Takdir Yang Tak Terduga

Takdir Yang Tak Terduga
Part 47


__ADS_3

Mobil Pak Rian baru saja memasuki halaman rumah. Ia memarkirkan mobilnya tepat di depan pintu utama. Ia langsung turun dari mobil dan berjalan dengan cepat masuk ke dalam rumah.


Saat Pak Rian sudah tiba di ruang tengah, Kimberly langsung berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri nya dengan tatapan yang sangat tajam.


" Kamu darimana saja hah?! Bukan nya stand by disini malah keluyuran keluar rumah! " Teriak nya emosi pada Pak Rian


" Maaf nyonya. Tadi saya diperintahkan oleh Bu Sofi untuk mengantarkan seorang pelayan belanja ke supermarket. " Jawab Pak Rian sambil menunduk


Tadi saat Pak Rian sedang menunggu Cla berbelanja, Kimberly tiba-tiba menelponnya dan menyuruhnya untuk mengantarkan Kimberly ke rumah temannya saat itu juga. Pak Rian pun langsung panik dan buru-buru mengemudikan mobilnya kembali ke rumah.


" Alah alasan! Aku akan memaafkan mu kali ini! Tapi lain kali kalau sampai hal seperti ini terjadi lagi, aku akan langsung memecat mu hari itu juga! " Bentak Kimberly, dan langsung berjalan keluar rumah


Pak Rian pun langsung mengikuti Kimberly dari belakang dan membukakan pintu mobilnya untuk Kimberly.


" Aduh.. Bagaimana dengan pelayan tadi ya? Aku terpaksa meninggalkan nya sendiri di sana. " Bisiknya


Ia pun masuk ke dalam mobil, dan segera melajukan mobilnya keluar dari rumah untuk mengantarkan Kimberly.




Sofi berjalan dengan cepat menuju kamar Cla. Hari ini ia memang sengaja menyuruh Cla keluar dari rumah, agar ia bisa dengan leluasa masuk ke dalam kamar Cla dan mencari informasi tentang gadis itu disana.



Saat Sofi sudah tiba di depan pintu kamar Cla, ia pun memperhatikan keadaan di sekitar sana. Saat dirasa aman dan tidak ada orang yang melihatnya, Sofi langsung bergegas masuk ke dalam kamar Cla yang memang kebetulan tidak di kunci.



Sofi kemudian berjalan ke arah lemari Cla dan mulai memeriksa isi yang ada di dalam lemari itu. Setelah beberapa menit menggeledah lemari Cla, ia sama sekali tidak menemukan apapun. Di sana hanya berisi pakaian milik Cla saja.



" Tidak ada apapun disini. Dimana dia meletakkan ponselnya. " Ucap Sofi



Ia kemudian berjalan ke arah meja rias milik Cla dan mulai memeriksa nya. Namun Sofi kembali kecewa, karena ia sama sekali tidak menemukan benda apapun di meja rias itu. Ia lalu mengambil bantal milik Cla yang ada di atas ranjang dan memeriksa nya juga, namun tetap saja tidak ada benda yang ia cari di sana.



Sofi pun melihat ke arah kamar mandi yang ada di dalam kamar Cla. Ia kemudian berjalan kesana dan masuk ke dalam. Sofi lalu memperhatikan kamar mandi itu dengan seksama.



" Tidak ada apa-apa disini. " Bisiknya



Namun saat Sofi hendak berbalik untuk keluar dari kamar mandi itu, tiba-tiba saja matanya menangkap sebuah benda yang tergelatak begitu saja di lantai.



" Apa itu? " Ucapnya, ia lalu mendekat ke arah benda itu dan mengambilnya



" Jam tangan? Ini.. Bukankah jam tangan ini milik... "



Tiba-tiba terdengar suara pintu yang terbuka. Sofi terkejut dan langsung berjalan keluar dari kamar mandi.



" Tuan Xavier??! " Ucapnya kaget, saat melihat Xavier baru saja masuk ke dalam kamar Cla



" Bu Sofi?? " Ucap Xavier yang juga terlihat terkejut saat melihat Sofi kini sedang berada di dalam kamar Cla

__ADS_1



Xavier lalu menatap benda yang kini sedang di pegang oleh Sofi. Sofi yang menyadari arah pandang Xavier tertuju pada jam tangan yang ada di tangannya, langsung menghampiri Xavier.



" Ini.. Bukankah ini jam tangan milik tuan Xavier? " Tanya Sofi sambil memberikan jam tangan itu pada Xavier



" Iya benar. Aku kemari untuk mengambil jam tanganku yang tertinggal disini. " Jawab Xavier tenang, dan mengambil jam tangan itu dari Sofi



" Ke.. Kenapa jam tangan tuan Xavier bisa ada disini? " Tanya Sofi curiga



" Euh.. Iya. Kemarin saat kami pulang dari rumah sakit, aku lupa menitipkan jam tangan ini padanya. Lalu aku datang kesini untuk menemui Cla, dan ingin mengambil jam tangan ku yang ada padanya. Tapi ternyata.. Aku malah melihat Bu Sofi yang ada disini. Apa yang Bu Sofi lakukan di dalam kamar Cla? " Tanya Xavier dengan tatapan curiga



" Ah... Tadinya Bu Sofi kesini untuk menemui Claresta. Tapi.. Sepertinya dia belum pulang. Lalu Bu Sofi masuk saja ke dalam kamarnya untuk melihat, apakah kamarnya ini bersih atau tidak. Bu Sofi kan harus memantau kebersihan kamar setiap pelayan yang ada di rumah ini. " Jawab Sofi sedikit gugup



" Belum pulang? Memangnya Cla kemana? " Tanya Xavier penasaran



" Tadi Bu Sofi menyuruh nya pergi ke supermarket untuk belanja bahan makanan. " Ucap Sofi



" Belanja bahan makanan? Bukankah itu bukan tugas Claresta? " Tanya Xavier bingung




" Dia pergi ke supermarket dengan siapa? " Tanya Xavier lagi



" Dengan Pak Rian. Kan hari ini tuan Anthony tidak pergi ke kantor, jadi Bu Sofi suruh dia untuk mengantarkan Claresta ke supermarket. " Ucap Sofi



Xavier hanya menganggukan kepalanya.



" Baiklah kalau begitu, aku pamit keluar dulu Bu. " Ucap Xavier



" Silahkan tuan. " Jawab Sofi



Xavier lalu berbalik dan keluar dari kamar Cla. Sofi menatap kepergian Xavier dengan pandangan yang penuh curiga. Ia merasa hubungan antara Xavier dan Cla sudah terlihat semakin tidak wajar.



" Apa mereka berdua berkencan? Ini tidak bisa dibiarkan! " Bisik nya sambil mengepalkan tangannya



Xavier menghembuskan nafasnya lega setelah keluar dari kamar Cla. Ia kemudian berjalan menuju ke ruang tengah, dan melihat Anthony sedang duduk di sana sambil membaca koran.


__ADS_1


" Hai pah.. " Sapa Xavier dan langsung duduk di samping Anthony



" Hai Xavier, kamu tidak pergi keluar? " Tanya Anthony



" Tidak pah, hari ini aku sedang tidak mood melakukan sesuatu. " Jawabnya lesu



" Kenapa? Apa ada masalah? " Tanya Anthony saat melihat raut wajah anaknya sedang terlihat dalam keadaan yang tidak baik



" Tidak apa-apa pah. Hanya tidak mood saja. Ohiya.. mamah dimana pah? " Tanya Xavier mencoba mengalihkan pembicaraan



" Mamah sedang keluar. Katanya mau bertemu dengan temannya. " Jawab Anthony



" Pergi sendiri? " Tanya Xavier



" Dia diantar oleh Rian. Katanya sedang malas menyetir sendiri, jadi dia menyuruh Rian mengantarnya ke rumah temannya. " Jawab Anthony



" Pak Rian??? " Tanya Xavier memastikan



" Iya. Memangnya kenapa? " Tanya Anthony



" Tapi.. Bu Sofi bilang, Pak Rian sedang mengantar Claresta pergi belanja ke supermarket.. " Ucap Xavier bingung



" Tidak. Tadi papah liat sendiri, Rian yang mengantarkan mamah mu pergi. " Jawab Anthony



Xavier terlihat mulai panik, ia lalu berdiri dari duduknya, dan berlari ke arah kamar untuk mengambil kunci mobilnya.



Setelah mengambil kunci mobil, Xavier lalu bergegas berjalan ke arah pintu utama rumahnya dan melewati Anthony begitu saja.



" Xavier! Kamu mau kemana?! " Tanya Anthony sambil berteriak, saat melihat Xavier berjalan dengan cepat melewatinya



" Aku pergi keluar sebentar pah! " Jawab Xavier sambil berlalu



Anthony langsung tersenyum melihat reaksi Xavier barusan.



" Ternyata kamu sudah benar-benar jatuh cinta padanya ya. " Bisik Anthony sambil tersenyum


__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2