
* Cerita dari sudut pandang WULAN,
"Hai,,, kamu Wulan iya." Seorang cewek menyapaku saat kami berpapasan menuju ke lokasi sekolah.( Dia menyodorkan tangannya untuk bersalaman denganku.)
Seorang perempuan yang berparas ayu dengan rambutnya lurus terikat rapi, berpakaian sopan dan kelihatan cupu sekali.
" Aku, Yenny.! Dari kelas satu IPS 2." Dia memperkenalkan diri.
" Iya,, aku Wulan." (Kami sambil berjalan kesekolah.)
" Kamu lagi pacaran sama Rhido, iya!!!" Tanya Yenny kepadaku.
Aku kaget saat mendengar pertanyaan dari Yenny itu.
" Ternyata semua orang mengira, aku berpacaran sama Rhido." Ucapku didalam hati.
" Gak kok, kami cuman bertemanan aja." Kataku kepada Yenny.
" Tapi kok selalu jalan berdua iya.??" Tanya Yenny lagi kepadaku.
" Iyakan, Rhido itu tetangga saya."" Aku menjawabnya.
" Ohhh.. jadi cuman tetanggaan.!!" Katanya kepadaku.
" Tapi kamu suka iya sama Rudy!!" Yenny bertanya lagi kepadaku.
" Iya nggaklah," Jawabku kepada yenny.
"Atau mungkinkah Rhido suka sama kamu iya.??" Kata itu keluar dari mulut Yenny.
Suatu pertanyaan yang telah aku tahu jawabannya.
" SIAPA YANG TAHU, Rhido suka sama saja." Kataku menyangkal kenyataan bahwa Rhido suka sama aku.
" Iya juga iya," kata Yenny kepadaku.
__ADS_1
Hingga akhirnya langkah kami telah berada didepan pintu kelasku.
" Yenny, aku masuk dahulu iya." Kataku kepada Yenny saat itu.
Ketika didalam kelas Rhido dan yang lainnya sudah berada disana sedang asik membahas sesuatu. Aku langsung terus kemejaku, menyimpan tas dan langsung berbalik ke lapangan untuk mengikuti apel pagi.
* Cerita dari sudut pandang Rhido.
Kami telah berada di halaman depan kantor, siap mendengarkan beberapa pengumuman pagi. Kali ini Wulan berdiri didepan memimpin barisan. Maklumlah diakan Wakil ketua OSIS.
Setelah selesai dan barisan sudah dibubarkan, tiba-tiba...
" Hai, Rhido." Suara seorang perempuan menyapaku.
" Aku mau mendaftar menjadi pengurus Mading bersama kamu." Katanya memberikan bantuan kepadaku.
" Dengan senang hati," jawabku kepadanya.
" Tapi nama kamu siapa.??" aku menanyakan namanya karena memang aku belum mengenalnya.
" Namaku Yenny." Ia begitu bersemangat memperkenalkan namanya kepadaku.( Menyodorkan tangannya.)
" Lalu sekarang tugasku apa??" Yenny bertanya kepadaku.
" Nanti aku beritahu kamu, apa yang akan kamu kerjakan," Kataku seperti itu kepadanya.
"Oke" katanya dengan penuh semangat.
" Aku boleh pinjam tanganmu.!!" Kata Yenny meminta tanganku.
" Untuk apa??? " Tetapi Tiba-Tiba Yenny sudah menarik tanganku. Dia mengambil bulpen dan menuliskan sesuatu ditanganku.
" Nanti beritahu aku lewat telpon aja," Ternyata di tanganku Yenny menuliskan nomornya kepadaku.
Aku tersenyum melepaskannya pergi kedalam kelasnya terlebih dahulu. Siapa yang tahu, hari aku akan mengenal Yenny.
__ADS_1
Didalam kelas kami mulai pelajaran pagi itu hingga waktu istirahat berbunyi.
" Cieeee,,, punya gebetan baru niee" Kata Wulan menyinggung diriku.
Aku hanya tersenyum melihatnya saat itu yang sedang berbicara sama teman-temannya.
" Siapa yang punya gebetan baru, Wulan." Tanya Deta kepada Wulan.
" Ada dehhh..!!!" kata Wulan merahasiakannya.
Siapa yang tahu, isi hati Wulan. Hanya dirinya sendiri yang tahu dan hingga kapan dia menyembunyikannya. " Siapa yang tahu?? gak ada yang tahu, hanya dia sama Tuhan yang tahu.
Aku menghampiri perkumpulan mereka...
" Diantara kalian ada gak yang mau ikut jadi pengurus Mading. Kecuali Wulan gak boleh ikut." Aku berkata kepada mereka semua.
" Kenapa Wulan gak boleh ikut.!! " Tanya Yanti kepadaku.
" Diakan sudah punya Yenny." Kata Wulan datar kepadaku.
" Iya dong,!! Ternyata Yenny itu orangnya baik juga perhatian." Kataku menyindir Wulan saat itu.
" Iya sudah sama dia aja, ngapain juga ngajakin kami." Kata Wulan masih dengan nada datar.
" Hahaha... Kalau gak mau iya udah, saya sama Yenny aja yang ngurusin semuanya." Aku melangkah meninggalkan mereka.
* Cerita dari sudut pandang WULAN
" Kenapa Rhido Sekarang bersifat seperti ini.??"
" Apa dia udah gak marah lagi sama aku???"
" Ah,,,, biarin aja..???" Aku berbicara didalam hati.
" Tapi, apa sekarang Rhido sudah suka sama Yenny,!!" Ahhh,,, gak mungkin, Rhido kan suka sama aku. Ngapain juga aku mikirin Rhido.
__ADS_1
( Kataku didalam lamunanku.)
" Wulan!!! Wulan!!! Wulan!!! bangun, kamukan sudah menolak Rhido, Ngapain juga sekarang kamu mikirin dia.