Takdir Yang Tak Terduga

Takdir Yang Tak Terduga
Part 30


__ADS_3

Flashback~


Camelia sedang melamun di dalam kamar. Sudah hampir 1 bulan ia menikah, dan rutinitas yang selalu ia lakukan hanyalah melamun dan mengurung diri di dalam kamarnya. Bahkan suaminya sendiri kini tidak pernah pulang dan menginjakkan kakinya lagi di rumah mereka setelah kejadian itu. Anthony bahkan sudah membawa semua pakaiannya dan pergi dari rumah ini.


Camelia menghapus air mata yang kini jatuh membasahi pipinya. Ia tidak menyangka jika pernikahan yang dulu ia idamkan akan seperti ini jadinya. Camelia dulu selalu berharap, jika ia bisa mempunyai keluarga kecil yang bahagia. Namun nyatanya kini harapan itu hanyalah tinggal harapan. Ia justru harus menghadapi kenyataan pahit ditinggal oleh suami nya sendiri pada hari pertama pernikahannya.


Camelia bisa saja mengadu pada kedua orang tuanya tentang sikap Anthony yang sudah mencampakkan nya. Namun ia sadar.. jika ia mengadu, itu hanya akan membuat kedua orang tua nya merasa sangat sedih dan terbebani olehnya. Jadi Camelia memutuskan untuk menanggung semua penderitaan ini seorang diri.


Ting Tong


Tiba-tiba suara bel di rumahnya berbunyi. Camelia tersadar dari lamunannya dan segera berjalan menuju pintu utama.


Camelia mencoba mengintip melalui layar kecil yang ada di samping pintu rumahnya. Tiba-tiba matanya langsung terbelalak kaget, saat melihat kedua orang tua Anthony Maurer kini sudah ada di depan rumahnya.


" Bagaimana ini? Bagaimana kalau mereka tau ternyata anaknya tidak ada di rumah ini? " Bisik Camelia gelisah


Camelia kemudian mencoba tenang dan menghembuskan nafasnya secara perlahan, ia lalu dengan cepat membuka pintunya.


Ceklek


" Hai sayang! " Sapa Nyonya Maurer saat Camelia baru saja membukakan pintu


" Mamah.. Papah.. " Panggil Camelia


Nyonya Maurer lalu memeluk Camelia dengan erat.


" Apa kabar sayang? Bagaimana kabarmu nak? " Tanya nya pada Camelia


" Aku baik mah. Silahkan masuk Mah..Pah.. " Jawab Camelia sambil tersenyum kaku


Tuan dan Nyonya Maurer pun masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa ruang tamu yang ada di sana.


" Anthony dimana? Apa dia sudah pulang? " Tanya tuan Maurer tiba-tiba, saat ia menyadari jika anaknya tidak terlihat ada di dalam rumah.


" Anthony... "


Saat Camelia sedang bingung menjawab pertanyaan dari tuan Maurer, tiba-tiba terdengar suara sebuah mobil yang sedang masuk ke dalam halaman rumah. Tak lama kemudian, sosok Anthony muncul dari balik pintu dan masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


" Pah.. Mah.. " Sapanya dan mulai memeluk kedua orang tuanya


" Kamu darimana nak? " Tanya tuan Maurer


" Aku baru pulang dari kantor pah. Pekerjaan ku akhir-akhir ini sangat menumpuk, jadi aku harus segera membereskannya. " Jawab Anthony


" Kamu ini. Kan mamah sudah bilang, jangan dulu mengurusi urusan kantor. Di sana kan ada asisten pribadimu yang akan menggantikan pekerjaanmu. Sekarang yang harus kamu fokuskan itu adalah istrimu yang cantik ini. Dan tentu saja, fokus untuk segera memberikan mamah dan papah seorang cucu. " Ucap Nyonya Maurer sambil menggenggam tangan menantu nya.


" Tapi mah... "


" Tidak ada tapi-tapian! Benar yang dikatakan mamah mu itu. Kamu harus segera memberikan papah dan mamah seorang cucu. " Potong tuan Maurer


Anthony kemudian menatap tajam ke arah Camelia yang sedang duduk di samping ibunya. Sedangkan Camelia yang mendapat tatapan tajam dari suaminya hanya mampu menundukkan kepalanya.


Setelah hari menjelang malam, kedua orang tua Anthony pun pamit pulang. Dan kini di dalam rumah itu hanya tersisa mereka berdua. Anthony pun langsung bangkit dari duduknya dan menyambar kunci mobilnya yang ada di atas meja. Ia kemudian melangkah keluar menuju pintu utama.


" Kamu mau kemana? " Tanya Camelia saat melihat Anthony hendak pergi dari rumah itu.


Anthony kemudian menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Camelia.


" Bukankah ini adalah rumahmu juga? " Tanya Camelia dengan suara yang mulai bergetar


Anthony kemudian tersenyum sinis ke arah Camelia yang kini terlihat sedang menahan tangisnya.


" Kamu tau, aku kembali kesini karena aku mendengar orang tuaku akan datang berkunjung kemari. Jadi aku hanya berakting di depan mereka seolah-olah aku pulang ke rumah ini, supaya mereka tidak mencurigai aku dan juga pernikahan kita. Setelah itu ya sudah.. tidak ada alasan apapun lagi yang membuatku ingin kembali menginjakkan kakiku ke rumah ini. " Jawab Anthony


Anthony kemudian berbalik dan hendak melangkah keluar dari rumah itu. Namun dengan cepat Camelia berlari dan memeluk tubuh Anthony dari belakang.


DEG


Anthony terpaku di tempatnya. Ia merasakan kini tangan Camelia sedang memeluk tubuhnya dengan erat. Bahkan Anthony bisa merasakan tubuh wanita yang ada di belakangnya itu kini sedang bergetar dengan hebat.


" Jangan pergi.. Aku mohon.. " Bisik Camelia dengan tangisan pilu nya


Anthony terdiam di tempatnya. Entah kenapa ia merasa jantungnya kini mulai berdetak dengan cepat.


" Jangan tinggalkan aku sendiri disini.. Hiks.. Aku mohon.. " Lirih Camelia

__ADS_1


Tangisan pilu itu kini terdengar jelas di telinga Anthony. Entah kenapa lirihan itu membuat hatinya kini terasa sakit. Namun dengan cepat Anthony menggelengkan kepalanya dan mulai melepaskan tangan Camelia yang kini sedang memeluk tubuhnya dengan erat.


" Lepaskan aku! " Bentaknya


Anthony kemudian berbalik dan menatap Camelia dengan tatapan nya yang tajam.


" Berani sekali kamu menyentuh ku hah! Aku peringatkan padamu ya, sekali lagi kamu menyentuh ku.. aku tidak akan segan-segan berbuat kasar kepadamu! " Bentak Anthony tajam


Camelia hanya mampu terdiam ditempatnya sambil menangis.


" Kenapa kamu begitu jahat padaku Anthony? Apa salahku padamu? " Tanya Camelia sambil menangis


" Tanya pada dirimu sendiri, kenapa aku bisa sejahat ini padamu! " Jawab Anthony


Camelia hanya menggelengkan kepalanya mendengar jawaban dari Anthony.


" Sudah lah! aku harus pergi sekarang. Kekasihku pasti sedang menungguku di rumah. " Ucap nya dan kemudian melangkah pergi keluar dari rumah meninggalkan Camelia seorang diri.


Camelia terisak sambil memegang dadanya yang kini terasa sakit seperti di hujam ratusan pisau. Ia tidak menyangka jika Anthony tega meninggalkan nya.


Tapi entah kenapa, Camelia tidak bisa membenci Anthony setelah apa yang Anthony lakukan padanya. Ia justru kini berharap, semoga suatu saat nanti Anthony bisa mencintai nya.


Flashback End~


Anthony terkesiap, ia terbangun dari tidurnya. Ia lalu memegang kepalanya yang kini terasa pusing dan mulai mengerjapkan matanya. Anthony baru menyadari jika ia kini masih berada di kantornya. Ia kemudian melihat jam di tangan kirinya.


" Ya ampun.. Sudah jam setengah 12 malam. Aku ketiduran rupanya. " Ucapnya


Anthony kemudian menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya dan mulai termenung.


" Kenapa aku mimpi bertemu lagi dengan Camelia? Bukankah ini terasa aneh. Bahkan sudah hampir 21 tahun lamanya kami tidak bertemu sama sekali. " Lirih nya


Anthony kemudian teringat kembali dengan kejadian saat di rumah sakit beberapa waktu lalu. Ia mendengar seorang perawat menyebut nama Camelia Eren.


" Bagaimana kabarnya sekarang? Semoga saja yang berada di ruang ICU itu bukan dirinya. Atau.. Apakah aku harus memastikannya lagi? Ya.. Sepertinya aku harus ke rumah sakit lagi dan memastikannya sendiri! " Ucap Anthony


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2