TEMAN RASA PACAR

TEMAN RASA PACAR
Nasihat Dalam Mimpi


__ADS_3

_________________________________________


* Puisi Rhido.


Ayo bangkit, jangan sakit


Kamu seorang laki


Harus terbukti


Kamu tak tersakiti


Buatlah dia menyesali


Diri sendiri........


Ayo cepat berlari


Kejar mentari


Sebelum senja tiba


Kamu tak terduga


Sedang berduka....


ayo semangat


Kamu berbakat


Mengukir hari yang baru.


by: Rhido


__________________________________________


****

__ADS_1


" Kokok Reko.." Suara ayam jago peliharaan ayah membangun ku.


Membangunkan aku dari sebuah perjalanan mimpi yang panjang. Seperti aku telah berada diujung dunia.


* Sebuah cerita mimpi.


" Apa kamu akan terus begini." Kata kakek yang aku jumpai diawal mimpi.


" Ayo,, ikut sama aku." Kakek itu mengajakku pergi.


" Kemana, kek" Kakek itu tidak menjawab pertanyaaku tetapi dia menarik tanganku untuk mengikutinya.


Kami melewati sebuah jalan yang penuh dengan batu-batuan dan berhamburan duri-duri tajam.


" Aduh, kek!!! kakiku terluka kek." Tetapi kakek itu tidak menghiraukanku yang saat itu kakiku penuh darah.


"Kakek sebenarnya kita mau kemana sih kek!!!. Kok jalannya begini semua." Kataku lagi kepada kakek itu sambil menahan sakit.


Tetapi kakek itu tidak berhenti dan masih terus saja berjalan dan aku terus mengikutinya dalam langkah pelan. Hingga sampailah kami disebuah anak sungai yang cukup besar.


" Sekarang nak, Cuci kakimu. " Kata kakek itu menyuruhku melakukanya.


" kamu harus paksa mencuci luka itu biar darahnya gak keluar terus-menerus." Kata kakek itu lagi. Akhirnya aku melakukan seperti yang diminta kakek itu.


" Kamu tunggu aku disini." kata kakek itu kepadaku.


" Kakek mau kemana???" Tanyaku kepadanya lagi.


Tetapi ia selalu saja tidak menjawab setiap pertanyaan dariku. Sejenak kemudian, kakek itu kembali dengan menaiki sebuah perahu.


" Ayo!! naik kesini.!!" kata kakek itu.


" Sebenarnya kita mau kemana??" Tanyaku mencoba mencari jawaban untuk kebingunganku.


Setelah aku naik, kakek itu mendayung perahu itu untuk bergerak mengikuti aliran sungai itu.


" Cu!! " Kakek itu memanggilku singkat.

__ADS_1


" Iya, kek!!!" Jawababku kepadanya.


" Cu!!! Lihat sungai ini, Dia begitu sabar menyelesaikan tugasnya." Kata kakek itu kepadaku.


" Memangnya sungai ini juga memiliki tugas iya kek.??" Tanyaku kepadaku.


" Tugasnya adalah membasahi setiap tanah tandus yang ia lewati." Kata kakek itu menjelaskannya.


" Tapi mengapa ia harus bersabar, kek!!" Tanyaku lagi penasaran kepada kakek itu.


"Saat iya mengalir, tak pernah sekalipun dia berpikir untuk mundur. Ketika ada batu yang menghadang jalannya, dia akan menetes perlahan-lahan hingga batu itu berlobang."


" Terus, kek!!!" Aku semakin penasaran dengan cerita kakek itu.


" Bahkan meski ada jurang menghadang pun, ia tak pernah gentar untuk melompatkan dirinya kebawah." Kata kakek terus menjelaskan.


" Jadinya air terjun iya kek!!" Kataku menyambung ceritanya.


Kakek itu hanya tersenyum dan kembali bercerita.


" Ketika ada gunung menghadangnya, Iya dengan sabar mengitari gunung tersebut. Hingga akhirnya, iya sampai ditempat tujuannya dan berhasil mengukir sejuta senyuman pada kita." Kata kakek itu lagi.


Saat itupun kami menepi dipinggir sungai dan kali ini kakek itu mengajakku mendaki sebuah gunung dihadapan kami. Aku sempat berpikir kalau kakek itu sebenarnya gila.


Dengan susah kami mendaki gunung itu dan terkadang aku terpeleset dan terjatuh, tetapi kakek itu terus mendorongku untuk kembali bangkit. Berjalan lewati semak-semak dan terkadang luka dikakiku kembali berdarah.


Namun kelelahan dan kecapeanku itu terbayar pasti dengan pemandangan yang cukup indah sekali. Lebih tepatnya bagaikan negeri diatas awan.


Aku begitu bahagianya saat itu bisa melihat pemandangan sebagus itu. Dan juga senja yang saat itu begitu merona untuk dipandang.


" Inilah yang dinamakan dengan perjuangan" kata kakek itu dengan seketika langsung menghilang.


Aku mencarinya kemana-mana namun dia benar-benar hilang.


" Kakek,, Kakek!! Kakek!! " Teriakku memang kakek itu. Tiba-tiba...


" Pio!!! Pio!!! Pio!!!, ayo bangun udah pagi." suara bunda membangunkan aku dari mimpi itu.

__ADS_1


Aku masih melamunkan mimpi tersebut.


" Kakek, Trimakasih untuk pelajaran berharga yang engkau berikan kepadaku untuk kembali bangkit menjadi hidupku lagi.


__ADS_2