
* Cerita dari sudut pandang WULAN
( Didalam kamar Rhido.)
Aku gak bisa ngebayangin hari ini akan tidur dirumah orang yang pernah aku sakitin karena tidak menerima cintanya.
Pikiranku malam itu berkelana dan berpetualang menelusuri rasa salah kepada Rhido dan masalahku bersama Tante Linda.
" Ya Tuhan, Kuatkan aku untuk menghadapi ini semua" Batinku.
Aku melihat kamar Rhido sangat berantakan sekali dan akhir aku bertekat untuk membersihkannya secara diam-diam. Mulai dari melipat baju-baju bersih yang masih diatas lemarinya.
" Rhido bisa bermain gitar juga." Ucapku gak percaya saat aku melihat sebuah gitar dikolong tempat tidurnya.
Dikamar Rhido penuh dengan banyak poster pemain Bolavolly, dan poster-poster olahragawan lainnya. Serta banyak tokoh-tokoh terkenal seperti Albert Einstein, Chairil Anwar dan masih banyak lagi yang memenuhi dinding kamar tidurnya.
Setelah itu aku juga merapikan meja belajar Rhido yang berantakan. Saat lagi menyusun buku-buku itu, aku menemukan sebuah buku dengan tulisan di sampul depannya tertulis Dear Wulan.
Aku penasaran dengan buku itu karena ada namaku tertulis disana. Aku mulai membuka halaman pertamanya dan ada disitu ada sebuah gambar hati dengan sebuah tulisan ditengahnya.
" Cinta pertamaku"
Setelah membaca tulisan itu, aku merasa terpukul sekali dan gak bisa ngebangin begitu besar rasa cinta Rhido kepadaku.
__ADS_1
" Ya Tuhan, aku telah membuang orang yang benar-benar cinta kepadaku." Batinku mengatakan itu.
Aku membuka halaman berikutnya dan aku kaget melihat apa yang tertera dihalaman itu. Ternnya disitu ada fotoku sedang ngobrol dengan bundanya pada foto itu.
Darimana Rhido mengambil foto ini. Apa selama ini diam-diam Rhido memperhatikanku bertamu kerumahnya.
Lalu dibawah foto itu tertulis sebuah kata.
" Dua wanita kesayanganku."
Pada akhirnya aku memutuskan untuk tidak lanjut membaca buku itu karena aku gak mau tahu lebih dalam lagi tentang semua perasaan Rhido kepadaku. Dan setelah semuanya selesai aku pun merebahkan diri diatas tempat tidur dan Tertidur juga saat itu.
* Cerita dari sudut pandang Rhido,
" Tok!! Tok!! Tok!! Wulan.." Aku membangunkan Wulan pagi itu.
Tetapi ketika aku masuk kedalam kamarku terlihat semua telah rapi ditempatnya. Tak ada lagi yang berantakan atau berserakan tak jelas.
Mataku melihat ke meja belajarku dan disana juga semuanya telah rapi kecuali ada satu buku yang terpisah dari tatanan buku-buku itu.
" Rhido,, kenapa kamu bodoh sekali." Aku begitu kagetnya melihat buku yang ada tulisan " Dear Wulan" ada diatas meja.
" Apa Wulan sudah melihat semua isi buku ini??" Ucapku didalam hati.
__ADS_1
Tetapi tiba-tiba.
" Rhido, !!! " Suara Wulan dari belakangku.
Aku langsung menyembunyikan buku itu dibawah tumpukan buku-buku yang lainnya dan berbalik kearah Wulan.
Dan sempat aku menoleh kearahnya, tiba-tiba Wulan memelukku dari belakang.
" Aku gak tau harus membalas semua kebaikan kamu dengan apa, Rhido!!!" Kata Wulan sesaat setelah memelukku.
" Kamu udah bangun!!! Maaf tadi aku panggil dari luar tetapi kamu gak ada jawaban jadi aku masuk untuk membangunkanmu." ucapku kepada Wulan.
" Rhido, maaf udah merepotkanmu." Ucap Wulan kepadaku. Dan Wulan melepaskan pelukannya itu.
" Oya, ayahmu kemana" Tanya Wulan kepadaku karena memang sejak tadi malam.
" Ayahku lagi pergi jenguk nenek yang lagi sakit." Aku menjelaskannya kepada Wulan.
" Ayo sana mandi dulu, kamu masih bau keringat." Aku menyuruh Wulan pergi mandi.
" ngaco kamu. Aku itu biar gak mandi dua hari juga masih tetap harum tau???" kata Wulan kepadaku.
( Aku pura-pura menutup hidung)
__ADS_1
" By the way, makasih iya udah bersihin kamarku." kataku kepada Wulan.
Setelah Wulan selesai mandi dan aku sudah selesai pakai seragam, aku mengantar Wulan kerumahnya.