
* Cerita dari sudut pandang WULAN
(Pagi-pagi di sekolah)
Diatas panggung pagi itu, terlihat dia telah berdiri disana, Rhido menyampaikan beberapa informasi tentang Mading yang saat ini Rhido kerjakan.
Kata Rhido:
" Selamat pagi teman-teman, Trimakasih telah berkenan berpartisipasi dalam Mading pertama SMA MELATI, semoga dengan ini kita bisa melestarikan kembali gemar menulis disekolah ini. Infomasi selanjutnya silahkan baca sendiri dipanpan pengumuman. Sekian dan terimakasih."
Dia yang dulunya pemalu dan tidak berani, Kini telah menjadi sosok yang menjadi panutan di sekolahku. Rhido benar-benar bertanggung jawab atas tugas yang saat ini dia pikul yaitu Ketua seksi Mading dan sastra Indonesia di SMA MELATI.
"Katakan lagi, Rhido. Bahwa kamu mencintaiku dan aku akan tidak akan menolakmu untuk kedua kalinya." ucapku didalam hati.
" Aduh Rhidooo, kamu memang yang terbaik." Kata seorang perempuan yang saat itu berada disampingku. Dia adalah Yenny.
" Rupanya, sekarang aku memiliki saingan untuk mendapatkanmu." Ucapku didalam hati.
Aku menatap Yenny yang saat ini serius sekali menatap Rhido,
" mungkinkah Rhido akan berpaling kepadanya." Ucapku didalam hati lagi.
* Cerita dari sudut pandang Rhido.
(Didalam kelas)
" Wulan!!! ini kamu pegang dulu buat simpanan sampai kamu sudah mendapat kiriman dari ibumu." aku memberikan sejumlah uang untuk Wulan. Uang itu aku dapatkan dari hasil menang lomba kemarin sebagai pemain terbaik.
" Tapi Rhido,,,,,," Kata Wulan
Belum juga selesai apa yang akan dikatakan Wulan, aku langsung menaruh uang itu disaku bajunya. Dan aku langsung meninggalkannya pergi ke tempat dudukku.
Wulan masih melihat kearahku dan menebarkan senyum Trimakasih kepadaku.
" Seperti kata kakek, aku akan memetik buah cinta sejati bila aku bersabar menanti semuanya itu datang dengan sendirinya." Ucapku didalam hati saat kupetik senyuman Wulan pagi itu.
Pelajaran pagi itu berlangsung begitu panas, karena Wulan dan teman-teman yang lainnya saling berebutan menjawab pertanyaan yang dilontarkan ibu fisika. Dan kecuali aku yang kurang mengerti apapun tentang matematik hanya bisa berpura-pura belajar saat itu.
Sesekali Wulan melihat kearahku saat aku tak menjawab apapun saat itu. Lalu mengapa aku memilih masuk kelas IPA???. Jawabannya adalah karena bunda menyuruhku mencoba sesuatu yang tidak bisa aku lakukan.
Setelah selesai pelajaran pertama pagi saat itu langsung disambung lagi dengan pelajaran Kimia. "Benar-benar hari yang sangat menyebalkan" Ucapku didalam hati saat ibu Ana masuk membawakan mata pelajaran Kimia.
__ADS_1
Setelah beberapa waktu pelajaran kimia berlangsung, aku berpamitan ke toilet.
" Permisi buk, Aku ke toilet sebentar." Ucapku meminta ijin kepada ibu Ana.
''Oya silahkan!!" Kata ibu ana mempersilahkan aku pergi tanpa curiga kalau saya lagi malas mengikuti pelajarannya.
Saat aku hendak keluar saat itu sempat aku melihat kearah Wulan dan ternyata dia sedang menatapku dengan pandangan datar.
Tetapi aku menanggapinya dengan mengedipkan satu mata kepadanya.
Ditoilet aku hanya duduk santai didalam toilet sambil memainkan permainan ular yang ada di Handphoneku. Sampai sekitar 20 menit kemudian aku kembali kekelasku.
Dikelasku, ibu Ana sudah pergi karena waktunya istirahat untuk hari itu.
" Syukurlah,!!!" Ucapku didalam hati.
" Darimana aja kamu???" Suara Wulan dari mengagetkanku dari belakang.
" Dari toilet, ibu negara!!!" kataku kepada Wulan dan mencubit pinggangku.
" Auwwww.. sakit tau!!!" Kataku merengek kesakitan sambil mengelus-elus bekas cubitan Wulan.
" Ini ada tugas dari ibu ana.!!!" Wulan menyerahkan sebuah buku yang ada pertanyaan-pertanyaan kimia.
" Dicatat di bukumu biar kamu gak dikeluarkan lagi dari kelas seperti kemarin." Kata Wulan lagi.
" Iya,,,, ibu negara" kataku kepada Wulan.
Waktu istirahat pun berakhir, Pak Yos telah berada berada didalam kelas dan akan mengajarkan pelajaran bahasa Indonesia.
Setelah beberapa waktu kemudian, pak Yos mempersilahkan saya untuk memberikan satu contoh puisi Romansa.
" Rhido!!! " Panggil pak Yos. Aku mengangkat tangan menunjukan diri.
" Kamu sebagai ketua seksi Mading dan sastra Indonesia, coba berikan satu contoh puisi Romansa" Kata pak Yos..
Semua teman-teman di dalam kelas itu melihat kearahku.
__________________________________________
# Puisi Rhido.
__ADS_1
KAMU YANG DIHATIKU
Namamu kusebut dalam setiap doa-doaku.
Kepada sang pencipta nafas untukku
Aku mohon.........
Berikan separuh nafasku kepadanya
Sehingga dia terus bahagia dalam umur yang panjang.......
Untuk menikmati hidupnya
Kepada Sang cahaya.
Aku selalu dan selalu meminta
Jangan pernah dan sekali menutup mata
Sehingga dibumi.....
Pujaan hatiku tak sepi dan merana
Kamu yang dihatiku.
Maaf aku telah menyakitimu
Dengan kataku yang memaksamu
Mencintai yang tidak kamu cintai...
By: Rhido.
___________________________________________
" Trimakasih" aku mengakhiri puisiku.
Semua teman-teman bertepuk tangan kepadaku. Dan Wulan sedang terlarut dalam lamunannya. Mungkin dia sedang memikirkan puisiku itu.
" Sempurna" Kata pak Yos kepadaku.
__ADS_1