TEMAN RASA PACAR

TEMAN RASA PACAR
PURNAMA-KU MENANGIS


__ADS_3

* Cerita dari sudut pandang WULAN.


( Di rumah Om Tinus dan Tante Linda)


Saat itu pintu masih terkunci, mungkin mereka belum bangun. Aku mencoba mengetok pintu namun tak ada jawaban dari dalam rumah.


Beberapa lama kemudian terdengar ada yang sedang membuka pintu.


" Wulan!!!" Om Tinus memelukku karena melihatku sudah pulang saat itu.


" Kenapa semalam kamu gak pulang," Kata om Tinus kepadaku.


" Maaf Om semalam aku..." Kataku berhenti saat ada suara....


" Semalam Wulan dirumahku, om !!!" Kata Rhido yang dengan tiba-tiba telah muncul dihadapan kami.


" Selamat pagi om," Rhido mencium tangan om Tinus.


" Iya,!! Rhido makasih iya" Kata om Tinus kepada Rhido.


Ketika kami sedang asik ngobrol, tiba-tiba:


" Ini barang-barang kamu dan secepatnya angkat kaki dari rumahku." Kata Tante Linda dari dalam rumah dengan melempar koperku keluar.


Om Tinus bergerak menuju ketempat Tante Linda berada.

__ADS_1


" Mah, jangan gitu, mah!!" Om Tinus mencoba merayu Tante Linda.


" Pokoknya aku bilang gak iya gak.!!" Kata Tante Linda lagi dengan nada tinggi.


" Tapi mah,,," Kata om Tinus lagi.


" Atau kamu juga mau ikut keluar dari rumah ini." Kata Tante Linda lagi dengan amarahnya yang membabi buta.


Lalu aku bergerak menuju tempat mereka itu dan...


" Om, gak apa-apa. Nanti aku pindah tinggal di kos dekat sekolahku aja." Kataku kepada Om Tinus.


" Tapi Wulan..." Kata om tinus .


" Udah pah, biarin aja dia pergi." Kata Tante Linda lagi.


Aku melihat Wulan mencoba bersalaman sama Tante Linda tetapi hal itu tidak terjadi. Pagi itu benar-benar duka bagi om Tinus karena untuk pertama kali aku melihatnya meneteskan air mata.


Om Tinus memeluk Wulan begitu eratnya karena Wulan adalah anak dari saudari kandungnya sendiri. Tangisan Wulan pun tak bisa ditahan lagi. Aku benar-benar terpukul saat itu harus melihat pernamaku menangis.


" Maafin om, iya..." Kata Om Tinus masih dalam pelukan itu.


" Iya om, Wulan ngerti kok!!" Kata Wulan kepada Om Tinus.


" Udah gak usah banyak drama." kata Tante Linda kepada mereka saat itu.

__ADS_1


Aku heran sama om Tinus yang begitu takut kepada istrinya. Sehingga dia selalu menuruti semua kehendak istrinya.


" Tante, Wulan pergi dulu dan trimakasih banyak untuk semua kebaikan Tante yang selama ini sempat Wulan terima!!! " Kata Wulan kepada Tante Linda.


Melihat Tante Linda tidak memberikan tanggapan sama sekali, Wulan pun langsung meninggalkannya. Om Tinus berjalan kearahku.


" Rhido, Sekali lagi om minta tolong lagi sama kamu iya." Kata om Tinus memohon kepadaku.


" Om tenang aja, Aku ada disini karena Wulan dan aku tidak akan meninggalkannya seperti ini" Kataku kepada Om Tinus.


" Sekali lagi makasih iya." Kata om Tinus lagi kepadaku.


" Iya om!!! Kami langsung berangkat aja iya om!!!" Kataku berpamitan kepada om Tinus.


Om Tinus kembali memeluk Wulan dengan perasaan duka saat dia harus melepas keponakannya pergi saat itu.


" Wulan nanti kabari om iya, kalau ada apa-apa denganmu." Kata om Tinus kepada Wulan.


" Iya om. Wulan akan sering kabarin om," kata wulan masih dalam pelukan itu.


" Iya udah, om aku berangkat dulu iya." kata Wulan dan mencium tangannya sesaat sebelum pergi.


Saat didalam perjalanan aku tidak ingin mengganggu wulan, sehingga saat itu kami dalam keadaan diam membisu. Hingga akhirnya kami telah tiba di kos-kosan itu.


" Rhido, Trimakasih banyak iya," Aku benar-benar gak bisa ngebayangin diri sendiri saat ini bila kamu tak ada disampingku seperti sekarang." kata Wulan.

__ADS_1


" Sudah lupakan saja," kataku kepada Wulan.


Kami pun berjalan menuju tempat tinggal Wulan yang baru dimana saat itu sedikit jauh dari parkiran.


__ADS_2