
*Cerita dari sudut pandang WULAN.
Sore itu dari kosku, aku melihat Rhido masuk ke kompleks sekolah dengan motornya. Aku gak tau apa yang akan dia lakukan saat itu dan bahkan Rhido tidak memberitahuku.
Karena penasaran akan hal itu, Pada akhirnya aku memutuskankan untuk kesana menemuinya.
" Ada hal penting apa sehingga Rhido datang kesekolah." pikiranku didalam hati.
Saat sampai disekolah, dihalaman depan ruang tata usaha ada dua sepeda yang sedang diparkirkan disana. Aku gak tau satu sepeda yang lainnya itu milik siapa tetapi yang satunya itu adalah milik Rhido.
Aku langsung memutuskan untuk masuk keruang tata usaha dan disana ada Rhido, pak Yos, pak Jhon, dan ada seseorang lagi yang membuatku menjadi sangat jengkel. Orang itu adalah Yenny.
" Selamat sore!!!!" Ucapku kepada semuanya saat itu.
Mereka melihat kearahku yang saat itu tiba-tiba muncul dihadapan mereka.
" Iya, selamat sore juga." Ucap mereka semua.
" Boleh aku bergabung." Kataku kepada mereka.
" Tapi Wulan, kamukan Wakil ketua OSIS!!" Ucap Rhido kepadaku.
" Bawa aku juga,!!" Kataku tegas kepada Rhido saat itu karena dia hanya membawa Yenny.
" Okelah, Kalau begitu, Kamu bantuin saya tempel puisi-puisi itu di papan sini." Kata Rhido menyuruhku melakukan seperti yang diperintahkannya.
* Cerita dari sudut pandang Rhido.
" Wulan, Trimakasih sudah datang membantuku." Bisikku kepada Wulan saat dia berhadapan denganku.
" Lain kali kamu harus bawa aku juga berasamamu" Kata wulan lagi.
" Iya ibu negara." Kataku kepadanya.
Kami terus bekerja keras sore itu untuk cepat menyelesaikan papan Mading sekolah kami itu. Pak Yos dan pak Jhon bagian ngetik puisi dan print, sedangkan Yeni bagian gunting puisi-puisi yang sudah jadi.
Dengan penuh semangat bekerja, akhirnya papan Mading sekolah telah selesai kami buat dengan seratus lima puluh puisi cinta yang tertera disana.
__ADS_1
" Rhido,!!! Kamu memang anak yang bertanggung jawab, Tak sia-sia kamu dipilih menjadi ketua seksi Mading dan sastra Indonesia SMA MELATI." Kata pak Yos memujiku.
" Tetapi pak, ini hanya rencanaku saja dan tentu tidak akan terwujud jika tak ada kalian semua." Ucapku kepada mereka.
" Jadi saya mengucapkan terimakasih banyak karena telah membantu saya." Kataku kepada pak Yos dan pak Jhon.
" Semoga kedepannya bisa berjalan lancar. amin" kata pak Jhon.
" Amin" kata kami semua.
" Dan juga untuk sekretarisku yang paling baik, makasih iya, sudah mau sukarela menolong saya." Ucapku kepada Yenny saat itu.
" Dan kamu juga Wulan, Makasih iya sudah mau membantu." Kataku kepada Wulan yang saat itu ada disampingku.
" Saya pikir hanya itu, ayo kita pulang." Kata pak Yos kepada kami semua.
Saat itu bumi sudah mulai gelap sedangkan Pak Yos dan pak Jhon sudah berangkat menggunakan satu sepeda yang lainnya.
" Yenny, kamu tadi kesini dengan apa" Aku bertanya kepada Yenny.
" Wulan, Saya antara Yenny kerumahnya sebentar iya, nanti tunggu saya dikos kamu." Kataku kepada Wulan yang saat itu juga langsung menganggukkan kepala tanda setuju.
Kami telah berada diperjalanan menuju rumahnya Yenny yang ada di desa tanah merah. Cukup jauh juga perjalanan ke rumahnya dari sekolah.
" Rhido, maaf ya udah merepotkanmu" Kata Yenny kepadaku.
" Kan aku sudah merepotkanmu tadi disekolah, " Kataku kepada Yenny.
Setelah melewati perjalanan yang panjang dan beberapa percakapan, akhirnya kami telah sampai di rumah Yenny. Disana telah ada bundanya Yenny yang sedang menunggu Yenny yang belum pulang.
" Selamat sore Tante, " Aku menyapa ibunya Yenny.
" Iya sore juga," Kata ibu Yenny ramah.
" Ayo masuk sebentar, ngopi-ngopi dulu." Kata ibunya Yenny mengajakku masuk.
" Gak usah repot-repot Tante, aku langsung pulang aja." Kataku saat itu kepada ibunya Yenny.
__ADS_1
" Rhido, Hati-hati!!! Daaaa" Kata Yenny melepasku pergi.
* Cerita dari sudut pandang WULAN.
( Di kos wulan)
" Selamat sore semuanya" Rhido menyapa kami yang saat itu yang sedang asik ngobrol dikamarku.
" Ehh,,, calon suami udah pulang" kata Yanti mengejekku.
" Hahahahahhahah" ketawa Deta dan Yanti.
" Wulan, kamu udah makan??." Rhido bertanya kepadaku.
" Udah, bareng sama Yanti." Kataku kepada Rhido yang saat itu begitu perhatian sama saya.
" Kalau gitu aku langsung pulang aja iya." Rhido berpamitan kepada kami dan langsung bergegas meninggalkan kami.
" Aku kedepan sebentar iya." Kataku kepada teman-temanku saat itu.
" Iya sana antar calon suamimu pulang" Kata Deta mengejekku.
" Ngaur aja kamu" kataku kepada mereka.
" Rhido, !!!" aku memanggil Rhido yang saat itu sudah mulai jalan.
" Aku percaya sama kamu," Kataku kepada Rhido yang saat itu berada diatas motor.
" Makasih ibu negara, " Kata Rhido yang sekarang terus memanggilku ibu negara.
" Ya udah, aku pulang dulu iya, kamu hati-hati iya disini, kalau ada apa-apa harus telpon aku." kata Rhido begitu perhatiannya kepadaku.
" Iya bapak negara" Kataku kepada Rhido.
" Iya udah, daaaa" kata Rhido langsung meninggalkanku ditempat itu.
" Daaaaaaaaaaa...........
__ADS_1