
Seperti biasa pagi itu, saya pergi ke sekolah dengan ojek. Setibanya di sekolah, saya mendapatkan semuanya telah berbaris seperti kemarin juga. Saya datang dan bergabung bersama mereka.
Tidak lama kemudian datang ibu Mia membawa sebuah map berwarna biru ditangannya.
"Selamat pagi anak-anak" Sapa ibu Mia dengan ramah dan lembut.
Selamat pagi ibu, " jawab kami serentak.
" Sebelumnya saya ingin berterimakasih atas kerapian yang saat ini saya lihat. Baiklah saya akan membacakan pembagian kelas menurut hasil wawancara kemarin. " lanjut ibu Mia.
" Dan nama-nama yang saya sebutkan silahkan memisahkan diri sesuai dengan kelasnya " Kata Ibu Mia.
Ibu Mia mulai membaca nama-nama itu.
Mulai dari IPS 1 ada 30 siswa, IPS 2 ada 30 siswa, IPS 3 ada 30 siswa, dan saya masuk kelas IPA yang cuman satu kelas saja.
" Semua silahkan bergabung dikelas masing-masing " kata ibu Mia.
Saya bergabung bersama mereka yang memilih Jurusan IPA, ada 20 orang.
Sembilan perempuan dan sebelas laki-laki.
" Mereka inikah yang akan mewarnai ceritaku tiga tahun kedepan " Gumanku didalam hati sambil melihat kesembilan belas orang yang menemani saya di kelas IPA.
" Silah pergi dan membersihkan kelasnya masing-masing" kata ibu Mia.
Kami pun pergi ke kelas kami, dengan arahan seorang pembimbing yang lainnya.
Kami mulai menyapu, ngepel ada juga yang ngelap kaca dan saya memilih merapikan bangku dan meja yang berantakan.
Saat semua telah selesai, tidak lama kemudian datang seorang ibu guru lain lagi yang cantik dan seksi sekali.
Kami semua disuruh duduk dibangku masing-masing. Untuk mendiskusikan beberapa peraturan kelas.
"Selamat pagi " sapanya. Dan kami membalasnya dengan ramah.
" Perkenalkan nama saya ibu Ana, saya adalah Wali kelas kalian yang baru" lanjutnya.
"Baiklah semuanya silahkan perkenalkan namanya satu persatu, sehingga kita saling mengenal satu sama lainnya." lanjut ibu Ana lagi.
__ADS_1
Seorang cewek yang duduk didepan mulai bangun dan memperkenalkan dirinya.
" Nama saya, Maria Andini, bias dipanggil Dini, umur saya 15 tahun, saya tinggal dikos belakang sekolah. " kata Dini.
" Berikutnya " Kata ibu Ana.
" Nama saya Aryanti Manu, biasa dipanggil Yanti, hobbi saya menggambar dan saya tinggal ngekos juga seperti Dini," kata Yanti,
"Nama saya, Jhon" kata orang yang ketiga.
"Nama saya Yanto" yang keempat.
"Nama saya Wulanti Mau, bisa dipanggil Wulan, hobbi saya Menulis dan membaca" kata dia yang duduk disampingku.
Sontak semua mata tertuju kepadanya. Dan aku pun ikut memperhatikannya saat sedang berbicara. Aku tersenyum melihat dia yang sedang memperkenalkan namanya.
" sungguh cantik ciptaan Tuhan ini. Kemana aja saya kemarin. Kenapa bisa saya gak melihatnya." gumanku didalam hati dengan mata tidak berkedip melewatkan momen yang terbaik ini.
"Berikutnya" kata ibu Ana. Namun aku tidak menyadari hal itu.
" Berikutnya." Kata ibu Ana dengan nada tinggi dan mengengagetkan diriku.
" Malah melamun lagi." kata ibu Ana kepadaku.
Saya berdiri dengan kepala sedikit menunduk karena itu memang sifat burukku yang susah saya tinggalkan.
" Nama saya Rhidolti Padrepio, biasa dipanggil Rhido, hobbi saya bermain bola voli, saya dari desa kembang. Trimakasih. " Setelah memperkenalkan diri aku kembali duduk.
Namun terlihat Wulan terus melihat kearah diriku dan aku tidak tau apa yang sedang ia pikirkan saat itu.
" Nama saya Beni" kata orang yang ketujuh.
"Nama saya Lili" kata orang yang kedelapan.
"Nama Saya Putri" kata orang yang kesembilan.
Nama saya Rafly" yang kesepuluh.
"Nama saya Agnes, saya Lory, saya Nining, saya Deta, saya Tony, saya andre, saya Rival, saya juven, saya servas, saya andri, saya Tonce, " semuanya memperkenalkan namanya masing-masing.
__ADS_1
" Oke baik, saya harap kedepannya kita yang akan menjadi teladan untuk sekolah ini. Sekarang sebelum kita mengambil langkah, mari kita pilih siapa yang mau jadi ketua kelas " Tanya ibu Ana.
" Saya, " kata andri sambil mengangkat tangannya.
Sesekali mata saya terus menatap wulan yang begitu mempesona disamping saya.
" Kalau kayak gini, aku akan lebih semangat kesekolah. Aduh Rhido kemana aja kamu kemarin. Kenapa saya tidak melihatnya" gumanku dalam hati mengucapkan kata penyesalan itu terus menerus.
" Oke baik, mulai sekarang andri yang jadi ketua kelas disini. Dan sekarang dari cewek siapa yang mau jadi wakil ketua kelas?? " Tanya ibu ana lagi.
Aku melihat kearah wulan karena sangkaku mungkinkah dia akan mengangkat tangan.
Tapi.....
" Saya mau ibu" suara itu datang dari arah Yanti.
"oke baik sekarang yanti, yang jadi wakilnya"
" sekarang untuk sekretaris, "
" saya ibu, " kata beni.
" dan untuk bendahara siapa yang mau?? " kata ibu ana.
" saya ibu" kata deta mengangkat tangannya.
"oke baik sekarang semuanya sudah jelas, hormati mereka yang sudah saya tetapkan, dan ingat saling bekerja sama dan bersahabat, satu hal yang harus kalian catatkan adalah bahwa kenanganmu terukir mulai hari ini. Buatlah itu menjadi yang tak terlupakan." kata ibu ana.
" Siap ibu " jawab kami serentak.
" Ibu kira mungkin sekian dulu untuk hari ini dan sampai ketemu lagi besok. Selamat siang " Ibu ana pun pergi meninggalkan kami.
Dan kami mulai melanjutkan beberapa aktifitas selanjutnya yang tadi belum sempat berakhir.
"Ting.. Ting..Ting... " lonceng sekolah berbunyi tandanya semua berkumpul lagi dilapangan dan pulang ke rumah masing-masing.
" Sampai ketemu lagi di episode selanjutnya "
" Salam hangat menyapa kamu "
__ADS_1
From Rhido
Dear Wulan.