TEMAN RASA PACAR

TEMAN RASA PACAR
Part 25 Telpon Dari Wulan


__ADS_3

Aku cemburu Wulan!! melihatmu dengannya. Aku ingin kamu denganku, bukan dengannya. Aku terluka Wulan. Hatiku pecah berkeping-keping karena cinta yang masih terpendam.


Ini semua salahku, terlalu penakut untuk mengungkapkan cinta. Meski aku mengetahui Wulan menungguku mengungkapkan semua itu. Tetapi bibir ini masih tak berani melaksanakan tugasnya. Terus melawan kehendak hati dan sekarang berada diambang penyesalan.


Mataku berkaca pada jendela kehidupan. Merenungkan adengan-adengan yang telah bergulir. Mengoreksi diri dalam sentuhan nada..


_________________________________________


Dear Wulan...


Hanya Lelaki Biasa.


Sadar...........


Telah jauh aku melangkah


Terlalu banyak aku bertingkah


Lupa diri.......


Aku hanya Lelaki biasa


Tak pantas banyak berlaga


Meraih setetes cinta


Namun hanya luka


Yang kujumpa.


Sadar.......


Kamu begitu sempurna


Bagaikan sang purnama


Aku belum punya


Dirimu Wulan..............


From Rhido


___________________________________________


" Dringg,,, dring,,, dring,,, " Handphone bergetar.


Dengan tertera disitu sebuah nama " My heart" julukan dariku untuk Wulan. Karena memang untuk memilikinya adalah impian hatiku.


" Hallo!!!" aku menyapanya.


" Hai,,, . Lagi apa???" Wulan bertanya kepadaku.


Apa maksud dari semua permainan Wulan ini.


Disekolah bersama Rudy dan dirumah dia akrab sama aku.


" Wulan,, apa kamu sedang mempermainkanku." Tebakku pada diri sendiri.


" Rhido!! Kamu masih disitu kan. Kamu gak apa-apakan.!" Tanya Wulan lagi karena saat itu aku tidak menjawab.


" Emang saya udah mati kaaa. Gila ini.!!" kataku membalasnya.


" Hahahahahhahah. Kamu lagi apa sekarang.!!" Tanya Wulan kepadaku.


" Lagi mikirin kamu." Untuk pertama kalinya aku mengatakan seperti itu kepada seorang perempuan.


" Makasi." Balas Wulan.


" Ada apa?? " Tanyaku kepada Wulan.


" Gak cuman mau pastiin aja ini nomor kamu apa bukan!!!" Kata Wulan kepadaku.


Aku tahu kali ini Wulan berbohong kepadaku karena kemarin aku yang berikan nomor ini kepadanya.


"Ataukah Wulan kangen dengan suaraku." ucapku dalam hati.

__ADS_1


" Rhido..!!" panggil Wulan.


" Iya..." jawabku.


" Boleh aku bacakan puisi yang kamu tuliskan untukku kemarin." Tanya Wulan.


Ternyata Wulan masih menyimpan puisi yang kemarin saya berikan saat dirinya ngambek kepadaku.


"Gak boleh." Aku mengatakan itu karena memang aku malu saat orang lain membacakan tulisanku. Dan juga tulisan itu, kutuliskan dengan iseng aja, Karena melihat Wulan manyung saat itu.


" Kamu cuman dengarkan saja. Gak usah bicara sampai aku menutup telponnya." Kata Wulan kepadaku.


" Aku gak mau mendengar." Ucapku lagi menolak Wulan membacakan puisi itu.


" Kamu kenapa sih gak mau orang lain membacakan puisimu." kata Wulan kepadaku.


" Kamu itu punya bakat menulis. Tapi kenapa kamu malu menunjukkannya." Ceramah wulan panjang lebar.


" Pokoknya sekarang kamu harus mendengarkan aku membacakannya." Wulan memaksaku.


"Iyaa,,, Tukang cubit " jawabku.


"Hahahahaha...." Wulan ketawa.


" Ingat iya, kamu jangan bicara sampai saya menutup telponnya." Kata Wulan.


Wulan mulai membacakannya satu persatu.


Puisi jadul yang kubuat.


_________________________________________


* Tulisan pertama.


Wahai kamu seperti putri


Wulan yang baik hati


Maaf, aku telah menyakiti


imut dan juga cantik


Aku mohon tolong berbalik


Atau aku menggelitik


Dirimu sekarang.........


___________________________________


* Tulisan kedua.


Kamu bagaikan panda


Yang selalu didamba


Semua mata-mata


Para pemuda


Jangan terus manyung


Hingga terlarut murung


Aku ikut terkurung


Rasa bersalah.


Menyakitimu.


Dengan kata-kataku.


________________________________________


* Tulisan ketiga.

__ADS_1


sejam telah berlalu


Amarahmu terus melaju


Apa kamu sedang berpacu


bersama sang waktu.


jangan Wulan..


Cepatlah kamu pulang


Jangan lupa diri


Aku disini sendiri


Menantimu kembali


Pada tawamu lagi.


______________________________________


* Tulisan keempat.


Wulan,,,,,,,,,,,,


Kamu sangat hebat dan berbakat


Ayo semangat, kamu kuat


Dalam amarahmu


Aku mendukungmu


Teruslah berlari, Wulan.


Amarahmu tingkatkan.


_______________________________________


* Tulisan kelima.


Aku berhenti


mengejarmu berlari


Aku akan disini


menantimu kembali


Dalam kesabaran


Memikirkanmu.


From Rhido.


__________________________________


""Tut,,Tut,,,, Tut,,, "" suara telpon dari Wulan telah terputus. Tulisanku telah selesai dibacanya.


Saat langkahku mulai berhenti mengejar, engkau datang menguatkanku kembali. Saat pikiranku mulai berhenti berpikir, engkau hadir membuat semua hadir kembali.


Apa semua ini kehendak yang maha kuasa, menguji kesabaranku menunggu hari itu. Ataukah permainan takdir yang memberikanku kebahagaian sesaat.


"Tuhan, aku mohon berikan aku kepastian. Sehingga saat ini, langkahku tak lagi ragu tuk melangkah kearah Wulan. Menggenggam tangannya dalam setiap kebersamaan. Menemaninya dalam setiap kesulitan Melindunginya dari setiap bahaya.


Dan menjadi penopang pundak Wulan saat dirinya terjatuh dalam kegelapan.


"Asyik.....


" Sampai ketemu lagi di episode selanjutnya "


From Rhido


Dear Wulan

__ADS_1


__ADS_2