
Xavier memeluk tubuh Cla dengan erat. Ia mencoba mengusap punggung Cla dengan lembut, agar Cla merasa lebih tenang.
Setelah beberapa menit Cla menangis di dalam pelukan Xavier, ia langsung menjauhkan dirinya dari tubuh Xavier dan menghapus air matanya.
" Apa kamu sudah merasa lebih tenang sekarang? " Ucap Xavier lembut
Cla hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan. Ia lalu menatap mata Xavier dalam. Entah karena pengaruh dari ucapan Laura tadi, atau karena ia baru menyadari nya sekarang.. Jika wajah Xavier ternyata memiliki kemiripan dengan wajah ibunya. Apalagi di bagian matanya, mereka sama-sama memiliki bola mata yang berwarna coklat terang. Sedangkan Cla sendiri.. Bola matanya berwarna hitam, sangat berbeda dengan mata ibunya.
" Cla.. " Panggil Xavier lembut saat melihat Cla hanya terdiam sambil menatap wajahnya
" Ah iya.. Maafkan aku, aku tadi melamun. " Jawab Cla sambil mengalihkan pandangannya dari wajah Xavier
" Jika kamu ada masalah, kamu bisa ceritakan semuanya padaku. Jangan kamu pendam sendiri di dalam hati. Karena rasanya pasti sangat tidak enak jika memendam masalah seorang diri. Kamu percaya kan padaku? " Ucap Xavier lembut
" Tidak.. Hanya saja, tiba-tiba aku merasa sedih.. Karena sudah 2 bulan ini ibuku belum juga sadar dari koma nya. " Jawab Cla
" Kamu yang sabar ya.. Terus lah berdoa, aku yakin ibumu pasti akan segera sembuh. " Ucap Xavier
Cla hanya menganggukkan kepalanya untuk membalas ucapan Xavier.
Xavier kemudian teringat dengan surat yang Laura tinggalkan di kursi tadi. Ia lalu merogoh saku jaket nya dan memberikan kertas itu pada Cla.
" Ini.. Tadi saat aku kembali ke tempat Bu Laura, ternyata dia sudah pergi. Dan dia hanya meninggalkan secarik kertas ini di kursi " Ucap Xavier
Cla lalu mengambil kertas itu dan mulai membaca nya. Ia hanya terdiam untuk beberapa saat, dan langsung memasukan kertas itu ke dalam saku rok nya.
" Kalau boleh tau.. Apa yang sebenarnya kalian bicarakan? Kenapa kamu sampai menangis dan berlari begitu saja saat mendengar cerita masa lalunya? " Tanya Xavier penasaran
" Tidak ada apa-apa, mungkin saat itu aku hanya terbawa suasana. " Jawab Cla
Xavier terdiam. Ia mengerti jika saat ini Cla tidak ingin memberitahunya soal masalah itu. Ia pun juga tidak akan memaksa, jika Cla belum mau menceritakan masalah itu padanya.
" Xavier.. " Panggil Cla tiba-tiba
" Iya " Jawab Xavier lembut sambil menatap Cla
" Kamu.. Apakah kamu mau menjenguk ibuku? " Tanya Cla tiba-tiba
" Hah?? "
Xavier mengerutkan alisnya. Seingatnya, dulu Cla sama sekali tidak mengizinkannya untuk masuk ke dalam ruangan tempat ibunya di rawat. Tapi kenapa sekarang Cla malah menawarkannya langsung pada Xavier.
" Mau atau tidak? " Tanya Cla lagi
" Tentu saja mau! " Jawab Xavier cepat
Cla lalu menarik tangan Xavier dan membawanya masuk ke dalam ruang ICU itu. Ia pun berjalan dengan perlahan, sambil menggandeng tangan Xavier menuju ranjang tempat ibunya terbaring.
Setibanya di samping ranjang Camelia, Cla langsung melepaskan genggaman tangan nya dari tangan Xavier.
" Ma.. Perkenalkan, ini temanku.. Xavier.. " Ucap Cla pada ibunya yang masih terbaring
__ADS_1
Tiba-tiba air mata Cla kembali menggenang di pelupuk matanya. Ia lalu mengangkat kepalanya ke atas, agar air mata itu tidak kembali jatuh ke pipinya.
Xavier lalu melangkah maju, dan tersenyum ke arah Camelia yang masih menutup matanya.
" Halo Bu.. Apa kabarmu hari ini? Perkenalkan namaku Xavier, aku adalah.. Teman dekat anak ibu yang sangat cantik ini. " Ucap Xavier sambil tersenyum ke arah Cla
Cla hanya terdiam di tempatnya sambil menatap kosong ke arah Camelia yang masih setia menutup matanya.
" Ibu cepat sembuh ya.. Kasihan Claresta, dia sangat merindukan ibu. Ibu liat kan, sekarang dia menangis lagi.. Padahal aku sudah mencoba menenangkannya, tapi dia tetap saja menangis. Mungkin dengan ibu membuka mata.. Claresta tidak akan menangis lagi seperti ini. " Ucap Xavier pada Camelia
Xavier lalu menyentuh tangan Camelia dan menggenggamnya dengan lembut.
" Tapi ibu tenang saja, aku akan selalu menjaga Claresta. Dan aku juga akan menjadi orang pertama yang akan menghapus air matanya ketika ia merasa sedih. Aku janji akan selalu melindunginya! Jadi ibu tidak usah khawatir pada Cla ya.. Karena aku akan selalu ada untuknya. " Ucap Xavier
Xavier kemudian menatap Cla dengan lembut. Ia lalu meraih tangan Cla dengan tangan nya yang lain, dan menggenggam nya erat.
Cla menatap Xavier dalam. Entah kenapa hatinya kini kembali terasa hangat saat Xavier menggenggam tangannya seperti ini.
" Aku mencintaimu Cla.. " Ucap Xavier lembut
DEG
Jantung Cla tiba-tiba berdebar dengan cepat saat kembali mendengar kata cinta dari mulut Xavier.
" Walaupun kamu belum pernah menjawab kata cinta dariku.. Tapi aku akan selalu mengatakan kalimat itu padamu sampai kamu merasa bosan mendengarnya. " Ucap Xavier sambil tersenyum
Cla terhenyak mendengar ucapan Xavier. Ia memang tidak pernah menerima ataupun menolak secara langsung kata cinta dari Xavier. Entah kenapa Cla merasa sangat sulit untuk menolak kata cinta itu, apalagi harus menerimanya.. Cla merasa masih banyak keraguan di dalam hatinya.
tiba-tiba..
Camelia mulai membuka matanya dengan perlahan.
" An..tho..ny... " Bisiknya pelan
Cla yang mendengar bisikan itu langsung menoleh kearah Camelia. Dan betapa terkejutnya ia, saat melihat Camelia kini telah membuka matanya.
" Mama?! " Panggil Cla terkejut
Xavier pun menoleh dan langsung terkejut saat melihat Camelia sudah membuka matanya.
" Cla.. " Panggil Xavier tak percaya
" Xavier! Cepat panggilkan dokter! Cepat panggil dokter sekarang! " Teriak Cla
Xavier pun langsung berbalik dan berlari keluar untuk memanggil dokter.
Cla lalu menatap ibunya dan menggenggam tangannya erat.
" Ma.. Mama sudah bangun?? Ini aku ma, Claresta! " Ucap Cla sambil menangis bahagia
Camelia kemudian menatap Cla dengan tatapan yang masih terlihat bingung. Ia lalu mengerjapkan matanya berkali-kali, dan mulai membisikkan sesuatu.
__ADS_1
Cla yang menyadari jika Camelia baru saja membisikkan sesuatu, mulai mendekatkan telinganya ke arah Camelia.
" Apa mama ingin mengatakan sesuatu? " Tanya Cla
" An.. tho.. ny.. " Bisik nya lagi
Cla lalu membelalakkan matanya saat mendengar bisikan Camelia.
" Ap.. Apa?? " Bisik Cla tak percaya
Xavier berlari menuju ruang dokter. Dan tepat pada saat ia akan mengetuk pintu itu, tiba-tiba dokter keluar dari ruangannya.
" Dokter! " Panggil Xavier sambil terengah
" Iya, ada apa? " Tanya dokter Robi
" Pasien koma yang ada di ruang ICU.. sudah sadarkan diri! Dia sudah membuka matanya..! " Ucap Xavier cepat
" Benarkah?? " Tanya dokter Robi
" Iya dok! " Jawab Xavier cepat
Dokter pun langsung berjalan dengan cepat menuju ruang ICU.
Xavier yang hendak berbalik dan mengikuti dokter itu dari belakang, tiba-tiba tak sengaja melihat sepasang suami-istri yang baru saja masuk ke dalam rumah sakit itu.
" Itu.. Bukankah itu papah dan mamah? Sedang apa mereka disini? " Bisik Xavier
Bersambung~
__ADS_1