TEMAN RASA PACAR

TEMAN RASA PACAR
Part 24, Kado dari Rudy untuk Wulan


__ADS_3

* 27 July 2014.


Andai mimpiku bisa aku rakit sendiri ceritanya, aku tak ingin ada jurang disetiap perjalananku. Atau kerikil-kerikil tajam dijalanku. Tetapi semua itu adalah permainan sang pencipta, menaruh dinamika gelombang pada setiap jalan menuju cita.


* Waktu istirahat Latihan paskibraka


Rudy datang dikelas kami dan meminta dengan sedikit memaksa agar Wulan mengikutinya. Aku gak tau kemana mereka akan pergi saat itu. Rudy tidak menghiraukanku sama sekali.


Aku melihat Wulan awalnya menolak ajakan itu. Tetapi aku gak tau apa yang dibisikkan Rudy kepada Wulan sehingga dia mau mengikutinya. Saat itu, aku pura-pura tertidur dan tidak menghiraukan mereka.


Ketika mereka telah keluar dari kelas saat itu pun aku langsung mengikuti mereka. Terlihat mereka menuju ke lorong dekat WC sekolah. Saat itu suasananya masih sepi belum ada siswa-siswi yang kesitu. Aku berdiri diujung lorong dan mendengarkan apa yang mereka bicarakan.


" Sebenarnya ada apa sih, kamu membawa aku kesini." Tanya Wulan kepada Rudy.


" Sekarang Wulan aku mau kamu tutup mata sebentar." Kata Rudy kepada Wulan.


" Untuk apa!!! Aku gak mau tutup mata." Kata Wulan dengan tegasnya. Tetapi tangan Rudy terus saja memohon kepada Wulan dan akhirnya Wulan menutup mata seperti permintaan Rudy.


" Tapi awas low iya. Berani kamu sentuh, aku akan teriak." Kata Wulan kepada Rudy.


" Iya,, Tuan Putry." kata Rudy lagi.


Sejenak terlihat Rudy mengeluarkan sebuah kalung dengan tulisan " MR" pada kalung itu.


"Sekarang kamu boleh buka mata." Rudy menyuruh Wulan membuka mata.

__ADS_1


Saat Wulan membuka mata dia melihat Kalung itu. Dan yang buatku senang adalah Wulan terlihat biasa-biasa saja dengan pemberian dari Rudy itu.


" Ini untuk kamu." kata Rudy kepada Wulan.


" Emangnya ada perayaan apa???" kata Wulan begitu.


" Gak ada perayaan apapun. Tetapi ini sebagai ungkapan terimakasihku karena kamu sudah bersedia menemuiku waktu itu dirumah Om Tinus." Kata Rudy menjelaskan.


" Kamu maukan menerima ini." kata Rudy sambil memohon.


Wulan menganggukan kepala yang juga membuat jiwaku terguncang saat itu. Api cemburuku semakin menjadi saat Rudy sendiri yang memakaikan kalung itu ke lehernya Wulan.


" Kamu tau gak apa arti dari "MR " itu !!! " Kata Rudy kepada Wulan.


Wulan menggeleng-geleng kepala. Tak mengerti dengan maksud Rudy. Aku terus memperhatikan mereka inci demi inci gerak-gerik mereka. Hingga aku terlarut dalam rasa Cemburu yang membara dan siap melahap semua yang tidak disukai.


" MR ini artinya Milik Rudy. " kata Rudy


" Maksud kamu apa???" Kata Wulan heran dengan pernyataan Rudy tadi.


" Gak ini maksudku adalah Kalung ini dari Rudi." katanya mengelak dari arti yang sesungguhnya.


Aku meninggalkan mereka dengan kepala tertunduk dan terus merenung apa yang akan aku lakukan untuk mengalahkan Rudy. Tetapi aku sadar, Aku hanyalah anak biasa yang tak punya apa-apa untuk aku berikan kepada Wulan.


Dan akankah aku hanya akan diam seperti ini. Tidak... Aku harus menjadi kekasihnya Wulan.

__ADS_1


Meski harus melawan Rudy sekalipun.


Sesaat kemudian mereka telah datang dengan senyuman Rudy yang seolah-olah ingin mengajaku berantem. Bila itu ia lakukan pasti aku akan meladeninya.


Terlihat dileher Wulan berkilau kalung pemberian Rudy. Menyilaukan mataku yang cemburu. Wulan terlihat cocok menggunakan kalung itu. Namun hatiku tak menerima kenyataan itu.


Siang itu kami pulang bersama seperti biasanya. Tetapi bibir ini tak mampu berkata-kata saat melihat kalung yang Wulan kenakan itu. Seakan terasa hadirnya Rudy diantara kami.


" Cie.. kalung baru iya." Ejekku kepada Wulan saat kami telah turun dari bemo.


Wulan melihat kearahku tetapi tidak mengatakan apapun. Saat itu aku ingin mencoba merayu kejujuran Wulan.


" Kalung baru iya..." Tanyaku lagi.


Namun Wulan masih tetap pada sikap bisunya itu. Aku yakin mungkin Wulan akan berat sekali untuk mengatakan hal itu. Atau hanya perasaanku saja.


" Ya udah, sana masuk." Aku menyuruh Wulan untuk masuk kerumahnya.


" Daaaa...." Kata Wulan mengakhiri cerita siang itu bersamanya.


" Ya Tuhan bantulah aku untuk menang "


* Sampai ketemu lagi di episode selanjutnya "


From Rhido

__ADS_1


Dear Wulan.


__ADS_2