TEMAN RASA PACAR

TEMAN RASA PACAR
AKU DISINI UNTUKMU


__ADS_3

* Cerita dari sudut pandang WULAN,


Aku telah berada ditempat yang pernah aku singgahi bersama Rhido, Bukit Raja. Air mata ini mengalir begitu saja tanpa iringan suara dari bibir berupa tangis yang menggambarkan kekosongan hati.


" Bunda, aku ingin pulang." Teriakku pada elang yang saat itu mondar-mandir dikepalaku


" Mengapa bunda memintaku untuk datang keseni???" emosi terlampiaskan pada teriakanku itu.


* Cerita dari sudut pandang Rhido


Aku telah sampai di puncaknya dan benar dugaanku, Wulan telah berada disana dengan suara sejuta penyesalan karena telah datang kesini.


Aku berjalan perlahan kearahnya, namun seperti sang elang memberitahu prihal tentang kedatanganku. Wulan berbalik kebelakang dan mendapatkanku sedang berdiri disana.


" Hay, " Ucapku setelah matanya bertemu dengan mataku. Tetapi Wulan tidak menjawab sapa manisku itu.


" Kamu sedang apa ada disini???" Tanyaku pura-pura tidak mengetahui apapun.


Aku melihat mata indah itu kini telah membekak karena tangisan dan duka yang sedari tadi mengusiknya." Tuhan aku gak tega harus menatapnya seperti ini." ucapku didalam hati.


Wulan sedang duduk tepat seperti dipinggir tebing Bukit Raja. Aku menghampiri dan duduk tepat disampingnya seraya menikmati kehangatan senja sore itu.


" Ini aku belikan jagung rebus untukmu.!!" Kataku kepada Wulan saat itu seraya memberikan kepadanya jagung rebus itu sehingga dia bisa melupakan dulu duka dihatinya.


" Pasti kamu disuruh om Tinus untuk mencariku, iya kan???" Tanya Wulan kepadaku sambil mengunyah jagung itu.


" Kamu tahu gak tempat favorit aku saat masih kecil dulu.????" Tanyaku kepada Wulan dan Wulan hanya menganggukkan kepala memberi isyarat tidak tahu.


" Disana!!" seraya tanganku menunjuk sebuah kolam tepat seperti ditengah-tengah persawahan itu.


Wulan sedikit tertawa kepadaku sesaat setelah aku menunjuk kolam itu.


" Kenapa kamu ketawa???" Tanyaku kepada Wulan.


Tetapi Wulan masih asik dengan ketawanya itu.


" Ini anak ditanya malah ketawa terus iya"' Ucapku kepada Wulan dengan tanganku seketika itu menggelitik pinggangnya.

__ADS_1


" Ayo,,, mau jawab gak!!!" Tanyaku kepada Wulan sambil terus berusaha menggelitiknya.


Wulan semakin tertawa dengan suara yang makin keras.


" Hentikan Rhido!!!" Suara Wulan dengan sedikit nada kesal.


Wulan mengambil minum sesudah jagung ditangannya itu hanya tinggal tongkolnya saja.


"Rhido!!!" Wulan memanggil namaku.


" Hmhmmm" Jawabku singkat seraya terus menyantap jagung ketiga saat Wulan menolaknya.


" Kamu belum jawab pertanyaanku tadi!!" Kata Wulan kepadaku.


" Pertanyaan yang mana???" Kataku pura-pura gak tahu.


" Apa kamu disuruh Om Tinus untuk mencariku??." Tanya Wulan lagi kepadaku.


" Kamu disuruh pulang" Jawabku singkat dan mangambil sebotol air itu dan meminumnya.


" Aku gak mau pulang!!" Kata Wulan kepadaku.


Wulan menunduk dan tidak mau menjawab pertanyaan dariku sama sekali. Aku melihat Wulan mengusap air matanya.


" Wulan, kamu jangan nangis!!" Aku memeluknya dan wulan tidak menolak.


" Kamu harus pulang dan ngomongin baik-baik sama Tante Linda. Dia pasti punya alasan dibalik semuanya itu." Aku mencoba membujuk Wulan untuk kembali karena hari sudah mulai malam.


" Tapi aku takut.!!!!" Wulan mengatakan itu dengan nada tersedu-sedu.


" Tenang aja, Ada aku disini untukmu." Kataku kepada Wulan.


"Ayo kita pulang" Wulan mengangkat kepalanya dari bahuku.


" Tapi nanti kalau saya diusir lagi sama Tante Linda lagi gimana"" Kata wulan kepadaku.


" Ayo kita pulang dulu.!!!" kataku kepada Wulan lagi.

__ADS_1


Akhirnya aku berhasil membujuk Wulan untuk pulang dan kami mulai menuruni bukit batu itu.


" Ngomong-ngomong kami kesini pakai apa??" Tanya Wulan kepadaku.


" Saya terbang" kataku kepadanya.


" Hhhhhh,,, Emang kamu malaikat!!" kata Wulan kepadaku.


" Iya wulan, Aku akan menjadi malaikatmu jika kamu mengijinkanku mencintaimu." Ucapku didalam hati.


* Cerita dari sudut pandang WULAN.


Kami telah sampai disebuah gubuk kecil.


" Buk Trimakasih iya." Kata Rhido kepada ibu yang jualan jagung rebus itu.


Rupanya Rhido menitip motornya disitu.


" Ayo kita pulang." Rhido mengajakku untuk segera menaiki motornya.


" Ya Tuhan, kenapa aku bisa menolak orang sebaik Rhido untuk mencintaiku." ucapku didalam hati.


" Wulan!!!" Rhido memanggilku lagi.


" iya" jawabku kepadanya.


Ibu itu melihat kami dan sesekali menampakan senyumnya.


" Tadi sendiri, kok sekarang berdua??" Tanya ibu itu penuh keheranan.


" Aku Nemu disana tadi," Kata Rhido kepada ibu itu yang membuatku sedikit ketawa.


" Hhhhhh,,, " Ketawa ibu itu saat mendengar jawaban Rhido itu.


" Buk,,, kami pulang dulu." Rhido berpamitan kepada ibu itu lagi.


Dan akhirnya kami meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


" Rhido, ternyata sekarang kamu memang sudah berubah. Kamu tidak sama lagi seperti yang diceritakan bundamu" ucapku didalam hati


__ADS_2