Takdir Yang Tak Terduga

Takdir Yang Tak Terduga
Part 13


__ADS_3

Sofi melangkahkan kakinya dengan cepat menuju halaman belakang rumah. Setibanya di sana, matanya langsung menangkap sosok seorang gadis yang sedang duduk bersandar di sebuah kursi yang ada di pinggir kolam renang.


Ia lalu mengawasi keadaan sekitar, dan mulai berjalan mendekati gadis itu.


" Bagaimana? Apa kamu melakukan tugasmu dengan benar? " Tanyanya pada gadis yang kini ada di hadapannya


Lalu gadis itu menoleh ke arahnya dengan wajah yang terlihat merengut.


" Rencanaku gagal! " Ucapnya sambil berdiri dan memangku tangannya.


" Kenapa bisa gagal sih! Kan sudah aku bilang lakukan dengan benar... Masa begitu saja tidak bisa! Payah!! " Bentak nya pada gadis yang ada dihadapannya ini.


" Kali ini mungkin gagal. Tapi nanti akan aku pastikan.. dia akan masuk ke dalam perangkap ku! " Ucapnya sambil tersenyum licik


" Aku pegang kata-kata mu itu! "


Lalu dengan cepat Sofi pun membalikan badannya dan pergi meninggalkan gadis itu sendiri di sana.



" Ma... Bagaimana kabar mama hari ini? Apa mama baik-baik saja sendirian disini?.. Maafkan aku ma, aku tidak bisa selalu menemani mama.. Aku harus tetap bekerja ma, agar mama bisa terus bertahan hidup disini.. " Ucap Cla sambil menggenggam tangan ibunya.



" Kapan mama bangun? Aku rindu mendengar suara mama... Aku rindu belaian tangan dan pelukan mama... Aku rindu suara tawa mama... Aku rindu dimarahi mama... Aku juga rindu masakan mama... Aku rindu semuanya ma... " Lirih nya



Air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya itu, akhirnya mulai jatuh membasahi pipinya. Tubuhnya kini berguncang hebat menahan rasa rindu yang tak terbendung.



Tangan yang ia genggam saat ini, bahkan tidak bisa lagi membalas genggamannya seperti dulu.



" Ma... Bangun ma... Hiks... Aku rindu mama... Aku kesepian sendiri disini ma Hiks... Aku tidak sanggup kalau harus menanggung beban ini sendirian ma... Aku butuh mama... Hiks... Hiks... "



Cla terisak. Ia memeluk tubuh ibunya dengan erat, berharap tangan itu akan kembali membalas pelukannya seperti dulu. Berharap tangan itu kembali membelai rambutnya dengan penuh kasih sayang.



Namun harapan hanya tinggal harapan. Tangan itu kini hanya diam tak bergerak. Bahkan wajah yang sangat ia rindukan ini, kini hampir tertutup oleh alat medis yang menghiasi nya.



" Aku janji ma... Saat mama bangun nanti, rasa sakit itu tidak akan mama ingat lagi. Aku akan membuat semua orang yang sudah menyakiti mama hidup dalam penyesalan. Aku janji ma... "



Cla pun mencium tangan dan kening sang ibu.



Ia bertekad akan membuat hancur semua orang yang sudah menyakiti ibunya.



Xavier melihat Cla keluar dari lift dan langsung menghampirinya.


" Sudah selesai? " Tanya Xavier

__ADS_1


" Iya " Jawab Cla dingin


" Kalau begitu ayo kita pulang " Ajaknya sambil tersenyum


Cla yang melihat senyum Xavier mencoba mengalihkan pandangannya. Ia tidak mau senyum itu membuat hatinya tidak karuan lagi. Bagaimana pun Xavier adalah saudara satu ayah dengannya. Anak dari Anthony Maurer dan Kimberly Maurer, dua orang yang telah menghancurkan hidupnya dan juga sang ibu.


Mereka pun berjalan keluar dari gedung rumah sakit dan masuk kedalam mobil. Awalnya Xavier menyuruh Cla untuk duduk di bangku depan, namun Cla tidak mau dan bersikeras untuk duduk di bangku belakang. Hingga akhirnya Xavier pun hanya bisa menghela nafasnya.


Di sepanjang perjalanan Cla hanya terdiam, entah apa yang dipikirkannya Xavier pun tidak tau. Bahkan saat Xavier bertanya tentang kondisi ibunya, Cla sama sekali tidak menjawabnya.


Hingga tibalah mereka di halaman rumah.


" Kita sudah sampai. Aku antar kamu masuk lewat pintu belakang ya. Takutnya kalau lewat pintu depan, nanti ketahuan oleh bu Sofi. " Ucap Xavier dan memarkirkan mobilnya di dekat pintu belakang rumah.


Cla pun keluar dari dalam mobil. Ia berjalan menuju pintu belakang rumah. Namun saat tangannya hendak membuka pintu itu, Cla menoleh dan menatap Xavier yang masih berdiri memperhatikan nya.


Ia lalu berbalik dan berjalan mendekat ke arah Xavier. Xavier terlihat bingung saat melihat Cla berbalik dan berjalan menghampirinya.


Saat Cla sudah ada di hadapan Xavier, tiba-tiba ia mengambil tangan Xavier dan menggenggam nya erat. Xavier yang melihat nya langsung terbelalak. Jantung nya berdetak dengan cepat. Mata Cla menatap ke arahnya dengan pandangan yang tak biasa. Lalu sesaat kemudian, Cla melepaskan genggaman itu dan berbalik pergi meninggalkan Xavier.


" Pin nya namaku. Aku akan bayar sisanya secepat mungkin. " Ucap Cla dan langsung masuk ke dalam rumah.


Xavier yang terlihat bingung merasakan ada sesuatu yang aneh di dalam genggaman tangannya. Ia pun membukanya, dan melihat ada sebuah kartu disana.


" Dasar keras kepala " Bisiknya




Pagi ini Cla bertugas membersihkan ruang keluarga. ia pun berjalan dengan santai menuju ke sana.




Setelah 20 menit berlalu, akhirnya Cla selesai membersihkan ruang keluarga. Ia lalu merapikan rambutnya dan membersihkan sisa debu yang menempel pada pakaiannya, kemudian melangkah pergi keluar dari ruangan tersebut.



Namun saat Cla hendak berbelok menuju koridor, ia tidak sengaja berpapasan dengan Anthony.


Cla lalu menundukkan kepalanya dan berjalan acuh melewati Anthony.



" Tunggu! " Panggil Anthony



Cla pun menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Anthony.



" Iya tuan " Ucapnya sambil membungkuk



Anthony pun berjalan perlahan mendekati Cla. Ia memandang wajah Cla dengan tatapan yang sendu.



" Siapa namamu? " Tanya Anthony pada Cla

__ADS_1



" Nama saya Claresta. " Jawab Cla dengan wajah datarnya.



" Kalau nama belakangmu? " Tanyanya lagi



Cla sedikit terkejut dengan pertanyaan Anthony. Untuk apa ia ingin mengetahui nama belakang nya? Batinnya.



" Claresta... Angelica " Jawab Cla



" Claresta Angelica? " Ulangnya memastikan



" Iya.. Itu nama lengkap saya. Memangnya ada apa tuan? Kenapa anda menanyakan nama lengkap saya? " Tanya Cla penasaran



" Ah... Tidak. Aku hanya ingin tau saja. Kalau begitu lanjutkan pekerjaanmu. " Ucap Anthony



Cla pun membungkukkan badannya dan langsung melangkah pergi dari hadapan Anthony.



Anthony menatapnya dari kejauhan. Entah kenapa setiap melihat wajah pelayan wanita itu, hatinya selalu bergetar. Ia seperti melihat sosok seseorang yang pernah ada di masa lalunya... Seseorang yang pernah ia tinggalkan dan ia campakkan begitu saja.



Bahkan hanya mengingat wajahnya saja, sudah membuat dadanya terasa sesak.



Anthony menyentuh dadanya. Air mata itu pun menggenang di pelupuk matanya. Ia mengingat kembali sosok wanita yang pernah ada di dalam hatinya.



Kemudian Anthony menarik nafasnya dalam, Kini ia pun hanya bisa menahan rasa sakit itu seorang diri. Rasa sakit yang ia timbulkan karena ulahnya sendiri.



Dan tanpa disadari adegan itu dilihat oleh Kimberly dari kejauhan. Ia mengepalkan tangannya kuat saat melihat tatapan lain yang Anthony tunjukkan kepada pelayan wanita itu.



" Apa hubungan mereka berdua? Kenapa Anthony menatapnya seperti itu? " Bisiknya



" Atau jangan-jangan... gadis itu adalah... selingkuhannya??! "



Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2