
Wahai tuan yang empunya ladang percintaan, ijinkan aku menanam benih-benih cinta di ladangmu.
"Selamat siang bunda," sapaku kepada ibuku.
" Selamat siang Pio," balas bunda kepadaku.
Aku duduk di kursi melihat film di televisi sambil kipas-kipas kerena badanku basah sekali habis jalan dari sekolah bersama Wulan.
"Ayo, sana ganti baju lalu sarapan dulu." kata bunda kepadaku.
" oke bunda" kataku kepada bunda.
Setelah itu aku istirahat siang karena kecapean sekali.
***
"Wulan aku suka sama kamu" kataku kepada Wulan.
"Kamu gak lagi bercandakan, Ido..."" kata Wulan.
"iya gaklah Wulan. Aku suka sama kamu sejak aku melihat kamu dikelas dua hari yang lalu. Kamu maukan jadi pacar aku.?? kataku kepada Wulan.
"" Hmmm... Apa iya?? " katanya manja.
"" iya, elah... malah bercanda lagi."" cetusku pada Wulan.
"Iya aku Mau." kata Wulan.
"Mau apa?? kataku kepadanya.
"iya mau jadi pacar kamu Ido."" Katanya menegaskan.
"ahhhhhhhhhh.. Trimakasih iya Wulan. karena kamu mau jadi pacar aku." kataku kepadanya.
Tiba-tiba...
"Pio, Pio , Pio,.. cepat bangun, ini udah sore." kata seseorang mengagetkanku.
"ah ternyata hanya mimpi saja." kataku dalam hati.
__ADS_1
"Kamu mimpi apa sih, kok triak-triak sambil senyum-senyum sendiri."" kata bundaku.
" ah, bunda mau tau aja," kataku mengejek.
Aku meninggalkan bunda dikamar dan pergi mengambil air buat mandi. Oya jadi ceritanya saya satu gang sama Wulan dimana disitu satu sumur yang kami pakai bersama. Tapi biasa keluarga pak Tinus tidak mengambil air disitu karena mereka menggunakan air pesanan. Jadi jarang sekali mereka kesitu.
Sore itu aku telah berada didekat sumur. Mengambil air tetapi mata ini terus melihat kearah rumahnya pak Tinus, berharap bisa melihat Wulan sebentar saja. Namun mata ini tidak menuai hasil yang diinginkan dan pulang ke rumah dengan masih menahan rindu untuk besok.
Setelah mandi aku kelapangan tempat anak-anak remaja berkumpul. Disana semuanya bebas ngapain aja. Ada yang main bola kaki, ada juga bolavolly , bola basket dan ada juga yang berolahraga lainnya. Sudah menjadi kebiasaan setiap sore aku ikut bermain bola voli di lapangan. Setelah itu hari udah mulai gelap dan saya pun pulang ke rumah bersama teman-teman yang lain.
Setibanya di rumah, aku kembali mandi lagi lalu belajar untuk besok karena ada pelajaran Fisika, kimia dan bahasa Indonesia. Tetapi sulit saya susah melakukannya karena Wulan telah mencuri pikiranku. Hanya dia yang ada dipikiran ini.
" Wahai malam jadikan esok menjadi catatan dan tanggal Wulan telah menjadi kekasihku." kataku didalam hati.
Aku mulai memaksa belajar, bibirku mulai komat-kamit menghafal namun bisa kupastikan semuanya tak ada yang tersimpan. Karena titik fokusku telah menjadi milik Wulanti Mau.
"Pio, " bundaku memanggil.
"iya bunda" jawabku.
"Ayo makan malam dulu," kata bundaku
Saya mengambil piring lalu mulai makan.
""Pio,,"" kata bundaku.
"'Iya bunda"" jawabku.
"Itu ponakannya pak Tinus cantik juga."" kata bundaku.
Aku kaget bukan main mendengar bundaku mengatakan itu kepadaku. Dan semuanya ikut kaget kerena melihatku kaget.
"ah ,, biasa aja bunda" kataku mengelak.
( Sambil terus makan)
"Ah jangan gitu dong. Mentang-mentang habis jalan berdua, jadi sombong iya,"" kata bundaku lagi.
"Bunda tau dari mana" tanyaku pada bunda
__ADS_1
( Aku mulai bingung mendengar semua kata bunda itu.)
" Tadinya Wulan kesini, cariin kamu. Tapi kamunya gak ada." kata bundaku lagi.
" Oh,,, jadi Wulan yang cerita ke bunda iya." kataku lagi.
"Ah kamu mau tau aja urusan perempuan." kata bundaku mengejekku.
"Satu sama dong berarti." kata bundaku lagi.
" Oh,, jadi gitu iya, Bun" cetusku.
Adik-adiku dan ayahku hanya mendengar percakapan saya sama bunda dan sesekali mereka tersenyum mendengar cerita kami. Kami pun telah selesai makan semuanya. Tapi saya masih dimeja membantu bunda membereskan piring-piring kotor diatas meja.
" Wulan anaknya cantik looo,, " Bunda berbisik kepadaku.
" Ah biasa aja tu." kataku mengelak lagi.
Tetapi didalam hatiku mengatakan.
" iya bunda, Wulan itu sempurna."
" Kalau kamu sama dia... Bunda sih setuju aja." Kata bundaku lagi.
" oke nanti gue pikir-pikir lagi." kataku pura-pura terpaksa padahal dalam hati, aduh mau banget.
"Jangan kelamaan mikir nanti diambil orang baru nyesal kamu."" kata bundaku lagi.
(Sambil meninggalkanku sendiri dimeja makan.)
"Iya juga iya. Apa kata bunda." cetusku didalam hati.
Aku pergi ketempat tidur untuk istirahat karena malam sudah hampir separuh jalannya. Sampai ketemu besok Wulan.
" Sampai ketemu lagi di episode selanjutnya "
" Salam hangatku menyapa kamu di waktu yang berbeda " See you
From Rhido
__ADS_1
Dear Wulan.