
* Sepucuk surat maaf untuk Wulan.
Pagi itu ditempat latihan paskibraka, kami masih panas-panasan menikmati latihan.
Tanggal 17 Agustus sudah tak lama lagi, maka kami saat itu benar-benar dihukum dengan latihan.
Saat itu satu hal yang terbayang dalam pikiranku adalah....
" Apakah wulan masih marah denganku???" Itulah yang selalu kubayangkan sepanjang malam tadi hingga sekarang.
Namun semuanya itu terhapus dengan segulung ombak senyuman manis wulan yang saat itu menyapaku berdiri disampingnya. Akan tetapi semua belum berakhir hanya disitu, Wulan memberikan tangannya dengan mengatakan....
" Selamat iya, untuk kemarin. semoga Tuhan memberkati langkahmu." Kata yang terucap dari bibirnya.
Aku menyalami tangan Wulan dengan seikat senyuman paling indah didalam hidupku. Aku berkata kepadanya ...
" Trimakasih, telah membahagiakan aku!!" kata itu keluar dari bibirku dengan sendirinya.
Mendengar itu Wulan kembali tersenyum mesra kepadaku.
Aku gak tahu, apa Rudy sedang memperhatikanku atau gak karena dia berdiri didepan pasukan. Dan andai saja Rudy melihatku saat itu, aku ingin mengatakan kepadanya...
" Maaf teman, hari ini dia milikku.!! "
Kami terus berlatih pengibaran bendera hingga semua membaik. Ketika Wulan akan melangkah sendiri pergi mengambil bendera, dia berbisik kepadaku....
" Rhido, aku takut!!!"
Aku memperhatikannya, melihat mataku jauh ke hatinya. Kurasakan jantungnya memompa dengan begitu cepatnya. Lalu aku memegang tangannya dan membisikkan kata....
" Kamu tak pernah berjalan sendiri!!! Percayalah aku selalu berada di sisimu, dalam pandangan dan doa menguatkanmu berjalan.""" Kataku kepada Wulan.
" Tapi lihat, tanganku gemetar!! ( wulan menunjukkan tangannya yang gemetar kepadaku.)
Aku menggenggam tangan Wulan dengan begitu kuatnya.
" Kamu harus kuat, anggap saja didepan sana tak ada siapa pun dan bayangkan saja apa yang saat ini membuatmu bahagia."' kataku kepada Wulan.
Pada akhirnya Wulan pergi dan mulai berlatih bersama mereka para petugas saat itu. Ketika Wulan telah selesai dan datang menghampiriku, dengan rona wajah yang bercampur bahagia dan gelisah saat itu tetapi senyuman Wulan mengalahkan semuanya.
__ADS_1
" Aku berhasil" kata Wulan kepadaku.
" Selamat iya, Om Tinus akan bangga sekali saat melihatmu nanti melakukannya." kataku kepada Wulan.
" Amin" kata Wulan saat itu.
Lalu kami melakukan latihan pengibaran bendera sekali lagi. Setelah itu kami dibubarkan dan mulai pulang ke rumah masing-masing.
Saat itu aku sempat melihat Rudy mendekati Wulan namun terlihat Rudy dicuekin.
" Rhido, tungguin aku iya, kita pulangnya bareng aja." kata Wulan Kepadaku.
" Oke " Kataku singkat aja kepada Wulan.
Setelah Wulan pergi, Rudy datang menghampiriku.
" Aku harap, kamu tidak lupa dengan perjanjian kita." kata Rudy kepadaku. Aku kedipkan mata manja kepadanya. Dan diapun pergi meninggalkanku dengan sedikit emosi yang tertahan.
Setelah sedikit lama Wulan pun telah pulang dan....
" Ayo " Kami pergi dan duduk dihalte bus.
Disana kami duduk berdampingan layaknya orang lagi pacaran padahal cuman teman biasa.
"Iya !!" jawab Wulan.
"Ini dari aku!!" (aku memberikan amplop itu kepadanya.)
"Ini apa??" Tanya Wulan kepadaku.
" Ada deee!!! " (Aku hanya ingin membuat Wulan penasaran.)
(Wulan mau membuka amplop)
" Eh,,, Wulan jangan disini!!! Bukanya saat kamu sudah sampai di rumah saja nanti." Kataku kepada Wulan.
" Emang ini isinya apaan sih!!!'' kata Wulan penasaran dengan isi amplop tersebut.
" Pokoknya sampai dirumah baru kamu buka." kataku lagi kepada Wulan.
__ADS_1
" Iya udah deh.." Kata Wulan.
Setelah itu ada sebuah bemo datang menghampiri kami dan membawa kami pergi dan tiba dirumah dengan keadaan selamat.
__________________________________________
* ISI SURAT ITU,
Dear:
KAMU YANG LAGI BACA SURAT INI,
(PEMILIK NAMA WULAN)
Hari ini, dihadapan cahaya lilin penerang, aku menuliskan padamu sebuah kejujuran dari hati.
Dari setiap lelehan lilin itu, tergores padamu suara hati yang menyerukan permintaan maaf dariku karena telah menerima perjanjian dari Rudy itu.
Aku salah karena menerima itu, Namun aku tidak salah dengan rasa dihati ini. Aku tak bisa melihat senyummu karena dia. Karena itu aku memperjuangkan rasa yang ada di hatiku dengan menerima perjanjian itu.
Aku ingin memilikimu seutuhnya.
" AKU SUKA SAMA KAMU"
" AKU CINTA SAMA KAMU"
"Wulanti Mau" Maukah kamu menjadi kekasihku.!!!!!!
Tetapi aku mohon. Apapun jawabanmu, aku ingin kamu menjawabnya setelah aku memenangkan dirimu dari tangan Rudy.
" AKU SUKA SAMA KAMU, WULAN"
"From: RHIDO
""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
Jujur aja ini adalah surat pertama yang aku goreskan dengan atas nama CINTA.
" Sampai ketemu lagi di episode selanjutnya "
__ADS_1
From Rhido
Dear Wulan