
* Cerita dari sudut pandang Rhido.
( Dirumahku sedang makan malam)
" Pio, " ayah menyebutkan namaku saat itu.
Aku melihat kearahnya.
" Kamu tadi dicariin sama Om Tinus, katanya besok tolong antarin dia ke tempat tinggalnya....
(ayah berhenti sejenak karena lupa namanya Wulan.)
" Siapa iya itu namanya??" ( Ayah mencoba mengingat namanya Wulan.)
" Wulan" ucapku mencoba menebak apa yang akan disebutkan ayah.
" Iya itu, Wulan. Ayah juga udah kasih nomormu ke dia, katanya besok tinggal hubungi kamu aja." Kata ayah sambil terus menyantap makanan saat itum
" Ohhh..." jawabku singkat saja.
" Oya Pio, emang kamu ada hubungan apa sama Wulan." Tanya ayah kepadaku yang membuatku sedikit kaget saat itu.
" Hhmnn,, hmmm" Bunda juga kaget mendengar perkataan ayah itu.
" Gak ada apa-apa kok" kataku kepada ayah meyakinkannya.
" Ayah berharap begitu iya, karena ayah gak mau kamu tidak fokus belajar karena ngurus pacaran" kata ayah menasehatiku.
" Iya ayah, Pio janji akan menjadi yang terbaik buat ayah." Kataku sambil mencium pipi ayahku.
" Iya sudah sana belajar," kata ayah menyuruhku pergi.
( Keesokan harinya).
__ADS_1
" Tut,,Tut,,, Tut,,," handphonku berdering.
" Hallo" jawabku kepada suara dalam telpon itu.
" Rhido!! ini dengan Om Tinus, gimana?? apa kamu udah siap, saya tunggu di depan rumah iya." kata om Tinus.
" iya om." jawabku kepada Om Tinus dan mengakhiri telpon itu.
Sesaat kemudian aku terlah sampai didepan rumahnya om Tinus dengan Vey hitam manisku.
" Tante gak ikut iya, om???" Tanyaku kepada Om Tinus.
" Iya, Tante masih ada urusan." kata om Tinus yang kuduga sedang berbohong karena Tante Linda pasti masih marah kepada Wulan.
Aku gak tahu masalah yang sebenarnya terjadi antara Wulan dan Tante linda. Aku hanya mengikuti apa yang hati kecilku inginkan yaitu mendukung yang memberikan kenyamanan.
" Ayo om, " ajakku kepada Om Tinus.
Saat itu om Tinus menggunakan mobil dan mengikuti dari belakang.
" Disini Wulan tinggal, Om. " Kataku sambil menunjuk berderet-deret kamar-kamar kos-kosan itu.
" Ayo om, kita masuk kedalam." Ajakku lagi kepada Om Tinus.
Kami telah sampai didepan kamar Wulan tetapi terlihat kamar Wulan terkunci dari luar.
Kebetulan disitu ada Selly kakak kelasku yang masih ada disitu.
" Kak Selly,!!" Aku memanggil dia.
Dan dia menoleh kearahku.
" Cari Wulan iya,!!" Kata kak Selly yang sudah tahu maksud aku memanggil namanya.
__ADS_1
" iya kak!!!" kataku kepadanya.
" Wulan udah berangkat dari tadi, " kata kak Selly kepadaku.
"Oya makasi iya kak!!" kataku kepada kak Selly dan dia menanggapinya dengan satu senyuman pagi yang indah.
Mungkin kata orang benar bahwa gadis-gadis dikota jauh lebih cantik dibandingkan dikampung. Tetapi ketika satu senyuman keluar dari wajah gadis-gadis kampung maka aku akan mengatakan gadis-gadis dikota kalah manis sama gadis yang dikampung.
" Ya sudah Ido, Om pulang dulu. Nanti tolong Salamin Wulan dan kasihkan ini untuk dia." Kata om Tinus kepadaku sambil memberikan sebuah amplop kepadaku.
" Nanti saya bilangin ke Wulan " Kataku kepada Om Tinus.
" Dan bilangin ke Wulan, Om kangen sama dia." Kata om Tinus dengan nada serak-serak.
" Iya om, Nanti saya bilangin ke Wulan." kataku kepada Om Tinus.
Setelah itu om Tinus memacu mobilnya meninggalkan saya ditempat itu.
" Ayo Vey, kita ke sekolah" Kataku kepada motor kesayanganku itu.
Pagi itu sudah pukul 7:00, yang artinya saya terlambat lagi.
" Selamat pagi, pagi pak," sapaku kepada satpam sekolahku.
" Kamu lagi, Kamu lagi!!!" Kata Pak Ignas kepadaku.
" Maaf pak," kataku.
" Sebagai hukumannya kamu bersihkan halaman depan perpustakaan itu." pak Ignas menunjuk lantai perpustakaan yang kotor sekali.
" Baik pak," (Aku berlari mendapatkan alat pel dan mulai membersihkan lantai yang kotor itu. Ketika semuanya telah bersih aku berniat untuk melihat kedalam perpustakaan. Tetapi saat aku telah berada didalam, aku mendengar ada suara yang sedang bercakap-cakap dibalik rak-rak buku itu.
Aku penasaran dengan suara yang menurutku tak lagi asing ditelingaku....
__ADS_1
Dan ternyata benar, dibalik rak itu ada Wulan dengan seseorang....
" Wulan sedang apa disini?? Truss sama siapa dia??? " aku mulai tak tenang karena suara itu adalah suara laki-laki.