TEMAN RASA PACAR

TEMAN RASA PACAR
Part 16. H-9 "Selasa kedua"


__ADS_3

Waktu itu pagi-pagi sekali setelah apel pagi, aku menghampiri Wulan untuk menanyakan pesan misterius yang ada di Handphoneku semalam. Tetapi Wulan mengelak dan mengatakan bahwa itu bukan nomornya dia. Tetapi ketika kutanya apa dia kemarin ke rumahku. Dia juga mengatakan tidak kepadaku dengan santai.


"Oh,,, jadi ada permainan di belakangku selama ini." gumanku didalam hati.


Aku sudah tahu saat itu dia sedang berbohong karena bundaku telah mengatakan semuanya itu semalam. Dan bunda adalah orang yang paling jujur yang pernah aku temui dimuka bumi ini.


Aku tersenyum menatapnya yang lagi memasang muka meyakinkan atas kebohongannya itu. Tetapi aku menyukai kebohongan yang sedang ia permainkan itu.


"Aku akan ikut dalam permainanmu itu, Wulan.!!" gumanku didalam hati.


Ketika didalam kelas saya mulai lagi belajar matematika, mulutku komat-kamit menghafal beberapa rumus. Dan Wulan pun sama sepertiku. Tetapi hari itu aku lupa mengerjakan tugas matematika karena Minggu kemarin aku sibuk memikirkan Wulan.


Dan saat pak Frid datang dan meminta semua mengumpulkan tugas matematika ternyata hanya aku dan Putry yang tidak mengerjakan tugas.


" Apa ada yang tidak mengerjakan tugas?? "Tanya pak Frid.


" Ada ,,"" jawab mereka serentak.


" Ayo,,, silahkan keluar dari kelasku karena aku malas mengajar orang yang tidak mengikuti aturanku."" kata Frid menegaskan dengan nada tinggi tetapi sangat tenang.


Aku sama Putry bangun kedepan dengan diiringi ketawa dari teman-teman dikelas itu. Dan Wulan tidak menatapku sama sekali saat itu. Hanya menundukan kepala tanpa sepatah kata saat itu.


" Ah sial,," gumanku didalam hati.

__ADS_1


" Oh,, jadi ini. Pasangan terhebat dikelas ini." kata pak Frid saat itu.


"Hahahahahah.." ketawa mereka.


Aku benar-benar malu saat itu karena dipermalukan sama pak frid, bahkan untuk saat ini aku tidak berani melihat kearah Wulan. Jujur aja baru kali ini aku malu karena tidak mengerjakan tugas sekolah karena sejak SMP dulu aku sudah terbiasa dengan hal ini.


" Silahkan keluar sebentar iya, bapak dan ibu yang terhormat." Kata pak Frid lagi.


"Hahahahah,," ketawa ngakak teman-teman sekelas.


Kami keluar dengan langkah kaki yang menunduk kerena malu. Sebenarnya aku malu bukan karena ketawa mereka tetapi karena wulan tidak melihatku saat itu.


"Pasti Wulan akan marah sekali sama saya. ah sial...." gumanku didalam hati.


"Hai,,, namaku Putry. Nama kamu Rhido kan." suara itu dari bibir Putry.


" Iya... . Eh saya tinggal di desa kembang kalau kamu tinggal dimana.??" aku bertanya kepada Putry.


" Tanah putih." kata Putry saat itu.


"Sekarang kita kemana ini??? " Tanya Putry kepadaku.


" Perpustakaan aja, yuk!! ajakku kepada Putry.

__ADS_1


"Ayo... biar sekalian kita kerjakan tugas matematika itu."" kata Putry.


"Oke." kataku sambil sedikit tersenyum kepada Putry.


Oya Putry ini adalah anak yang tomboy habis. Tetapi cantik juga pikirku didalam hati. Tetapi siang itu bersama Putry tidak sama seperti Wulan. Mungkin karena Wulan adalah orang yang paling spesial dihatiku.


Ketika lonceng pergantian mata pelajaran berbunyi tepat saat itu pun kami telah selesai mengerjakan tugas matematika itu. Tetapi semuanya akan salah karena saya sama Putry adalah dua insan yang sama yaitu sama-sama tidak menyukai matematika .


Kami meninggalkan Perpustakaan pergi mencari pak Frid untuk memberikan tugas kami itu sekalian minta maaf.


Setelah itu didalam kelas kami disambut dengan ketawa dan ejekan dari teman-teman terlebih beni yang saat itu memang suka usil untuk siapa pun.


" Cieee,,, pasangan yang sangat serasi. hahahahhh!!!" ejek mereka kepada kami.


Dan ketika waktu istirahat tiba saya mengajak Wulan keluar sebentar tetapi Dia mengatakan kalau ia malas keluar jadinya saya mengikuti beni dan Yanto saja.


Dan hari itu disekolah pun berakhir seperti cerita kemarin dan kami pulang kerumah.


" Sampai ketemu lagi di episode selanjutnya "


From Rhido


Dear Wulan

__ADS_1


__ADS_2