
* Dua hari sebelum 17 Agustus,
Akhirnya kami telah lolos kebabak final untuk memperebutkan juara satu melawan tim dari sang pengacau Rudy yaitu Desa Batu Putih. Dan final akan bergulir tanggal 17 Agustus setelah upacara bendera nanti.
Sebelum hari itu, dihari ini kami masih melakukan aktivitas latihan paskibraka seperti biasanya. Aku benar-benar canggung bangat harus berdiri disamping Wulan dengan tanpa sekata apapun.
Terkadang aku berpikir bahwa, aku terlalu bodoh membuat janji tidak bicara itu. Sehingga hari ini harus ada patung-patung hidup berdiri berdampingan.
Harapanku terus bergelora telusuri waktu yang akan datang dengan cerita indah yang sekarang masih dalam bayangan. Mimpiku tersenyum karena akan menuai hasilnya selangkah lagi.
Jiwaku tertawa karena hidupnya Takan sendiri lagi dalam langkahnya. Hatiku Takan kosong karena akan ada Wulan yang mengisinya.
Tanganku Takan kesepian lagi dalam ayunannya karena akan ada tangan Wulan yang menggenggamnya. Dan bibirku akan membanggakan raga kepada orang-orang karena memiliki kekasih bagaikan putri dari negeri dongeng.
"Wahai waktu, cepatlah engkau bergulir!!! Aku tak sabar lagi dengan hari itu."
" Wahai siang cepatlah engkau berganti menjadi malam. Kini aku merindukan esokmu.!!!"
* Di kurung sama Rudy
Ketika kami telah selesai latihan hari itu dan pelatih mengatakan bahwa besok kami akan libur untuk mempersiapkan diri menyambut lusa dengan keadaan sehat.
Saat setelah selesai aku berlari ke toilet, bukan untuk menghindari Wulan tetapi aku benar-benar sudah tak kuat menahan kencingku saat itu.
Saat aku telah selesai dan keluar, tiba-tiba didepan pintu, aku dikagetkan dengan sebuah kain hitam yang dipasangkan dikepalaku. Aku melawan dalam keadaan tertutup mata namun tiba-tiba....
" Plok" sebuah barang padat menghantam kepalaku sehingga aku terjatuh tak berdaya dan tak ingat apa-apa lagi saat itu.
Aku gak tau berapa lamanya aku pingsan saat itu tetapi ketika aku sadar aku telah berada disebuah ruangan yang gelap dan dengan keadaan terikat. Aku gak tahu saat itu sedang berada dimana karena mati lampu atau hari yang telah malam.
Kepalaku masih sedikit berdenyut kesakitan. Aku berusaha melepaskan tali dari tanganku itu berulang kali namun masih tetap gagal. Aku teriak-teriak minta tolong namun tak ada orang saat itu yang mendengarkanku.
" Tolong,, tolong,,, tolong,,," Teriakku terus menerus.
Hingga benar-benar lama sekali aku terkurung diruangan itu, sampai aku telah lapar sekali. Aku tahu siapa yang melakukan perbuatan ini, siapa lagi kalau bukan sang pengacau Rudy.
__ADS_1
Aku benar-benar tak berdaya sekali dengan tangan terikat. Lalu aku mulai memaksakan diri lagi untuk melepaskan ikatan tangan dibelakang punggungku. Puji Tuhan, akhirnya tali itu terlepas dari tanganku. lalu Aku membuka ikatan pada kaki dan melepaskan penutup pada mulutku.
Diruangan itu sangat gelap, aku mencari pintu dan menemukannya, tetapi pintu dalam keadaan terkunci dari luar.
"Tolong,,, Tolong,,, Tolong,,," aku terus berteriak sambil memukul-mukul pintu dan tiba-tiba....
"Siapa disana??" Teriak satpam sekolah.
"Pak, tolong aku pak!!" teriakku pada penjaga sekolah.
" Krak,,, krak,,, krak,,," Suara kunci pada pintu.
" Sedang apa kamu disini???" Tanya penjaga sekolah itu kepadaku.
" Aku dikurung sama seseorang pak!!!" Kataku sambil menjelaskan semua kejadian mulai dari awal.
" Ya udah, besok aku bilangin sama kepala sekolah biar nenghukum orang yang sudah melakukan ini." Kata penjaga sekolah itu.
" Gak usah pak!!! aku gak apa-apa kok." kataku kepada kepala sekolah.
Esoknya, masih pagi-pagi sekali sekitar jam tiga.....
" Pak, aku pulang dulu!!". Kataku kepada penjaga sekolah.
" Ini gelap sekali, kok udah pulang aja!!" Kata penjaga sekolah.
" Gak apa-apa. Sekalian olahraga " jawabku.
Pagi itu aku berlari ngos-ngosan dari sekolah ke rumah.
" Selamat pagi, ayah!!" Aku menyapa ayahku yang lagi ngopi sambil melihat berita di televisi.
" Kamu baru pulang!!" Tanya ayah melihatku baru pulang saat itu.
" Maaf, ayah tadi malam aku numpang tidur dirumah teman. Dan lupa ngabarin." kataku kepada ayahku.
__ADS_1
" Ya udah lain kali kamu harus ngabarin iya.'''kata ayah kepadaku.
Aku pergi dan langsung berbaring tak berdaya diatas tempat tidur. "Dasar Rudy sialan."
Tunggu aja besok, aku akan mengalahkanmu dan mendapatkan kembali pujaan hatiku.
Ketika hari telah siang, bunda membangunkanku untuk sarapan. Aku bangun dan melkukannya. Setelah selesai makan aku kembali berbaring dan sambil mengotak-atik handphonku.
Aku melihat disana ada beberapa panggilan tak terjawab dan juga beberapa pesan belum terbaca. Aku membukanya dan kebanyakan panggilan itu dari orang tuaku. Dan ada satu hal lagi yang membuatku terkejut yaitu ada 10 panggilan tak terjawab dari Wulan.
" Ya Tuhan, apa Wulan kemarin menungguku." berkata didalam hati.
Lalu aku membuka kotak pesan dan disana ada dua pesan dari Wulan. Yang pertama Wulan menuliskan......
" Harus iya kita gak bicara sampai kamu juga menghindari aku.!!" Isi pesan dari Wulan.
Dan pesan yang kedua mengatakan.
" Kamu masih dimana sih. Udah jam tiga kok kamu belum pulang." isi pesan kedua.
" Ini semua gara-gara Rudy sialan itu."
Dan saat itu aku tanya sama ibuku...
" Bunda, apa kemarin Wulan kesini.??" Aku bertanya bunda.
" iya, itu nganterin baju seragam paskibraka kamu." kata Bunda sambil menunjuk kearah seragam itu.
" Oh Gitu....
" Sampai ketemu lagi di episode selanjutnya "
From Rhido
Dear Wulan
__ADS_1