
*17 Agustus.
Hari ini adalah hari yang telah aku tunggu setelah sekian hari lamanya. Dimana beberapa momen bahagia akan terjadi hari ini.
Wahai mendung, aku mohon menyingkirlah dari langitku. Janganlah engkau curahkan hujanmu pada bumiku untuk hari ini sehingga semua yang aku tunggu dapat aku petik dan aku nikmati hasilnya.
* Malam sebelum hari ini.
Aku benar-benar tidak bisa memejamkan mataku untuk terlelap pada pangkuan malam karena esok aku membayangkan akan mendapatkan nyanyian cinta dari bibir wulan.
______________________________________
* Sebuah puisi.
Dear Wulan.
Seperti yang terbayang
Rasakan sejuta kasih sayang
Dari putri yang penyayang
Wulan...........
Balasan untuk kata cinta
Ingin cepat aku berjumpa
Esok janganlah engkau pergi
Sudah lama aku menanti
Saat ini..........
Wahai purnama..
Tidurkan Ananda
Pada pangkuan malam
Sehingga esok jangan kelam.
Lalu tenggelam.....
__ADS_1
Tidurkan aku wahai biduan malam
Tuk menikmati esok yang indah.
By: Rhido.
________________________________________
Pagi-pagi sekali.
" Rhido!!! Rhido!!! ayo.. bangun" Bunda membangunkan diriku.
" Bun,,, aku masih ngantuk." Kataku memalaskan diri.
" Ayo,, bangun. Anak laki kok manja!!!" Kata bunda lagi.
" Iya,, aku bangun!!" kataku kepada bunda.
Saat aku membuka mata di depanku telah ada segelas susu putih.
" Tumben, Bun!! Ada susu pagi-pagi." kataku kepada bunda.
" Kalau kamu gak mau, bunda yang minum aja" Kata bunda kepada.
"Benar-benar hari yang menyenangkan. Ya Tuhan semoga hari ini tak berujung kecewa." Ucapku didalam hati.
Aku menyantap semuanya itu dengan begitu lahapnya. " Aku jangan sampai mengecewakan bunda pas upacara bendera nanti." Ucapku lagi didalam hati.
Saat setelah selesai makan aku mengambil handuk dan pergi untuk mandi. Ketika didepan pintu aku berpapasan sama bunda yang sudah selesai mandi.
" Bunda mau kemana!! Kok udah mandi pagi-pagi gini." Tanyaku kepada bunda saat itu.
" Bunda mau melihat anak kesayangannya menarik bendera pas upacara nanti." Kata bunda sambil meninggalkanku.
Memang saat itu aku yang bertugas menarik bendera saat lagu Indonesia Raya dinyanyikan dan Kak Rocky yang mengikat bendera pada tali dan pada tiang.
Setelah selesai mandi, aku mulai mengenakan pakaian kebanggaan hari itu, Adikku Patris juga sudah memakai seragam SD , dan bunda juga sudah berpakaian rapi.
Sedangkan ayah sudah pergi terlebih dahulu dan sengaja meninggalkan motor untuk kami pakai hari itu.
Aku sempat berfoto bersama adik-adikku dan juga dengan bundaku tersayang. Setelah selesai kami pun berangkat ke kecamatan karena upacara peringatan HUT RI akan diadakan disana.
* Di Kecamatan.
__ADS_1
Bunda bergabung bersama ibu-ibu lainnya, adikku Patris bergabung bersama sekolahnya dan aku pergi bergabung bersama pasukan paskibraka lainnya. Wulan telah berada disana tatapi kami telah berjanji untuk tidak berkata satu sama lain hingga aku sudah mengalahkan Rudy.
Singkat cerita, Upacara pun dimulai, kami telah berbaris ditempat yang telah ditentukan. Sesaat kemudian tibalah giliran kami untuk mengibarkan sang saka merah putih.
" Untuk pasukan sang saka merah putih,!! Langkah tegap majut jalan!!!" Teriak Rudy sebagai pemimpin pasukan paskibraka saat itu.
" Pak,,, pok,,, pak,,, pok,,, pak,,, pok,,," Begitulah bunyi langkah kaki kami serentak yang terdengar menggetarkan jiwa dan raga.
Sesaat setelah tiba didepan tiang bendara...
" Bentuk formasi!!! Jalan." Teriak Rudy lagi.
Kami yang saat itu telah tahu gerakannya langsung saja membentuk formasi, Dimana kami sebagai pasukan delapan bergerak menuju tiang bendera.
Setelah kami berhenti Rudy pergi melapor kepada pembina upacara.
" Lapor!! " Rudy mengatakan semua yang dilafalkan dan kembali ke tempatnya.
Disinilah momen dimana Wulan akan berjalan sendiri pergi mengambil bendera diatas mimbar tempat pembina upacara berdiri. Dan Wulan berhasil melakukannya dan kembali ke tempatnya dengan tak melakukan kesalahan apapun.
Lalu tibalah saatnya saya, Kak Rocky dan Wulan pergi menaikkan bendera keujung tiang.
" Luruskan" Kata Wulan dengan diikuti kami meluruskan barisan kami bertiga.
" Tiga langkah kedepan, Jalan!! " Kami mengikuti perintah Wulan dan menghadap kiri dan kanan, Sehingga saya dan Kak Rocky sudah saling berhadapan didepan tiang bendera.
Setelah kak Rocky selesai mengikat bendera.
Wulan berteriak.
" Bendera siap!! " Suara Wulan begitu lantangnya mengatakan itu dan aku begitu bangga dengan hal itu.
Dan lagu kebangsaan pun dinyanyikan seirama dengan tarikanku hingga semuanya usai.
Kami pun kembali melakukan gerakan-gerakan paskibraka dan kembali mininggalkan tempat itu karena tugas telah kami laksanakan.
Aku begitu senangnya menampil itu dihadapan bundaku. Dan aku benar-benar senang sekali telah melakukan tugas itu.
" Seperti inilah rasanya menjadi seorang Patriot. "
" Sampai ketemu lagi di episode selanjutnya "
From Rhido
__ADS_1
Dear Wulan.