Takdir Yang Tak Terduga

Takdir Yang Tak Terduga
Part 29


__ADS_3

Hari sudah menunjukan pukul 7 pagi, Kimberly baru saja terbangun dari tidurnya. Ia langsung meraba tempat tidur yang ada disampingnya, dan ternyata tempat disebelahnya sudah kosong.


Kimberly kemudian membuka matanya dan terbangun. Ia lalu turun dari ranjangnya dan melangkah ke arah kamar mandi. Namun saat ia membuka pintu kamar mandi, di dalam sana juga sudah terlihat kosong.


" Kemana dia? Apa dia sudah turun ke bawah? " Ucapnya saat melihat Anthony sudah tidak ada di dalam kamar.


Kimberly kemudian keluar dari kamarnya dan turun ke lantai bawah untuk pergi ke ruang makan. Ia berfikir, mungkin saja Anthony kini sedang sarapan pagi di sana. Namun saat ia sudah tiba di ruang makan, ternyata meja makan itu juga sudah terlihat kosong.


Kemudian Sofi muncul dari belakang dan berjalan mendekat ke arah Kimberly.


" Permisi nyonya. Apa anda mau sarapan sekarang? " Tanya nya pada Kimberly


" Tuan Anthony dimana? Apa dia sudah sarapan pagi? " Tanya Kimberly pada Sofi


" Tuan Anthony tadi berangkat pagi-pagi sekali nyonya. Dia bilang tidak akan sarapan di rumah, jadi saya tidak menyiapkan sarapan untuk tuan. " Jelas Sofi


" Kenapa dengannya hah?! " Bisik Kimberly emosi


Kimberly mulai merasa ada yang aneh dengan sikap Anthony akhir-akhir ini. Ia selalu pergi ke kantor pagi-pagi sekali dan akan pulang ketika sudah larut malam.


Entah kenapa setelah kepulangannya dari rumah sakit, Kimberly merasa ada yang aneh dengan sikap Anthony. Anthony seperti sedang berusaha untuk menghindarinya. Bahkan sejak saat itu, Anthony tidak pernah lagi mengajaknya berbicara sepatah kata pun.


" Sofi.. Kamu tidak berbicara yang aneh-aneh bukan pada tuan Anthony? " Tanya Kimberly pada Sofi


" Aneh? Aneh bagaimana maksud nyonya? " Tanya nya tak mengerti


" Kamu tidak bilang padanya kan kalau kemarin aku mengalami pendarahan? " Tanya Kimberly


" Tidak nyonya. Saya hanya berbicara apa yang nyonya suruh saja. Saya tidak bilang pada tuan masalah pendarahan itu. " Jelas Sofi


" Baguslah. Awas kalau sampai kamu berani-berani bicara soal itu padanya. Aku akan langsung memecat mu saat itu juga! " Ancam nya pada Sofi


" Baik nyonya. Mana mungkin saya berani berbohong pada nyonya. " Ucapnya


Kimberly kemudian duduk di meja makan dan meminum segelas kopi yang sudah tersedia di sana. Sedangkan Sofi, ia kini sedang termenung di tempatnya. Ia merasa ada sesuatu yang Kimberly sembunyikan dari Anthony.


Apa yang nyonya Kimberly sembunyikan dari tuan? Aku harus mencari tau soal itu. Seperti nya ia sedang menyembunyikan sesuatu yang besar dari suami nya.


Ucap Sofi dalam hati



Cla kini sedang berada di ruang laundry untuk mencuci pakaian kotor yang ada di dalam keranjang cucian. Saat ia sedang sibuk memasukan pakaian kotor itu ke dalam mesin cuci, tiba-tiba Bela masuk ke dalam ruang laundry dan berjalan menghampirinya.



" Hai Cla, kamu sedang apa? " Tanya Bela pada Cla dengan wajah cerianya



" Bukankah seharusnya kamu sudah tau apa yang sedang aku lakukan? " Jawab Cla dingin



" Ih.. Iya aku tau, tapi kan aku sedang basa basi denganmu. " Ucap Bela sebal


__ADS_1


" Aku bukan orang yang suka basa-basi " Jawab Cla singkat



Bela kemudian memutar bola matanya, seolah kesal dengan jawaban singkat dari Cla. Namun beberapa saat kemudian ia langsung mengubah ekspresi nya menjadi ceria kembali.



" Ohiya Cla, kemarin aku dengar.. Kamu pergi ke luar dengan tuan Xavier ya? " Tanya nya ingin tau, sambil memasang senyum palsu nya.



" Kamu tau darimana? " Tanya Cla acuh



" Te.. tentu saja aku tau. Gosip ini kan sudah menyebar ke seluruh pelayan yang ada di rumah ini. " Jawab Bela sedikit gugup



" Iya benar. Aku kemarin keluar bersama tuan Xavier. " Jawab Cla santai



" Benarkah? Memangnya tuan Xavier mengajak kamu kemana kemarin? Wah.. Sepertinya kamu dan tuan Xavier cukup dekat ya. " Tanya Bela sambil tersenyum, padahal hatinya kini merasa kesal



" Sepertinya kamu sangat penasaran sekali dengan hubunganku dan tuan Xavier? " Tanya Cla sembari menatap Bela intens




Cla kemudian dengan perlahan berbalik dan berjalan ke arah Bela.



" Apa kamu cemburu aku pergi keluar bersama tuan Xavier? " Tanya Cla



" Ha Ha Tentu saja tidak. Aku hanya merasa penasaran saja, kenapa orang tampan dan kaya raya seperti tuan Xavier mau mengajakmu berjalan keluar bersama. Yang notabene nya.. Kamu hanyalah seorang pelayan wanita di rumahnya saja. Iyakan? " Jelas Bela



" Kamu mau tau alasannya kenapa? " Tanya Cla tiba-tiba



" Tentu saja aku mau tau. " Jawab Bela sambil tersenyum



Cla kemudian memajukan wajahnya ke arah Bela dan mulai berbisik di telinganya.


__ADS_1


" Karena... Tuan Xavier menyukaiku " Bisik Cla



Bela membelalakkan matanya, ia terkejut dengan apa yang baru saja Cla bisikkan padanya. Cla terlihat tersenyum sinis dan mulai menjauhkan kembali wajahnya dari telinga Bela.



" Kamu pasti bercanda! " Ucap Bela



" Aku harap aku juga sedang bercanda. Tapi nyatanya, dia memang mengatakan itu padaku. " Jawab Cla santai



Bela tanpa sadar mulai mengepalkan tangannya dengan kuat. Ia kemudian mencoba meredam kan emosinya dengan berpura-pura tersenyum ke arah Cla.



" Ahiya Cla. Aku lupa, seharusnya hari ini jadwal ku untuk membersihkan ruang tamu. Kalau begitu, aku mau membersihkan ruang tamu dulu ya. " Ucap Bela sambil tersenyum. Ia pun dengan cepat berjalan keluar dari ruang laundry dengan perasaan yang kesal.



Cla tersenyum sinis saat melihat kepergian Bela.



" Aku mengerti sekarang. Laki-laki yang dia bicarakan bersama Sofi itu adalah.. Xavier. " Bisiknya



Bela berjalan dengan cepat menuju ruangan Sofi. Ia menyelonong masuk kedalam ruangan itu tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu. Sofi yang sedang duduk di meja kerjanya langsung terkejut dengan kedatangan Bela.


" Bela! Apa-apaan kamu hah?! Kalau ada yang lihat bagaimana? Nanti kita bisa ketahuan. " Bentak Sofi pada Bela


" Mah.. Aku sudah tidak tahan lagi dengan si Claresta itu! Masa tadi dia bilang padaku kalau Xavier menyukainya! " Ucap Sofi emosi


" Dia bilang begitu padamu? Berani sekali wanita itu! Tidak mungkin Xavier suka pada gadis miskin seperti dia. " Ucap Sofi


" Tapi bagaimana kalau yang dia bilang itu benar mah? Bagaimana kalau Xavier ternyata benar-benar menyukainya! Aku tidak mau kalau sampai kehilangan Xavier mah.. " Ucap Bela sambil berlari menghampiri Sofi dan memeluknya


" Tidak sayang.. Tidak. Kamu tidak akan kehilangan Xavier. Xavier hanya akan menjadi milikmu, percaya pada mamah. " Ucap Sofi menenangkan Bela


Bela kemudian melepaskan pelukannya pada Sofi.


" Mah.. Bantu aku untuk melancarkan rencanaku. " Ucap Bela


" Pasti sayang. Mamah pasti akan membantumu untuk mendapatkan Xavier. Memangnya apa rencanamu? " Tanya Sofi


" Aku akan menjebak Xavier! " Ucap Bela


" Menjebak? Menjebak bagaimana maksudmu? " Tanya Sofi tak mengerti


" Aku akan menaruh obat perangsang pada minumannya. Lalu, setelah obat itu sudah mulai bereaksi pada tubuhnya.. Aku akan dengan senang hati datang kepadanya. " Ucap Bela sambil tersenyum licik


" Ja.. Jadi.. Itu rencanamu?! Apa kamu sudah gila hah?!! " Teriak Sofi

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2