TEMAN RASA PACAR

TEMAN RASA PACAR
Perjuangan Akhir


__ADS_3

Setelah upacara selesai, dilapangan itu begitu ramainya dengan anak-anak yang berlarian kesana-sini.


"Bunda!!! Bunda mau pulang apa masih disini." Tanyaku kepada bunda karena saat itu aku hendak pergi mengganti pakaian untuk pertandingan final saat itu.


" Bunda, mau lihat kamu tanding boleh gak.??" Tanya bunda kepadaku.


" Iya,, bolehlah, masa' gak boleh sih!!!, Iya udah Bun!! aku pergi ganti dulu." Kataku berpamitan.


Saat itu aku ingin mengajak Wulan tetapi perjanjian itu harus aku tepati. Lagian saat itu Wulan udah bawa pakian gantinya.


Setelah sampai dirumah, aku membuka handpondku sejenak, memang dari dulu aku gak suka aja kemana-mana harus bawa handphone.


Terlihat disana ada satu pesan yang belum terbaca olehku dan dari waktu pengirimannya menujukkan jam enam pagi. Pesan itu dari Wulan.


___________________________________________


* Isi pesan dari Wulan.


"Selamat pagi, Rhido!!!"


" Hari ini, kamu semangat iya"


" Jangan lupa makan biar kamu kuat."


" Aku tunggu kamu."


by: Wulan.


___________________________________________


Pesan itu seakan manambah motivasiku untuk mengakhiri persaingan ini. Aku pasti memenangkanmu Wulan.


Saat itu aku masih berbaring sejenak sambil terus membayangkan wajah cantik Wulan dihadapanku. Takut ketiduran, jadi aku bergegas mandi, berpakaian rapi seperti pemain bola voli, lalu aku menutupi celanaku dengan celana jeans panjang dan mengenakan sebuah jaket Levis. Lalu aku kembali berpacu sepeda motor ayahku ke kantor kecamatan.

__ADS_1


Ketika tiba disana, ada beberapa orang yang terpesona dengan penampilanku. " Semoga saja Wulan juga seperti mereka." Ucapku didalam hati


Setelah itu aku bergabung bersama mereka yang sudah berpakaian ala pemain pada umumnya.


" Kok, kamu pakai pakaian kayak gini!!" Tanya kak Alex setelah dandananku seperti ingin pergi kondangan.


" Gampang,nanti tinggal aku ganti aja," Kataku kepadanya.


" Ya udah, cepat sana diganti." kak Alex menyuruhku.


Setelah itu aku bergegas menuju WC umum untuk mengganti pakaianku. Ketika aku akan masuk ke lorong itu, Aku mendengar ada percakapan didepan pintu WC wanita. Disana WC pria dan wanita bersampingan.


Aku sengaja untuk tidak menampakkan diri dulu karena aku mengenal mereka. Orang-orang itu adalah Wulan dan kak Lia. Aku mencoba mendengar apa yang sedang mereka bicarakan.


" Jadi sekarang gimana," tanya kak Lia kepada Wulan.


" Aku gak tau, harus jawab apa kepada Rhido." kata Wulan.


" Tapi kamu suka sama Rhido juga kan??" Tanya kak Lia kepada Wulan.


" Iya sebenarnya sih aku biasa-biasa aja sama dia, cuman aku gak enak sama bundanya Rhido.!!!" Kata Wulan saat itu yang membuat hatiku terpukul begitu hebatnya.


" Emangnya, kenapa sama ibunya Rhido." Tanya kak Lia lagi.


Mataku telah gelap saat itu, keringatku mengalir deras membasahi pakaian levisku.


" Mengapa aku harus datang ganti disini. Sehingga aku harus mendengarkan kenyataan yang menyakitkan seperti ini" Ucapku didalam hati.


" Ibunya Rhido bilang, kalau Rhido sekarang sudah banyak berubah setelah mengenal aku. Dan juga dia meminta aku mendekati Rhido agar dia lebih membaik lagi." Kata Wulan menjelaskan semua kenyataan itu.


Hatiku semakin sakit sekali saat itu dan tanganku seperti tak mampu menggenggam sesuatu apapun karena gemetar hebatnya.


"Lalu sekarang, Apa yang harus kamu jawab kepada Rhido.??" Tanya kak Lia lagi kepada Wulan.

__ADS_1


" Aku sama dia itu hanya sebatas teman saja. Dan sekarangAku benar-benar bingung harus jawab apa!!! " Kata Wulan.


Saat itu aku langsung menampakan diri kepada mereka dan sontak mereka kaget melihat kehadiran diriku disana terlebih Wulan yang paling kaget saat itu.


" Kamu tak perlu bingung untuk menjawab karena aku sudah mendengarkan semuanya." Aku menggerebek mereka saat itu.


Wulan begitu kagetnya melihatku saat itu..


" Rhido, maaf aku bisa jelasin semuanya.!!" Kata Wulan kepadaku dengan nada gelisah.


" Tak perlu jelasin apapun sekarang. Semua udah jelas dan aku gak nyangka kamu Setega itu sama saya." Kataku dengan nada tinggi dan pergi meninggalkan mereka.


" Rhido!! Tunggu,,," Wulan coba menghentikanku namun aku sudah bergegas pergi cepat.


Diluar aku langsung menuju motorku dan menghidupkannya.


" Rhido, kamu mau kemana??" Tanya kak Alex kepadaku.


" Aku ada urusan sebentar!! " Hanya itu yang terucap pada bibirku. Dan pergi dari tempat itu.


Aku benar-benar kecewa dengan takdir yang telah mengubah penantianku menjadi sia-sia. Dan aku tak pernah menyangka Wulan setega itu sama aku.


Saat itu aku tak tahu mau kemana dan hanya mengikuti kecewaku.


" Wulan, mengapa kamu membuatku begini." teriak diatas motor saat masih dalam perjalanan buta itu.


" Ya Tuhan, seperti inikah luka yang yang tak kasat mata itu. " Ungkapan dalam hati. Aku benar-benar kecewa saat itu.


" Sampai ketemu lagi di episode selanjutnya "


From Rhido


Dear Wulan

__ADS_1


__ADS_2