
Masih pada satu garis waktu yang sama hanya fajar yang kini telah menjadi senja. Tenangnya senja sore itu menambah luka didalam hatiku.
Merahnya terus mengingatkanku pada kata-kata pahit dari bibir pendusta. Walet yang terbang kesana-kemari sedikit menghibur diriku dari kesepian hati.
Tenggelamlah engkau senja dari tatapan mataku dan bawalah pergi luka ini dari hati sehingga aku dapat menikmati malam yang sepi. Malam-malam penyesalan yang tak terbilang seperti bintang di langit yang tak terhitung.
"Pergilah senja, aku mohon"
***
Malam itu dari dalam kamar, aku mendengar ada suara bising didepan rumahku. Tetapi aku tetap diam menatap buku-buku itu dengan pikiran kosong.
Sudah tak berguna lagi buku-buku komik itu menghiburku seperti dulu. Cerita-cerita lucu itu pun seakan mengejekku yang kini di kacangi oleh cinta. Hanya teman katanya.
Aku telah salah ladang untuk menarbukan cinta sejati. Seharusnya aku tak terbawa suasana nyaman dari pesona Wulan.
" Tapi untuk apa kamu memberikan aku harapan itu Wulan." Tanganku menulis-nulis pada buku.
Tiba-tiba...
" Crekkk" Suara sebuah kunci motor mengagetkanku dari lamunanku.
Aku melihat kearah lemparan itu, ternyata ayah yang melakukannya.
" Ini apa ayah???" Tanyaku kepada ayah sambil menunjukkan kunci itu.
" Mulai sekarang, kamu pakai itu aja kemana pun kamu pergi." Kata ayah kepadaku.
Aku berjalan keluar untuk melihat apa yang ayah bawakan untukku diluar sana. Ternyata disana ada sebuah motor FU, bekaa dengan gagahnya didepan pintu.
" Ini untuk apa ayah." Tanyaku kepada ayah.
Perasaanku kini bercampur aduk antara Sakit hati, senang, galau dan bingung.
" Ini hadiah untuk kamu karena telah menjadi yang terbaik dihidup ayah." kata ayah kepadaku.
" Tapi ayah...
" Sudah-sudah, kamu jangan pikirin dari mana ayah dapat uang untuk beli ini." Kata ayah kepadaku.
__ADS_1
" Tapi ayah, aku tidak mengharapkan semua ini. Aku hanya ingin ayah ada disampingku selalu aja udah cukup buat aku." Kataku kepada ayah sambil aku memeluknya erat.
" Mulai sekarang, anak ayah harus sekolah yang rajin, jangan malas apa lagi sampai berpikir untuk berhenti sekolah.!!!" Kata ayah kepadaku.
" Iya ayah, aku janji akan menjadi yang terbaik untuk ayah." Kataku dengan senyuman manis kepada ayah.
" Ayo sana, dicoba dulu motornya.!!" Kata ayah menyuruhku.
" Gak usah ayah, nanti besok aja." kataku kepada ayah begitu karena malam sudah semakin larut.
Saat makan malam, bunda tidak lagi membahas soal Wulan seperti biasanya.
" Apa Wulan sudah cerita kepada bunda?? Ah biarin aja." ucapku didalam hati saat masih lagi makan.
" Cie,,,, ada yang punya motor baru nie." Ejek adikku Patris.
" Ayah,, ayah,,, jadi itu motornya kak Pio." kata Jason juga.
" Iyaaaaaaa,," kata ayah kepada Jason.
" Asik,, nanti aku bisa jalan-jalan sama Kaka dong." Kata adikku Jason manja.
" Pio..." Bunda menegurku.
" Iya,,, nanti kita jalan-jalan." kataku kepada Jason
" Asik,,, jalan-jalan!!! Jalan-jalan!!!!" seru adikku.
Malam itu sesaat aku benar-benar melupakan lukaku dengan kebahagian sederhana milik keluargaku.
" Aku harus bisa menjadi yang terbaik untuk ayah.""
_____________________________________
* Puisi Rhido.
AYAH.
Ayah...........
__ADS_1
Engkaulah mentari terangku
Pelita dalam hidupku
Terangi jalan kegelapanku
Ayah.........
Engkaulah cinta yang sesungguhnya
Kasihmu indah kurasakan
Kenyamanan dan kedamaianmu
Sungguh hangat kunikmati
Trimakasih ayah
Dengan tulus berupaya
Membuatku terus tertawa
Sehingga aku terus bahagia
Ayah....
Engkau cinta yang terlupakan
Maafkan yang membuatmu kecewa
Pada kata-kata
Dan tingkah laku yang menyusahkan
Dirimu Ayah.................
by Rhido.
_______________________________________
__ADS_1