
**Malam setelah percakapan Wulan dan bunda.**
Percakapan mereka masih teringat jelas dalam pikiranku. Bahkan untuk melupakannya itu bagaikan aku kepada Wulan, sama-sama tidak bisa aku lupakan. Aku mencatatkan semua pada buku puisiku.
_________________________________________
Dear Wulan.
Bisikan angin terus merayu
Dingin merobek dengan sembilu
Memaksa jemariku.
Menuliskan kata cinta pada namamu.
Wulan................
Aku mencintai Wulan
Aku mencintai Wulan
Aku mencintai Wulan
Kutuliskan keinginan hati
Dari pria tak sejati
Yang tak berani mencintai
Hanya terus menodai
Panggung cinta....... .. .....
Aku mencintaimu Wulan.
from Rhido.
_________________________________________
Aku melihat-lihat buku puisiku ternyata Hampir sebulan ini aku banyak menulikan tentang Cinta. Sungguh aku jatuh cinta kepada Wulan.
Tanganku menyapu halaman demi halaman dan berhenti pada satu tulisan dengan judul orang Gila.
" Ini bukannya tulisan teka-teki nama dari nomor misterius itu, iya!!!" Kataku sambil membaca ulang cerita hujan dari nomor misterius itu.
Aku membaca kedua tulisan itu dengan teliti. Awalnya aku belum juga mengerti maksudnya kedua tulisan. Namun setelah kubaca berulang kali, akhirnya aku menemukan jawabannya.
Jadi ternyata petunjuk untuk menjawab tulisan pertama itu berada di tulisan kedua.
____________________________________
Dear kamu.
Langkah pertamamu
Menentukan tujuanmu
__ADS_1
Yang terbesar adalah TUHAN
penentu akhir perjalanan
Cinta yang tersurat
Dalam catatan hati nurani
Janganlah tersimpan menjadi karat
Dia menghilang, kamu membawanya mati
Karena tak terbukti
sesuatu yang terasa dihati
Bila bibir tak mengucapkannya
"WM"
_________________________________________
"Langkah pertamamu." Disini dia ingin mengatakan kalau huruf pertama itu adalah huruf pertama dari namanya. "W"
Dan yang menentukan huruf selanjutnya dari cerita hujan itu adalah setiap huruf kapital dari tulisan itu.
__________________________________________
* Baca ulang teka-teki nomor misterius*
Jadi dalang dibalik nomor misterius itu adalah W U L A N. M A U. Nama dari wulan, wanita yang aku suka saat ini.
Lalu aku menuliskan kembali tulisannya itu pada sebuah kertas dengan kupungkiri semua huruf kapital pada tulisa cerita hujan itu. Melipatnya rapi untuk penggerebekan Wulan besok.
* 26 July 2014.
_____________________________________
Setelah apel pagi, bapak-bapak tentara itu belum datang dan kami diminta untuk menunggu sementara didalam kelas masing-masing. Dan belum juga saya duduk, saat itu saya langsung menghampiri Wulan dan memberikan kepadanya sebuah amplop dengan catatan dihalaman pertamanya.
" Teka-teki nama yang bagus."
Aku melihat Wulan mulai membuka amplop itu dan ternyata didalamnya ada lagi sebuah amplop. Ketika Wulan melihat hal itu, Wulan menjadi geram saat melihat kearahku. Aku hanya tersenyum melihat hal itu.
Di amplop yang kedua ini menuliskan.
" Kesabaran adalah kunci menuju titik keberhasilan."
Wulan mulai membuka membuka amplop itu dan oooo.... ternyata didalamnya ada amplop lagi. Terlihat Wulan Hampir saja membuangnya tetapi ketika Wulan membaca tulisan dihalaman depannya, Wulan mengurungkan niatnya.
"Hargailah hasil karya orang maka orang itu akan menghargai hasil karyamu." Seperti itu tulisan pada amplop yang ketiga.
Dan saat Wulan membuka amplop yang ketiga didalamnya ada sebuah surat yang kuselipkan didalamnya. Wulan mulai membaca tulisan demi tulisan yang ada pada surat itu.
Disitu aku menuliskan penjelasan mengenai teka-teki nama dari nomor misterius itu.
Dengan nama Wulan kutuliskan disitu.
__ADS_1
Setelah selesai membaca surat itu Wulan melihat kearahku dengan senyuman yang menunjukkan bahwa aku telah berhasil menjawab teka-teki dari dia.
Tetapi bersamaan dengan surat itu aku juga menyelipkan sebuah amplop kecil. Wulan membuka Amplop itu dan mulai membacanya.
*Seperti ini tulisan pada amplop kecil itu.
______________________________________
MATA-KU
Disini mataku bersamamu
Bersiap selalu
memujamu
Mendukungmu
Dalam langkahmu
Dalam senyumanmu
Bukan dalam tangisanmu
Derita mataku
Saat kamu kecewa
Saat kamu marah
saat kamu menunduk
Saat kamu tak menatapku
Saat kamu hilang kebahagiaanmu
Mataku disini. SETIA.
Rhido
________________________________________
Saat Wulan telah selesai membaca tulisan itu, Dia melihat kearahku dengan mengedipkan satu matanya seakan ingin mengatakan " Trimakasih untuk puisinya. "' Dengan tanganya merapikan kembali semuanya itu dan memasukkannya kedalam tas miliknya.
Aku sedikit malu melihat hal itu, Karena semua yang kulakukan saat ini adalah yang pertama kalinya dalam hidupku. Meski kemarin saat Wulan marah aku menuliskan puisi minta maaf kepadanya. Tetapi kali ini yang aku tuliskan dengan sangat penuh perasaan.
Hari ini langkahku telah sedikit mendekati wulan. Satu kemajuan bagiku untuk mengalahkan Rudy menaklukkan hatinya Wulan.
" Seperti inikah yang Wulan suka yaitu memberikan kepadanya kejutan-kejutan kecil."
Hari ini benar-benar satu kebahagian kepadaku. Meski langit belum kugapai tetapi paling tidak hari ini aku menikmati senyuman awan putih ditubuh birunya.
* Hari itu kami melewatinya dengan sangat melelahkan karena kami terus melakukan latihan paskibraka dibawah terik matahari yang begitu panasnya.
" Sampai ketemu lagi di episode selanjutnya "
From Rhido
__ADS_1
Dear Wulan.