diam saja seperti ini mah. Aku harus segera menjalankan rencanaku untuk mendapatkan Xavier. Jangan sampai wanita s\*alan itu merebut Xavier dariku! Tidak akan kubiarkan itu terjadi! " Ucap Bela



" Iya. Lakukan rencanamu kali ini dengan benar. Jangan sampai gagal lagi seperti kemarin! " Ucap Sofi



" Liat saja.. Rencanaku kali ini tidak akan gagal. Dan akan kubuat Xavier menjadi milikku untuk selamanya! " Ucap Bela



Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2