
Cla baru saja selesai menyapu dedaunan yang berjatuhan di taman belakang. Karena cuaca hari ini lumayan panas, Cla memutuskan untuk beristirahat sejenak di bawah pohon rindang yang ada di taman.
Cla duduk sambil meluruskan kakinya, ia bersandar sejenak di bawah pohon sambil memejamkan matanya.
Cla merasakan angin dengan lembut menerpa wajahnya. Ia tersenyum dan berfikir sejenak, kapan terakhir kali ia bisa merasakan udara sejuk seperti ini. Semenjak Cla tinggal di sini ia hanya menghabiskan waktunya di dalam rumah, dan selalu mengerjakan pekerjaan rumah yang tidak ada habisnya.
Setelah tubuhnya merasa lebih baik, Cla dengan perlahan membuka matanya. Namun betapa terkejutnya ia, saat melihat Xavier ternyata sedang berdiri di hadapannya sambil memperhatikan nya.
" Ya ampun...! Mengagetkan saja! Apa yang kamu lakukan disitu! " Ucapnya emosi kepada Xavier dan langsung berdiri dari duduknya.
" Aku sedang memperhatikanmu " Ucapnya santai sambil melemparkan senyum manis nya kepada Cla.
" Dasar tidak sopan! " Sungut Cla
" Apanya yang tidak sopan? Aku kan tidak melakukan apapun. Aku hanya memperhatikan kamu yang sedang tertidur dibawah pohon. Itu saja. " Jawabnya enteng
" Kamu itu kan punya otak yang mesum, bisa saja kamu memperhatikan yang bukan-bukan! Lagipula siapa yang tidur! Aku cuma berteduh sebentar dibawah pohon, karena cuacanya sangat panas! " Ucap Cla emosi
" Aku mesum? Mesum darimana? Lagipula aku tidak pernah berbuat macam-macam kepadamu. Kejadian tadi malam itu kan bukan sesuatu yang disengaja. " Ucap Xavier
Cla yang kembali diingatkan dengan kejadian semalam sontak merasa malu. Ia pun mengepalkan tangannya dan hendak berbalik meninggalkan Xavier.
" Tunggu! Kamu mau kemana? " Panggil Xavier
" Saya mau kembali bekerja tuan! Terlalu lama berada di dekat anda membuat tensi saya cepat naik! "
Cla pun membalikkan badannya dan melangkah pergi dari hadapan Xavier. Namun baru beberapa langkah kakinya berjalan, tiba-tiba Xavier menahan tangannya.
Cla pun berbalik, dan dengan cepat ia menarik tangannya dari genggaman Xavier.
" Sudah kubilang kan, jangan berani menyentuh ku lagi! Mau kamu itu apa sih?! " Bentaknya
Xavier kemudian dengan lembut meraih tangan Cla dan meletakkan sebuah kartu disana.
" Ambilah kartu ini. Aku tau kamu sangat membutuhkannya. Aku ikhlas membantumu. Jadi, jangan pikirkan soal uang itu lagi. Fokuslah pada kesembuhan ibumu, aku yakin dia akan segera pulih kembali. " Ucap Xavier sambil tersenyum dengan lembut kepada Cla.
Sejenak, Cla merasa tersentuh dengan senyuman itu. Ia menatap kartu yang ada di tangannya.
" Kenapa kamu peduli padaku? " Tanyanya pada Xavier
" Apakah harus ada alasan untuk membantu seseorang? " Ucap Xavier. Ia menatap Cla dengan tatapan yang begitu dalam
Cla pun dengan perlahan menarik tangannya dari genggaman Xavier. Ia kini menatap kartu yang ada ditangannya.
" Apakah... Kamu menyukaiku? " Tanyanya pada Xavier tiba-tiba
Cla mendongakkan kepalanya dan menatap langsung ke manik mata Xavier.
Xavier terlihat salah tingkah dan menundukkan wajahnya.
" Baiklah kalau kamu tidak mau menerima ini. " Ucap Cla
Cla pun berbalik dan melangkah menjauhi Xavier.
" Kalau aku memang menyukaimu bagaimana?! " Ucap Xavier tiba-tiba
DEG
Cla menghentikan langkahnya. Ia terdiam. Tubuhnya seperti membeku dan sulit untuk digerakkan. Bahkan untuk menoleh kembali ke arah Xavier pun ia kini tidak mampu.
" Kamu benar... Aku menyukai mu Claresta! "
Cla yang mendengar itu, langsung mengepalkan tangannya kuat. Entah kenapa sebuah pengakuan itu tidak membuat hatinya senang.
Justru kini ia merasa jantungnya seperti dihujam oleh sebuah pisau.
Cla pun dengan cepat berlari meninggalkan Xavier yang kini hanya terdiam melihat kepergiannya.
__ADS_1
Anthony baru saja selesai meeting bersama client nya di sebuah restoran. Ia memang sengaja mengadakan meeting diluar kantor, agar suasana meeting nya tidak membosankan. Dan ia juga bisa sekaligus mengajak client nya untuk makan siang bersama.
Setelah berpamitan dengan semua client nya, Anthony langsung berjalan menuju pintu keluar restoran untuk kembali ke kantornya. Namun saat ia hampir tiba di dekat pintu, ada seseorang yang memanggilnya dari belakang.
" Anthony! "
Anthony pun menoleh dan mencari sosok orang yang baru saja memanggil namanya. Tak lama kemudian, matanya menangkap sosok pria yang sedang duduk di kursi dekat jendela sedang melambaikan tangan kearahnya.
Anthony pun memicingkan matanya saat pria itu mulai berjalan mendekat ke arahnya.
" Hai Anthony apa kabar? Kamu masih ingat padaku? " Ucap pria itu, saat ia sudah berada di hadapan Anthony.
Anthony menautkan alisnya, ia nampak sedang berusaha mengingat sosok pria yang ada di hadapannya ini.
" Wah..wah... Ternyata kamu sudah lupa padaku. Aku Jason, teman lamamu waktu semasa kuliah. Apa kamu masih ingat? " Tanyanya lagi pada Anthony
" Iya aku Jason. Akhirnya kamu mengingatnya juga haha. " Ucap pria itu sambil tertawa
" Astaga! Kenapa aku tidak mengenalmu langsung ya haha. Maafkan aku, aku memang sedikit pelupa. Maklumlah umurku sudah tidak muda lagi haha. " Jelas Anthony sambil tertawa
Anthony pun memutuskan untuk kembali duduk di restoran bersama Jason, sambil berbincang-bincang sebentar.
" Bagaimana kabarmu? " Tanya Anthony pada Jason
" Aku.. Ya.. seperti yang kamu lihat, kabarku baik. Hanya mungkin.. suasana hatiku saja yang sekarang kurang baik haha. " Ucap Jason
" Dulu kalau suasana hatimu tidak baik, pasti ada hubungannya dengan wanita. Iya kan? " Tebak Anthony
" Haha.. Ternyata kamu masih mengingat sifat ku itu ya. Ya begitulah, karena wanita itu selalu menciptakan masalahnya sendiri. Dan sudah pasti, yang kena imbasnya itu kita. Para pria. " Ucapnya
" Haha.. Tidak semua wanita seperti itu. " Ucap Anthony
__ADS_1
" Benarkah? Apa istrimu tidak seperti itu? " Tanyanya
" Tidak " Jawab Anthony sambil memaksakan seulas senyum.
" Oh... baguslah kalau begitu. Tentu saja dia akan menjadi istri yang baik, karena suaminya adalah seorang pengusaha yang kaya raya seperti dirimu haha. " Candanya pada Anthony
Anthony hanya menanggapinya dengan senyuman.
" Ohiya, ngomong-ngomong bagaimana keadaan istrimu, apa dia sudah sehat? " Tanya Jason pada Anthony
" Sudah sehat? Apa maksudmu?.. Istriku baik-baik saja. " Ucap Anthony
" Bukankah dia sering bolak-balik ke rumah sakit ya? Aku pikir dia sedang sakit. " Ucap Jason
" Bulak-balik ke rumah sakit? Istriku? Dia tidak pernah pergi ke rumah sakit. Dia sehat, untuk apa datang ke rumah sakit. " Jelas Anthony
" Istrimu Kimberly Maurer kan? " Tanyanya lagi pada Anthony
" Iya " Jawab Anthony
" Kamu tau kan, istriku itu seorang perawat di sebuah rumah sakit besar di kota ini? Dia bercerita padaku, kalau dia itu sering melihat istrimu datang ke rumah sakit. Bahkan baru tadi malam istriku bercerita, kalau beberapa hari yang lalu dia juga melihat istrimu kembali datang ke rumah sakit. " Jelas Jason
" Benarkah? " Tanya Anthony sambil mengerutkan keningnya
" Apa istriku salah mengenali orang ya? " Tanya Jason
Anthony terdiam
" Tapi dia selalu yakin kalau wanita yang dia lihat itu adalah Kimberly Maurer. Ah... apa nanti aku coba tanyakan lagi ya. Siapa tau istriku memang salah mengenali orang " Ucapnya lagi
Kimberly? Sering datang ke rumah sakit? Untuk apa??
Ucap Anthony dalam hati
__ADS_1
Bersambung~