TEMAN RASA PACAR

TEMAN RASA PACAR
Part 6, Malam dan hari ketiga,


__ADS_3

Setelah siang tadi, aku telah terbang diatas dilangit diselimuti awan putih yang bersahaja hingga terlarut dalam kehangatan senja. Bahkan aku lupa malam telah menyapaku dalam dingin dan dalam sepi hingga membawaku hilang dalam lamunanku sendiri.


Aku telah menemukan cahaya yang baru dalam hidupku. Cahaya baru dan pertama yang kurasakan kenyamanannya. Setelah sekian lama kegelapan merenggut hidupku.


"Dalam kesenian jejak kaki menjejakan langkah hidupnya. Wulan, kamulah orang yang selama ini aku cari. Rembulan yang ingin kukantongi dalam mimpiku"


Ungkapku pada bintang yang kusangka adalah Wulan.


Puisi Rhido :


Dear Wulan,


Kusapa wulan lewat bintang


Yang begitu terang


Terangi mimpiku


Lewat rembulan kepada wulan


Lewat bisikan angin malam


Selamat tidur


Lewat angin kutitip rindu


Lewat waktu aku menitip pesan


Cepatlah pagi


Mengobati sepi


From Rhido


"Selamat malam wulan,,, ahh aku telah gila. "


Cerutuku didalam kesepian tidurku.


Aku tertidur pulas dan lupa dengan waktu yang berjalan tak menunggu.


" Rhido,,, Rhido,,, Rhido,,, ayo bangun udah setengah tujuh, kamu gak sekolah?" Ibuku membangunkanku.

__ADS_1


Perkenalkan keluargaku, aku adalah anak pertama dari 3 bersaudara, ayahku bernama bapak Rafael dan ibuku bernama ibu Hermina. Adik pertamaku bernama Patris, sudah kelas 1 SMP, dan adikku yang terakhir baru aja berumur 5 tahun bernama Jason.


Kami adalah keluarga yang sederhana karena ayah dan ibuku petani yang memiliki pendapatan yang sangat minim tetapi kami hidup bahagia. Karena tak selamanya kebahagiaan hanya dimiliki oleh mereka yang hidup berkelimpahan harta.


Cepat-cepat saya pergi mandi, sarapan dan menunggu ojek. Tidak begitu lama datang tukang ojeknya dan saya pun berangkat kesekolah.


Sesampai disekolah semuanya telah selesai apel pagi karena semua sedang membersihkan halaman kelas masing-masing.


"Hei,, kamu baru datang iya. " Suara itu menyapaku.


Dia adalah guru penjaga sekolah/satpam disekolah. Namanya pak Ignas.


" Maaf saya datang terlambat, pak" kataku kepadanya,


"Iya sudah,,, karena ini masih masa orientasi jadi kamu saya beri ampun. Tapi ingat, lain kali jangan diulangi. Paham" kata pak ignas.


"Paham, "jawabku


Aku berlari mendapatkan kelasku yang sedang bergotong royong membersihkan kelas untuk pelajaran besok.


Oya jadi selama tiga hari ini kami melakukan MOS atau Masa orientasi Siswa.


Dan hari ini adalah hari terakhir.


"Apa aku telah berbuat salah kepadanya, iya" gumanku didalam hati.


Setelah selasai, semua siswa pergi mencuci tangan dan semua sudah selesai tinggal Wulan yang sedang mencuci disana. Aku menghampirinya.


"Hai, " sapaku kepadanya,


Dia melihatku namun tidak mengatakan apapun. Aku mulai bingung dengan sikap wulan ini. Cepat-cepat kucuci tangan dan pergi, tetapi iya mengikutiku dari belakang. Namun tetap saja tidak mengatakan sepatah kata pun.


" Kamu kenapa,??" tanyaku


"Dari mana aja kamu tadi pagi, mengapa kamu datang terlambat?? " katanya kepadaku dengan nada sedikit marah.


" Tadi pagi aku nungguin kamu didepan rumahku, " lanjutnya.


Aku semakin heran saja dengan sikapnya Wulan ini. Bukankah kami baru saling mengenal kok dia udah marah aja sama saya.


" Maaf tadi pagi aku kesiangan. Semalam aku tidurnya jam 12 " ceritaku padanya.

__ADS_1


" Emang kamu ngapain. Belajar!!! Iya gak mungkinlah. Kitakan belum pelajaran sama sekali. " Jawabnya kepadaku


" Aku semalam gak bisa tidur karena mikirin kamu tau." kataku didalam hati.


"Sorry" aku memohon kepadanya


" iya sudah,, aku akan maafin kamu kalau kamu traktir aku makan," kata Wulan.


" Maaf Wulan aku gak punya uang, " Kataku kepadanya,


Aku mengatakan yang sejujurnya karena memang aku hanya diberi lima ribu buat ongkos angkotnya saja.


" iya sudah kalau gitu aku yang teraktir kamu makan giamana." ajak wulan kepadaku.


" Maaf wulan,, aku gak mau, soalnya aku diajarkan ayahku untuk tidak menerima pemberian secara gratis"


Dan Wulan hanya diam menatapku. Aku tidak tahu apa yang sedang iya pikirkan.


" Ting,, Ting,, Ting,, lonceng sekolah berbunyi"


Tandanya berbaris dilapangan.


"Selamat siang anak-anak" sapa ibu kepala sekolah ramah.


Oiya kepala sekolah kami bernama ibu Merry dan aku mengetahuinya setelah Wulan memberitahukan itu kepada diriku.


" Hari ini adalah hari terakhir kalian MOS, dan besok adalah pelajaran pertama kalian, silahkan lihat jadwal yang ada dan mulailah pertarungan di SMA Melati ini. Sekian dan terimakasih, selamat siang dan sampai ketemu besok" Kata ibu kepala sekolah.


Kami berdoa dan pulang masing-masing.


Kecuali saya pulang bersama Wulan teman baruku. Waktu itu hari masih setengah pagi, masih sangat hangat untuk dinikmati.


" Wulan, kita jalan aja kamu mau gak??" Ajak ku pada Wulan.


" Ayo, aku bosan naik bus" Sambung Wulan.


Sebenarnya aku berniat mengajak Wulan kesuatu tempat, semoga aja dia mau. Ya Tuhan, tolong bantu aku untuk mewujudkan rencanaku ini.


" Sampai ketemu lagi di episode selanjutnya "


" Salam mentari pagi "

__ADS_1


From Rhido


Dear Wulan


__ADS_2