
Kimberly saat ini sedang berada di salah satu pusat perbelanjaan ternama di kota ini. Ia terlihat sedang masuk ke dalam salah satu toko pakaian mewah yang ada disana. Tangannya terlihat sibuk memilih beberapa pakaian yang akan di belinya.
" Tidak ada lagi yang perlu aku khawatirkan.. Sekarang yang harus aku lakukan hanya belanja dan belanja seeepuasnya...! " Ucapnya sambil tersenyum puas dan mulai mengambil beberapa pakaian yang ada di hadapannya
Ia kembali teringat dengan ucapan perawat yang ada di ruang ICU tadi. Perawat itu mengatakan jika Camelia mungkin saja tidak akan selamat. Karena tekanan darahnya yang terus tinggi, membuat dokter sulit untuk melakukan tindakan operasi. Dan jika kondisi ini dibiarkan terlalu lama, maka Camelia akan kehilangan fungsi otaknya. Atau mungkin yang lebih parah, ia akan kehilangan nyawanya.
" Yah... Baguslah. Lagipula wanita itu memang pantas lenyap dari dunia ini. " Gumamnya
Setelah lebih dari 3 jam berbelanja, Kimberly memutuskan untuk kembali ke mobilnya.
Namun saat ia sedang fokus pada kantong belanja yang ada ditangannya, seseorang tiba-tiba menabraknya dari arah yang berlawanan.
BRUK
" Awww!! " Teriak Kimberly
Kantong belanja yang ada di tangannya pun berserakan jatuh ke lantai.
" S*alan! Kamu tidak punya mata hah! Liat sekarang, semua kantong belanja ku jatuh ke lantai! " Ucapnya emosi pada wanita paruh baya yang baru saja menabraknya.
" Ah... Maaf nona, maaf... Saya tidak sengaja. " Ucapnya sambil memungut tas belanja milik Kimberly yang berserakan di lantai, dan memberikannya kepada Kimberly.
Kimberly mengambil nya dengan kasar. Lalu saat ia hendak berlalu, wanita paruh baya itu tiba-tiba memanggil namanya.
" Nyonya Kimberly? " Ucapnya
Kimberly pun menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah wanita itu. Ia menautkan alisnya saat wanita paruh baya itu mengetahui namanya.
" Anda nyonya Kimberly Maurer kan? " Tanyanya
Kimberly hanya terdiam. Ia kembali membalikan badannya dan hendak mengacuhkan wanita itu.
" Tunggu... Tunggu nyonya! " Panggilnya dan menghalangi jalan Kimberly
" Apa-apaan kamu ini hah! Minggir! Aku mau lewat! " Ucap Kimberly emosi
" Nyonya masih ingat saya? " Tanya nya pada Kimberly
" Kamu ini bicara apa nenek tua? Aku tidak mengenalmu. Sekarang minggir, jangan menghalangi jalanku! " Bentaknya pada wanita paruh baya yang ada di hadapannya.
" Saya Mira, perawat yang membantu anda 21 tahun yang lalu. " Ucapnya
Tiba-tiba Kimberly membelalakkan matanya. Ia dengan cepat menarik wanita itu ke tempat yang sepi.
" Kamu! Sudah aku bilang kan dulu, jangan pernah membahas ini di masa depan! Bahkan aku sudah memberikan apa yang kamu mau! Jadi, berpura-pura lah tidak mengenalku dan jangan bahas masalah ini lagi! " Tekan nya pada wanita itu
" Saya hanya ingin tau, bagaimana kabarnya sekarang? " Tanya nya pada Kimberly
" Itu bukan urusanmu! Ku peringatkan sekali lagi ya, jangan pernah memberitahu siapa pun tentang kejadian itu! Kalau sampai suatu saat ada yang mengetahui rahasia ini, maka aku tak akan segan-segan mencarimu dan menghabisimu. Mengerti! "
Kimberly pun langsung berbalik dan pergi meninggalkan wanita paruh baya itu.
" Ternyata dia benar-benar wanita yang jahat! " Lirih nya
Kimberly baru saja tiba di rumah saat jam di dinding sudah menunjukkan pukul 9 malam. Ia langsung melemparkan tas dan kantong belanja nya di atas meja ruang tamu, dan mulai mendudukkan tubuhnya di sofa.
" PELAYAN!!! " Serunya sambil berteriak
Cla yang sedang berjalan melewati ruang tamu, tidak sengaja mendengar Kimberly berteriak memanggil pelayan. Ia pun mencoba mengabaikan teriakan itu dan terus berjalan melewati ruang tamu.
" HEI.. Kamu!!! " Tiba-tiba Kimberly memanggil Cla
Cla pun menghentikan langkahnya, dan membuang nafasnya dengan kasar. Ia dengan terpaksa membalikkan badannya, dan berjalan perlahan mendekati Kimberly.
Kimberly kemudian berdiri dan menatapnya dengan tatapan yang tajam.
" Kamu tuli ya!! Dari tadi aku memanggilmu kenapa tidak cepat datang kemari?! " Ucapnya murka pada Cla yang terlihat mengabaikan panggilannya.
" Maaf nyonya, saya tidak mendengarnya " Ucap Cla sambil menundukkan kepalanya.
" Tidak mendengarnya atau sengaja tidak mendengarnya hah!! " Bentaknya lagi penuh emosi
" Saya benar-benar tidak mendengarnya nyonya. Saya minta maaf. " Ucap Cla datar
" Jika aku sudah benar-benar muak denganmu, akan ku tendang kamu keluar dari rumah ini! " Ancam Kimberly sambil berkacak pinggang.
" Sekali lagi maafkan saya nyonya. " Ucap Cla sambil membungkukkan badannya.
Kimbely pun menghela nafas dengan kasar.
__ADS_1
" Buatkan aku segelas jus jeruk yang dingin! Tidak pake lama. Mengerti! " Perintahnya pada Cla
Kimberly pun duduk kembali dan menyilangkan kakinya.
Cla hanya bisa mengepalkan tangannya dengan kuat. Ia mencoba menarik nafasnya secara perlahan agar emosi nya kembali reda.
Kimberly yang melihat Cla masih diam di tempatnya, langsung mengambil sebuah kotak tisu yang ada di atas meja dan melemparkannya tepat ke arah badan Cla.
" Kamu benar-benar tuli ya! Sudah aku bilang tidak pake lama. Kenapa masih berdiri diam disitu! Cepat buatkan sekarang! Atau aku akan meleparkan sepatuku ini tepat di wajahmu! " Bentak nya sambil melepaskan sepatunya.
Cla pun dengan terpaksa membalikan badannya dan berjalan menuju ke dapur untuk membuatkan wanita itu segelas jus jeruk.
BRAKK
Setibanya di dapur, Cla langsung menggebrak meja yang ada di hadapannya.
" S\*alan... Wanita itu benar-benar membuatku muak! Andai aku tidak harus menjaga sikapku disini, pasti aku sudah menghajar wanita j\*lang itu dari tadi! " Bisik nya dengan geram
Dengan terpaksa Cla pun membuatkan segelas jus jeruk untuk Kimberly. Ia bahkan membuatnya dengan asal-asalan sambil terus menggerutu.
Setelah selesai, Cla kemudian dengan cepat mengantarkan jus itu kepada Kimberly.
" Ini jus jeruknya nyonya. " Ucap Cla sambil meletakkan jus itu diatas meja
Kimberly pun meraih gelas itu dan meminumnya.
BYUUURRR
" Jus apa ini! Kenapa asam sekali! Kamu mau meracuniku hah " Bentak Kimberly
Ia kemudian bangkit dan membawa gelas berisi jus jeruk itu ke hadapan Cla. Lalu dengan sengaja Kimberly menumpahkan jus itu ke atas kepala Cla.
" Bagaimana? Apa rasanya enak? Lain kali kalau bikin minuman itu yang becus! Dasar tidak berguna! " Kimberly pun menaruh gelas kosong itu diatas meja dan duduk kembali di sofa sambil memainkan ponselnya.
Cla mengepalkan tangannya, ia menatap Kimberly dengan tatapan yang tajam. Kemudian ia segera berbalik dan berjalan keluar dari ruang tamu itu.
Namun baru beberapa langkah kakinya keluar dari ruang tamu, tiba-tiba ia dikejutkan dengan suara teriakan Kimberly.
" Aaarrrgggghhhh!!! "
Cla pun menoleh dan kembali berjalan ke arah ruang tamu tadi. Disana ia melihat Kimberly sedang meringkuk kesakitan sambil memegang perutnya.
" Aaarrgghhhh! Sakit...! " Jerit Kimberly
Cla yang masih berdiri di tempatnya, hanya menatap Kimberly dengan wajah datar nya.
" Kenapa dia? " Bisik Cla
Tak lama kemudian, Sofi yang mendengar suara jeritan Kimberly langsung berlari menghampiri nya.
" Nyonya Kimberly! Ada apa? Nyonya kenapa?! " Ucap Sofi panik saat melihat majikannya sedang meringkuk kesakitan di atas sofa.
__ADS_1
" Aarrggghhhh saaakiiiittttt!! " Kimberly terus berteriak kesakitan sambil memegang perutnya.
Sofi pun melihat kearah perut Kimberly, dan tiba-tiba saja matanya terbelalak kaget saat melihat ada darah segar yang mengalir di paha Kimberly.
" Nyonya! Nyonya... Ada darah di paha anda! " Ucapnya histeris
Kimberly yang mendengarnya hanya bisa meringkuk dan menahan rasa sakit yang kini menjalar di bagian perutnya.
Sofi pun dengan sigap memanggil beberapa pelayan yang lain untuk mengangkat Kimberly dan
membawanya ke rumah sakit.
Cla masih terdiam di tempatnya untuk beberapa saat.
Lalu dengan acuh ia membalikkan badannya, dan berjalan ke arah koridor.
Saat Cla sedang berjalan di koridor, ia melihat Xavier keluar dari kamarnya. Cla kemudian menghentikan langkahnya. Sejenak, mereka hanya saling menatap satu sama lain. Lalu Xavier mulai berjalan perlahan mendekat ke arah Cla. Ia kemudian menatap Cla dengan alis yang bertaut.
" Kamu kenapa? Kenapa rambutmu basah? " Tanya Xavier khawatir saat melihat penampilan Cla yang sedikit acak-acakan.
Cla hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan Xavier. Ia kini justru menatap Xavier dengan pandangan yang tak terbaca.
" Aku tadi mendengar ada ribut-ribut di luar? Apa terjadi sesuatu? " Tanya nya lagi pada Cla
Cla masih diam.
" Oke. Kalau begitu kamu tunggu sebentar disini. Aku akan mengecek kesana sebentar. " Ucap Xavier
Namun saat Xavier akan melangkah , Cla dengan cepat menahan tangannya.
Xavier yang merasa terkejut, langsung menatap tangan Cla yang kini sedang menyentuh tangannya.
" Jangan kesana. " Ucap Cla dengan wajah datar nya
" Kenapa? " Tanya Xavier yang terlihat bingung
Cla kemudian dengan perlahan berjalan mendekati Xavier. Ia menatap Xavier dengan tatapan yang sulit diartikan.
" Kamu bilang... Kamu menyukaiku kan? " Tanya nya pada Xavier
Xavier terdiam. Ia terlihat sedikit salah tingkah dengan pertanyaan yang Cla ajukan kepadanya.
" Kalau begitu... "
Cla kemudian dengan perlahan mendekatkan wajahnya ke arah Xavier.
" Aku juga menyukaimu " Bisik Cla tepat di telinga Xavier
Xavier membelalakkan matanya. Jantungnya tiba-tiba berdetak dengan cepat. Ia tidak menyangka jika Cla akan mengatakan hal itu kepadanya.
Dan saat Xavier masih belum tersadar dari keterkejutan nya. Cla mulai meraih tengkuknya dengan lembut. Dan...
CUP
Bersambung~
__ADS_1