TEMAN RASA PACAR

TEMAN RASA PACAR
Hati Terluka


__ADS_3

Sesampainya dirumah, aku mengambil pena dan buku diary kecilku yang berisi puisi-puisi. Aku menuliskan semua yang aku rasakan di lembar yang masih bersih.


***


______________________________________


Puisi sakit hati.


Lilin cintaku padam


Sumbunya terbakar habis


Kini tak mampu aku menepis


Lelehan panas............


Di hati yang paling dalam.


Hatiku terluka


Wajah ini berubah rupa


Sudah tak lagi menawan


Seperti waktu yang lalu


Aku telah terjatuh


Remuk keberanian dulu


Rapuh sudah mimpi indah itu.


Terluka Hati ku..........


Bernapas pada ruang kebohongan


Rangkaian cerita Wulan

__ADS_1


Tentang bulan


Hitam.....


by: Rhido.


_________________________________________


***


Aku telah hilang semangat untuk bersekolah dan bertekad untuk tidak kembali bersekolah lagi. Aku ingin memutuskan semuanya.


" Rhido, kok kamu belum berangkat.!!!" Kata ayah yang saat itu melihatku masih berbaring santai diatas tempat tidur.


" Lagi malas aja ke sekolah.!!!" Jawabku kepada ayah.


" Iya udah terserah kamu tetapi jangan pernah kamu salahkan ayah suatu saat nanti karena kamu gak sekolah hari ini.!!" Kata ayah menasehatiku.


" Ini ambil kunci motor ayah. Kamu sendiri yang akan memutuskan. Mau berangkat atau gak!!!" Kata ayah sambil meninggalkanku didalam kamar.


" Apa aku telah menyakiti hati ayah!!" ucapku didalam hati.


" Tapi masa aku harus terus melihatnya dengan benci yang masih bergelora seperti saat ini."" Ucapku lagi didalam hati.


Tetapi untuk apa juga aku harus mengurungkan diri seperti ini. Emang Wulan itu siapa, sehingga aku harus takut kepadanya.


" Sekolah, gak, sekolah, gak, sekolah,,,,," Akhirnya aku memutuskan untuk berangkat ke sekolah menurut hitungan pada kelima jari tanganku.


Pagi itu disekolah telah efektif dengan pelajaran karena sudah beberapa Minggu ini disibukkan dengan paskibraka.


Aku sempat berpikir untuk pindah saja dari SMA Melati, namun aku tak ingin jadi pengecut hanya karena cinta.


Hari itu disekolah, mata Wulan tak pernah lepas memandangiku dalam setiap waktu saat ada kesempatan. Tatapan yang penuh dengan seribu arti pada garis-garis hitam retina matanya.


Namun kecewa ini, menghalangi mataku untuk memberikan kepadanya satu titik balasan dari mataku.


Hari itu aku benar-benar menjadi primadona dimata siswa-siswi SMA Melati karena telah menjadi pemain terbaik saat perlombaan kemarin.

__ADS_1


" Hai Rhido, Selamat iya atas kemenanganmu kemarin."""" kata Putry.


" Kamu Memang hebat."" Lanjut Putry.


" Trimakasih iya, Put. Tapi biasa aja." Jawabku merendahkan diri kepada Putry.


" Kemarin tim kamu juga memang hebat, kami sampai kewalahan menghadapi mereka. " Kataku kepada putri.


" Iya sihh, cuman Rudy dikalahkan sama kesombongannya sendiri." Kata Putry.


Baru aja Putry selesai bicara tiba-tiba...


" Putry memang benar, !!!" Suara Rudy mengagetkan kami.


"Eh Rudy, maaf, aku tidak bermaksud untuk.." Putry dihentikan dengan jari telunjuk Rudy yang tiba-tiba menutup tangan Putry.


"Lupakan saja,," Kata Rudy sambil melepas jarinya dari bibir putry.


" Rhido, kamu menang. Sekarang Wulan milikmu." Kata Rudy berbisik kepadaku. Namun aku hanya membalasnya dengan senyuman melepas Rudy dan Putry pergi meninggalkanku.


Tetapi meski saat itu ada banyak yang datang dan berbicara kepadaku tetap saja mereka tak mampu menghapus luka yang kini menjadi mata air didalam hatiku yang setiap saat akan mengeluarkan duka.


Aku seperti telah berada diambang kehancuran. Dimana aku harus menatap setiap detik orang yang telah membohongiku. Orang yang dengan seenaknya memberikan harapan palsu kepadaku.


Hari itu aku tidak berbicara dengannya sedikit pun bahkan untuk menatapnya pun aku tak sudi. Aku benar-benar telah benci kepadanya. Aku yang dulu menjadi pendukung dan penggemarnya kini berubah menjadi saingannya dalam setiap kesempatan.


" Aku bisa berjalan sendiri tanpa harus dipegang oleh dirimu." Kataku kepada Wulan didalam diri sendiri.


Namun aku masih terbawa gulungan ombak sakit hati dimana sekarang aku telah terhempas dari lautan dan dihempaskan kepada batu karang yang tajam sehingga kini aku begitu terluka.


Aku terlalu banyak bermimpi untuk meraih pulau itu saat masih ditengah lautan. Tetapi aku tak pernah menyangka kalau pulau yang aku mimpikan adalah sebuah pulau yang penuh dengan batu karang yang membuatku tak bisa bertahan hidup disana.


" Tuhan cobaan yang engkau berikan hari ini begitu berat, Kuatkan aku untuk bersabar melewatinya dan juga Tuhan, engkau boleh menghapus rasa cintaku padanya di album takdir hidupku." Renungku didalam hati.


Dear Wulan


From Rhido

__ADS_1


__ADS_2