Takdir Yang Tak Terduga

Takdir Yang Tak Terduga
Part 37


__ADS_3

" Aku mencintaimu Claresta " Ucap Xavier lembut, tepat di depan wajah Cla.


Cla yang mendengarnya hanya tersenyum ke arah Xavier. Ia kemudian menjauhkan tangan Xavier yang kini sedang menyentuh pipinya. Lalu dengan perlahan Cla mendekatkan wajahnya ke arah Xavier, dan tiba-tiba mencium pipi Xavier dengan cepat.


Cla kemudian membuka pintu kamarnya dan langsung masuk ke dalam, meninggalkan Xavier yang kini terlihat syok dengan ciuman kilat yang Cla berikan.


Xavier menyentuh pipinya, ia lalu tersenyum melihat sikap Cla yang tadi terlihat tersipu saat Xavier menyatakan cinta padanya.


" Selamat tidur Cla. Mimpi indah ya.. " Ucapnya tepat di depan pintu kamar Cla. Xavier kemudian berbalik dan hendak pergi dari sana.


Bela yang dari tadi termenung ditempatnya, langsung menyadari pergerakan dari Xavier. Ia lalu segera berlari dan langsung pergi meninggalkan tempat itu, dengan perasaan sakit yang masih tertinggal di dalam hatinya.


Sedangkan Cla. Ia kini hanya terdiam, dan menyandarkan tubuhnya di balik pintu kamar itu. Ia menghembuskan nafasnya dengan berat. Tanpa sadar, setetes air mata kini jatuh membasahi pipi mulusnya.


Cla tidak menyangka, jika balas dendam nya kini justru ikut menyakiti hatinya tanpa ia sadari.




Keesokan harinya, Cla bangun lebih pagi dan langsung bersiap untuk bekerja seperti biasanya. Saat ia sudah selesai mandi dan sedang mengikat rambutnya, tiba-tiba ponsel di dalam tas nya berbunyi. Cla dengan cepat mengambil tas itu dan merogoh ponselnya yang ada di dalam.



" Rumah sakit? " Bisiknya saat melihat nomor yang tertera pada layar ponselnya.



Ia kemudian dengan cepat mengangkat telpon itu.



" Halo? " Jawab Cla



" Halo. Apa benar ini dengan keluarga Camelia Eren? " Tanya seseorang di sebrang sana



" Iya benar, saya anaknya. Apa ada sesuatu yang terjadi dengan ibu saya? " Tanya Cla mulai panik, ia takut jika keadaan ibunya kembali kritis seperti beberapa waktu yang lalu.



" Iya nona. Saya ingin memberitahukan kepada anda, bahwa Nyonya Camelia kini telah sadarkan diri. Tadi pagi dia telah membuka matanya dan terbangun dari koma! " Ucap nya



" Apa??! " Kaget Cla



Tanpa sadar tangannya yang kini sedang menggenggam ponsel mulai bergetar.



" Benarkah? ibu saya sudah sadar dari koma nya? " Tanya nya lagi memastikan



" Iya nona.. "



Tanpa menunggu lama, Cla langsung menutup telpon itu dan keluar dari kamarnya. Ia kemudian berlari menuju kamar Xavier dan hendak mengetuk pintu kamar itu. Namun beberapa detik kemudian, Cla tiba-tiba saja mengurungkan niatnya.



" *Aku tidak mau merepotkannya terus*. " Ucap Cla dalam hati



Ia lalu memutuskan untuk mencari cara sendiri agar bisa keluar sebentar dari rumah ini dan pergi ke rumah sakit. Cla dengan cepat berbalik dan melangkah pergi dari kamar Xavier.



Cla kini sedang berjalan menuju pintu utama. Karena waktu masih menunjukkan pukul 6 pagi, suasana di rumah ini masih terlihat sepi. Cla kemudian berjalan dan keluar dari pintu utama dengan lancar tanpa ada kendala. Ia lalu bergegas berlari menuju gerbang rumah ini.


__ADS_1


Saat Cla sudah sampai di depan gerbang, tiba-tiba seorang satpam datang menghampirinya.



" Anda mau kemana pagi-pagi buta seperti ini? " Tanya satpam itu



" Euh.. Saya mau pergi ke supermarket sebentar. Ada bahan makanan yang lupa saya beli. Jadi bu Sofi menyuruh saya untuk membeli nya sekarang di supermarket terdekat " Ucap Cla



" Benarkah? " Tanya satpam itu curiga



" Tentu saja. Mana mungkin saya mau keluar pagi-pagi buta begini kalau bukan disuruh oleh bu Sofi. " Ucap Cla meyakinkan



" Oke.. baiklah " Satpam itu kemudian membuka gerbangnya dan membiarkan Cla pergi



Cla menghembuskan nafasnya dengan lega. Ia lalu menghentikan sebuah taxi yang kebetulan melintas di depan rumah, dan segera pergi menuju ke rumah sakit.



Setibanya di rumah sakit, Cla langsung berjalan dengan cepat menuju ruang ICU. Ia lalu bertemu dengan seorang perawat yang baru saja keluar dari ruangan ibunya.



" Suster, bagaimana keadaan ibu saya? Apa benar dia sudah sadar dari koma nya? " Tanya Cla tidak sabar



" Iya nona. Tapi kondisinya belum terlalu stabil. Silahkan anda masuk ke dalam, kebetulan ada dokter yang sedang memeriksa ibu Camelia. Anda bisa bertanya langsung padanya. " Ucap perawat itu



Cla lalu membuka pintu ruang ICU itu dan masuk kedalam. Ia berjalan dengan perlahan menuju ranjang tempat ibunya terbaring. Saat Cla sudah berada tepat disamping ibunya, ia bisa melihat dengan jelas bahwa kini ibunya sudah membuka matanya.




Cla lalu memeluk erat tubuh wanita yang selama ini ia rindukan. Ia menangis di dalam pelukan ibunya.



" Ma... Akhirnya mama bangun... Aku rindu mama.. Hiks.. " Tangis Cla pecah saat itu juga



Ia kemudian mendongak, dan menatap wajah ibunya.



" Ma.. Kenapa mama tidur lama sekali. Aku kesepian disini ma.. Jangan tinggalkan aku lagi ya ma.. Hiks.. Mama harus cepat sembuh, agar kita bisa bersama lagi. Aku tidak butuh apa-apa lagi di dunia ini, selain mama.. Hanya mama yang aku butuhkan dalam hidup ini ma.. Hiks.. " Ucap Cla sambil menangis



Lalu Cla tiba-tiba mengerutkan alisnya. Ia merasa ada yang aneh dengan sikap ibunya.



Camelia memang telah membuka matanya, namun tatapan nya kini terlihat kosong. Bahkan ia sama sekali tidak menatap wajah Cla ataupun menanggapi setiap perkataan Cla.



" Dok.. Kenapa dengan ibu saya? Dia sudah sadar dari koma kan? Tapi kenapa dia diam saja, bahkan dia tidak menatap wajah saya " Tanya Cla pada dokter Robi yang masih berdiri disana.



Dokter Robi terlihat menghembuskan nafasnya dengan berat.



" Saya akan menjelaskan nya di ruangan saya nanti. " Ucap dokter itu, dan mulai pergi meninggalkan ruangan Camelia

__ADS_1



Cla terlihat bingung. Ia lalu menatap kembali wajah ibu nya.



" Ma.. " Panggil Cla



Namun Camelia hanya terdiam sambil menatap kosong keatas. Ia tidak merespon sama sekali.



" Mama.. " Panggil Cla sekali lagi, namun tetap sama. Camelia tidak merespon panggilannya.



Cla lalu dengan cepat meninggalkan ruangan itu dan pergi menuju ruangan dokter Robi.



Tok tok tok



" Silahkan masuk! " Saut dokter Robi dari dalam ruangannya



Cla kemudian masuk ke dalam ruangan itu, dan duduk di kursi yang ada di hadapan dokter Robi.



" Dok, apa yang terjadi dengan ibu saya? Bukankah dia sudah sadar dari koma nya? Tapi kenapa dia sekarang hanya diam saja dan tidak merespon setiap ucapan saya? " Tanya Cla langsung



" Begini nona.. ibu Camelia memang sudah bangun dari koma nya. Namun saat ini, ia sedang mengalami stroke perdarahan. " Ucap dokter



" Apa?! Stroke?? " Ucap Cla terkejut



" Iya.. Saya akan menjelaskan nya kepada anda. Jadi.. Pembuluh darah di otak itu berfungsi untuk mengalirkan darah yang membawa oksigen ke otak, agar otak dapat bekerja maksimal untuk mengontrol aktifitas tubuh. Apabila pembuluh darah ini pecah, biasanya akibat tekanan darah tinggi yang lama dan tidak terkontrol.. akan menyebabkan peningkatan tekanan di dalam kepala dan akan menekan otak, sehingga fungsinya akan terganggu. Hal ini disebut dengan penyakit stroke. Stroke perdarahan akan menyebabkan gangguan aliran darah ke otak, sehingga pasien yang mengalami nya mungkin tidak akan bisa merespon sesuatu yang ada di sekitarnya. " Jelas dokter Robi



Cla tercengang mendengar penjelasan dokter Robi. Ia kembali meneteskan air matanya. Ia kira setelah ibunya sadar dari koma, maka semuanya akan kembali baik-baik saja. Namun ternyata pikirannya salah. Ibunya memang sudah sadar dari koma, namun ia kini tidak bisa berbicara ataupun menggerakkan tubuhnya. Bahkan lebih parahnya lagi, ibunya tidak akan bisa merespon setiap ucapannya.



" Lalu.. Apa bedanya ini dengan koma dok? Ibu saya kini memang bisa membuka matanya, tapi dia tetap tidak bisa merespon sekitarnya maupun menggerakkan tubuhnya.. " Ucap Cla sambil menangis



" Maka dari itu, saya akan menyarankan tindakan operasi untuk nyonya Camelia. Tindakan ini bisa membantu mengurangi tekanan didalam kepalanya. Apabila tidak dilakukan tindakan operasi, yang ditakutkan adalah tekanan di dalam kepalanya semakin meningkat dan memperparah kerusakan otak yang terjadi. Semakin lama otak mengalami kekurangan oksigen, kerusakan pada otak akan semakin luas. Dan gejala yang timbul juga akan semakin berat. " Ucap dokter Robi



" Operasi?? " Ucap Cla



Dokter Robi pun menganggukkan kepalanya.



" Kalau boleh tau.. Berapa biaya yang harus saya siapkan untuk operasi itu dok? " Tanya Cla gemetar



" Kurang lebih.. Sekitar 100 sampai 150 juta nona. " Ucap dokter Robi



" APA??! "

__ADS_1



Bersambung~


__ADS_2