
" Itu.. Bukankah itu papah dan mamah? Sedang apa mereka disini? " Bisik Xavier
Xavier pun hendak menghampiri mereka berdua, namun ia teringat kembali dengan ibu Cla yang baru saja sadar dari koma nya.
" Lebih baik sekarang aku menemani Cla dulu. Soal papah dan mamah, nanti aku tanyakan saja langsung di rumah. " Bisik Xavier
Ia kemudian berbalik dan kembali berjalan menuju ruang ICU tempat ibu Cla di rawat.
Dokter Robi dan seorang perawat kemudian masuk ke dalam ruang ICU untuk memeriksa kondisi Camelia. Dokter juga memeriksa semua organ vital Camelia yang terdeteksi melalui layar monitor yang ada di samping ranjang.
" Bu Camelia, apa penglihatan anda sekarang sudah jelas? Kalau memang sudah jelas, bisakah anda menganggukkan kepala anda. " Tanya dokter pada Camelia
Camelia terlihat merespon ucapan dari dokter, dan ia mulai menganggukkan kepalanya dengan perlahan. Cla lalu tersenyum bahagia saat melihat ibunya mulai bisa merespon ucapan dokter tadi.
" Baguslah, anda sudah bisa merespon ucapan saya. Apakah sekarang anda bisa menyebutkan ini angka berapa? " Tanya dokter lagi sambil mengangkat jarinya dan membentuk angka satu
" Sa.. tu.. " Ucap Camelia pelan
" Syukurlah... " Ucap Cla sambil menangis bahagia
" Baguslah.. akhirnya ibu anda sudah sadar dari koma. Dan semua organ vital di dalam tubuhnya pun sudah mulai kembali dengan normal. Dan dia juga sudah bisa merespon setiap perkataan ku dengan baik. Ini memang benar-benar sebuah keajaiban. " Ucap dokter pada Cla
" Iya dok.. Akhirnya ibu saya sadar juga dari koma panjangnya. " Ucap Cla sambil menangis haru
" Baiklah kalau begitu saya tinggal dulu sebentar ya. Nanti, saya mungkin akan melakukan rontgen ulang untuk melihat kondisi otak ibu Camelia pasca selesai operasi. Dan untuk saat ini, anda boleh mengajak ibu anda untuk berkomunikasi. Agar respon nya lebih bagus lagi, dan dia juga bisa kembali berbicara dengan lancar. Tapi jangan terlalu dipaksakan, takutnya nanti kepalanya akan terasa sakit. " Jelas dokter
" Baik dok, terimakasih banyak. " Ucap Cla
" Sama-sama, kalau begitu saya permisi dulu. " Pamit dokter
" Iya dok " Jawab Cla
Dokter dan perawat itu pun meninggalkan ruangan Camelia. Tak selang berapa lama, Xavier lalu kembali masuk ke dalam dan menghampiri Cla.
" Cla.. Bagaimana kondisi ibumu? Apa sudah merespon? " Tanya Xavier
" Syukurlah, tadi mama sudah bisa merespon dokter. Dia juga sudah bisa berbicara sedikit. Semoga saja mama bisa cepat pulih seperti sediakala kala. " Ucap Cla sambil menggenggam tangan Camelia
" Iya semoga saja. Mama mu pasti akan cepat pulih dan sehat kembali. " Ucap Xavier sambil mengelus kepala Cla.
" Kamu.. Lebih baik sekarang kamu pulang saja. Istirahatlah di rumah. Aku rasa, aku akan menginap disini untuk hari ini. " Ucap Cla
" Baiklah kalau kamu mau menginap disini. Nanti biar aku yang memberitahunya pada Bu Sofi. Kamu tenang saja, tidak usah khawatir tentang masalah itu. " Ucap Xavier lembut
" Terimakasih banyak " Ucap Cla sambil tersenyum ke arah Xavier
Cla kemudian menoleh ke arah Camelia, yang kini sedang menatap kosong ruangan itu.
" Kenapa mama tadi menyebut nama Anthony? Apakah ia masih mencintai laki-laki itu? " Bisik Cla dalam hati
Kimberly dan Anthony baru saja masuk ke dalam ruangan dokter Frisly. Mereka lalu duduk di hadapan dokter Frisly dan langsung memberikan sebuah map berwarna coklat kepada nya.
__ADS_1
" Jadi? Anda sudah menyetujui isi surat ini? " Tanya dokter Frisly
" Sebenarnya tidak! Hanya saja.. "
" Istri saya memang menolak untuk melakukan tindakan operasi pengangkatan rahim itu. Hanya saja, saya khawatir jika penyakit itu akan semakin menyebar ke organ tubuhnya yang lain. Jadi, sebelum melakukan operasi itu.. Saya ingin istri saya melakukan USG ulang terlebih dahulu, untuk melihat bagaimana perkembangan sel kanker di dalam rahimnya. " Jelas Anthony memotong ucapan Kimberly
" Padahal saya sudah menawarkan USG ulang pada nyonya Kimberly, tapi.. Dia tetap tidak mau. " Ucap dokter Frisly
Kimberly lalu menatapnya tajam, seolah marah pada dokter Frisly karena sudah mengadukan hal itu pada Anthony.
" Tolong maafkan sifat istri saya yang sangat keras kepala ini ya dok. Dia memang harus belajar untuk menjadi orang yang tidak egois. " Ucap Anthony dengan nada meledek
" Apa?! Kenapa kamu malah menyalahkanku! " Bentak Kimberly pada Anthony
" Baiklah kalau begitu, kita bisa melakukan USG nya hari ini. Dan nanti kita lihat bagaimana hasilnya, apakah kanker itu dapat disembuhkan kembali melalui kemoterapi.. atau memang sudah tidak bisa lagi dilakukan terapi apapun. Dan jalan satu-satunya hanya dengan operasi pengangkatan rahim itu, agar kankernya tidak menyebar ke organ tubuh yang lain. " Jelas dokter Frisly
" Baiklah kalau begitu kita USG saja hari ini dokter. " Ucap Anthony cepat
Kimberly pun terlihat santai. Ia mengikuti instruksi dari dokter untuk pergi ke ruang pemeriksaan dan berbaring diatas kasur. Seorang perawat terlihat sudah selesai mempersiapkan alat untuk USG. Dan tak berapa lama pemeriksaan pun langsung dilakukan oleh dokter.
Setelah beberapa menit melakukan pemeriksaan USG, Kimberly dan Anthony kembali masuk ke dalam ruang dokter dan menunggu hasil pemeriksaan Kimberly yang akan diterangkan langsung oleh dokter Frisly.
" Baiklah, saya akan bacakan hasil pemeriksaan nyonya Kimberly tadi. Dari hasil USG nya, anda bisa lihat benjolan kanker itu kini semakin membesar dan sudah melebar ke bawah rahim anda. Bahkan saya sudah menduga dari awal kalau kanker itu pasti sudah membesar. Dilihat juga dari perut nyonya Kimberly yang terlihat sudah membuncit.. seperti ada sebuah benjolan di bawah perutnya. Jadi ini sudah termasuk kategori bahaya nyonya. Anda harus secepatnya melakukan operasi pengangkatan rahim itu, sebelum kanker nya benar-benar menyebar ke organ tubuh anda yang lain. " Jelas dokter Frisly
" Tapi aku sama sekali tidak merasakan sakit yang parah. Terakhir aku merasa kesakitan waktu di rawat saja, dan sampai sekarang aku bahkan tidak merasakan sakit apapun. " Jawab Kimberly enteng
__ADS_1
" Anda pasti merasakan sakit, tapi anda berusaha untuk mengabaikan nya. Saya akui nyonya Kimberly ini orang yang sangat hebat. Mungkin jika itu orang lain, dia sudah pasti akan melakukan operasi pengangkatan rahim itu secepatnya.. karena sudah tidak kuat dengan rasa sakitnya. " Ucap dokter Frisly
" Jadi.. Menurut dokter, jalan terakhir yang terbaik adalah dengan melakukan operasi pengangkatan rahim itu? " Tanya Anthony
" Iya tuan. Kalau bisa secepatnya kita lakukan operasi itu, sebelum terlambat. " Jawab nya
" Baiklah, kalau begitu lakukan yang terbaik menurut dokter! " Ucap Anthony tegas
Kimberly terdiam di tempatnya. Entah kenapa kini hatinya mulai merasa was was.
" Baiklah kalau begitu, tolong anda tanda tangan di bawah surat ini. Sebagai tanda anda menyetujui semua prosedur operasi yang akan dilakukan nanti. " Ucap dokter Frisly sambil memberikan beberapa lembar kertas kepada Kimberly
Kimberly menatap Anthony sejenak. Anthony lalu menganggukkan kepalanya sebagai isyarat agar ia menandatangani surat itu.
Kimberly lalu menghembuskan nafasnya dengan kasar dan mulai menandatangani surat itu dengan cepat.
" Baiklah, berarti semua prosedur sudah disetujui. Operasinya mungkin akan dilaksanakan sekitar 3 hari ke depan. Dan nanti saya akan menginfokan nya langsung kepada anda jika jadwal operasi sudah dekat. " Ucap dokter Frisly sambil menyimpan kembali kertas itu ke dalam map
" Baikkah. Terimakasih dokter. " Ucap Anthony
" Ohiya, saya hampir lupa. Untuk berjaga-jaga jika saat operasi nanti nyonya Kimberly membutuhkan trasfusi darah. Maka diharapkan ada anggota keluarga yang siap mendonorkan darahnya untuk nyonya Kimberly. " Ucap dokter Frisly tiba-tiba
DEG
Kimberly terpaku ditempatnya. Ia lalu mengepal kan tangannya dengan kuat.
" *S\*al! Bagaimana ini.. Diantara mereka berdua, bahkan tidak ada satu pun golongan darahnya yang sama denganku*! " Ucap Kimberly dalam hati
__ADS_1
Bersambung~