TEMAN RASA PACAR

TEMAN RASA PACAR
Part 3, Cerita hari pertama. Perkenalan dan wawancara ,


__ADS_3

Sekarang langkah ini akan pergi kemana untuk memulai sebuah cerita. Menyapa mereka sedang tertawa atau berdiam diri dan menikmati dunia hayalan.


Aku melihat mereka saling bercerita dan melakukan kenalan kesana-sini untuk menjalin sebuah persahabatan dalam jangka waktu tiga tahun ke depannya.


Ada juga yang sudah saling mengenal dan mungkin saja sebelumnya mereka satu kampung atau satu sekolahan. Atau mungkin memang mereka adalah orang-orang yang pintar bergaul sehingga mereka mudah akrab dengan siapa saja.


Sedangkan aku malahan memilih duduk menyendiri karena tidak berani untuk memulai sebuah percakapan dengan mereka. Apa lagi dengan perempuan, pasti aku udah mati berdiri jadinya.


Sejak aku bernapas dibumi, aku belum pernah mengenal yang dinamakan pacaran. Tetapi emang sengaja sih, aku memilih ingin menyendiri saat ini.


"Ting, Ting, Ting " Tiga puluh menit telah berlalu dengan cepat dan aku tidak mendapatkan kesan yang menarik karena lonceng sekolah berbunyi lagi. Bertanda saatnya melakukan wawancara. Semuanya berkumpul lagi.


" selamat pagi anak-anak" sapa ibu guru yang lain lagi.


" Selamat pagi, ibu"  jawab kami semua.


" Perkenalkan nama saya Ibu Mia, saya adalah  guru pegawai tata usaha disini. " Kata dengan sejuta senyum ramah.


 


“ Dan ini siapa lagi? Seorang yang penuh dengan keramahan. Berbeda dengan yang sebelumnya. Oyaa yang tadi namanya siapa ya? Haduhhh... Kebanyakan menghayal sih. “ Kataku di dalam hati.


" Baiklah, seperti yang telah disampaikan ibu kepala sekolah bahwa kita akan melakukan beberapa tes atau wawancara. Jadi perhatikan, disana ada enam ruangan, silahkan antrian satu persatu untuk melakukan wawancara. Harap semuanya tenang dan dalam keadaan tertip. Setelah selasai boleh pulang masing-masing kerumahnya. Sekian dan terimakasih. " Kata ibu Mia lagi.


Serentak semuanya berampasan untuk melakukan wawancara terlebih dahulu supaya cepat pulang. Dan saya tak memiliki daya untuk berusaha menjadi yang terdahulu sehingga aku memilih yang paling terakhir.


Karena saya tidak berani berampasan dengan mereka yang begitu agresif. Dan akhirnya setelah menunggu beberapa jam kemudian, tibalah giliranku untuk diwawancarai.


Saya masuk ke dalam ruangan itu dan melihat disana sudah ada seorang guru  yang duduk disana. Langkah kakiku bergerak kaku tak berirama sendu.

__ADS_1


" Selamat siang, pak" Aku menyapanya.


" Selamat siang juga, silahkan masuk" jawabnya


Aku pun duduk dibangku yang telah disediakan. Semuanya tenang hingga jarum jam dinding yang berdetak terasa sangat nyaring.


" Apakah kamu yang bernama Rhidolti Padrepio, " Pertanyaan yang pertama.


(Kok tahu namaku iya.)


" iya pak, " jawabku.


" Mengapa kamu memilih bersekolah disini" Pertanyaan kedua.


"Karena cukup dekat dengan rumahku" aku menjawabnya jujur.


" Apa mata pelajaran yang kamu suka? " Pertanyaan ketiga.


" Ada lagi" Pertanyaan keempat.


" Bahasa indonesia, Ipa dan sejarah " Jawabku kepadanya.


Sejujurnya aku menjawab dengan nada sedikit gemetar karena takut atau memang gak terbiasa seperti ini. Jujur aja dulunya aku gak pernah suka pelajaran yang dinamakan dengan cakaran. Tetapi kata bundaku, aku harus memulai sesuatu yang lain.


" Apa hobbimu" Pertanyaan kelima.


"Aku suka menulis dan bermain bolavolly " jawabku.


“ Apa pendapatmu tentang SMA Melati “ Pertanyaan yang keenam.

__ADS_1


“ Aku tidak tahu!! “ Jawabku.


“ Kok gak tau, kalau gitu apa yang saat ini kamu pikirkan tentang SMA Melati.?? “


“ Almamaterku setelah tiga tahun. “ Jawabku.


" Oke baik jawaban yang cukup menarik. Kalau begitu Trimakasih Rhido, wawancara telah selesai dan kamu silahkan pulang. Sampai bertemu besok pagi." kata pak guru itu mengakhiri wawancaranya.


 


Sebelum berpamitan aku menanyakan satu hal kepada pak guru itu.


“ Akan saya panggil bapak dengan nama apa?? “


 


“ Pak Rafly “ Jawab pak guru itu.


 


“ Makasih pak, saya ijin keluar dulu!! “ Kataku berpamitan.


 


Saya pun berpamitan dan keluar meninggalkan Pak Rafly didalam ruangan itu. Ternyata sungguhan saya adalah orang yang paling terakhir pulangnya. Diluar sudah tidak lagi seorang pun disana kecuali beberapa guru yang terlihat santai di halaman depan kantor.


Aku pergi ke halte bus untuk menunggu ojek dan pulang ke rumahku.


From Rhido

__ADS_1


Dear Wulan


__ADS_2