TEMAN RASA PACAR

TEMAN RASA PACAR
Perjuangan Cinta 4


__ADS_3

* 4 Agustus 2014.


Pagi itu kami semua telah kembali berbaris untuk latihan Paskibraka. Kami telah berlatih sudah beberapa hari kecuali kemarin Aku gak ikut karena kakiku sakit. Dan untungnya ada obat cinta, kalau gak pasti aku masih berbaring dirumah hari ini.


Saat itu bapak tentara itu sudah mulai membagi pasukan menjadi tiga yaitu, Pasukan 17, pasukan 8 dan pasukan 45. Pembagian itu sesuai fisik dan juga penampilan.


Saat itu Wulan terpilih menjadi pembawa sang saka Merah putih. Adalah suatu kehormatan besar yang tak semua orang mendapatkannya.


Tetapi satu hal yang membuatku kesal adalah saat Rudy dipilih menjadi Pemimpin pasukan. Namun aku gak putus asa hanya disitu. Aku terus saja giat melakukan gerakan sebaik mungkin dan akhirnya puji Tuhan, saya dan juga kak Rocky terpilih mendampingi Wulan untuk mengibarkan sang saka merah putih.


Bahagiaku benar-benar terpancar saat itu dan bahkan itu mengalahkan cahaya matahari pagi itu. Walau pun aku tidak mendapatkan jabatan seperti Rudy tapi paling tidak aku akan ada disisi Wulan saat dia membutuhkan pertolongan. Sesaat kemudian kami pun dibubarkan oleh pelatih paskibraka saat itu karena sudah cukup latihannya.


Saat itu aku langsung menuju ke Toilet karena sudah tak bisa aku tahan lagi air kencingku.


Didalam toilet pria tak ada orang, berbeda dengan toilet wanita yang saat itu aku sempat mendengar suara percikan air.


Tiba-tiba Rudy masuk bersama teman-temannya mengikuti aku.


"Ini dia jagoannya desa kembang" kata seorang dari teman Rudy.


" Oh,,, ternyata jagoan ini kakinya lagi sakit." Kata sorang lagi. Dengan ketawa mereka begitu kencangnya.


"Aku harap kamu tidak lupa dengan perjanjian kita."" Kata Rudy kepadaku.

__ADS_1


" Siap-siap deh kamu jauhin Wulan."" Kata Rudy lagi.


Saat itu aku hanya bisa diam karena memang tak ada yang harus aku katakan kepada mereka, Dan aku hanya bisa pasrah dengan keadaanku sekarang ini.


" Ingat iya, Jauhin Wulan..!!!" Kata Rudy memperingati aku.


Aku menundukkan kepala dengan masih diam seribu bahasa. Hingga akhirnya mereka meninggalkanku disitu dengan ketawa mereka yang begitu menggema di ruangan itu.


Aku mengambil air dan mencuci wajahku agar ketawa mereka itu cepat hilang dari ingatanku. Dan begitu aku keluar dari toilet, ternyata ada Wulan dengan muka asamnya seperti sedang menungguku keluar dari dalam.


"Ya Tuhan, apa Wulan mendengarkan percakapan kami tadi." Aku berkata dalam hati.


" Hay Wulan, "' ( Wulan tidak menjawab)


" Aku mau kamu jelaskan semuanya.!!" Kata Wulan singkat saja.


" Nanti aku jelasin saat setelah pertandingan sore nanti.!!" Kataku kepada Wulan.


" Aku maunya sekarang!!!" (Kata Wulan dengan nada kesal.")


" Nanti aku jelasin semuanya." Kataku lagi.


Tanpa sepatah kata Wulan pergi meninggalkanku.

__ADS_1


"Wulan!!! Wulan!! Wulan.!!" Dia tak menghiraukanku saat itu.


" Ah sialnya aku hari ini." kataku didalam hati.


Aku keluar ke lapangan, disana tinggal beberapa orang yang masih beristirahat disana sedangkan yang lainya udah pada pulang semua dan Wulan juga sepertinya sudah pulang.


" Kamu kemarin gak ikut main iya." Tanya Beny kepadaku karena mungkin kemarin, dia tak melihatku.


Beny adalah salah satu pemain dari desa melati. Dia cukup jago main Bolavolly.


" Kok kalian yang main tua semua, iya." Kata beny.


" Iya,,, semuanya pada pergi sekolah diluar dan kebanyakan anak muda yang lainnya pergi merantau." kataku menjelaskan keadaan yang memprihatinkan dari tim kami.


" Sekarang digrub D kalian berada diurutan ketiga dan pasti tidak akan lolos jika kalian kalah dari desa Klatun." Beni menjelaskan klasmen sementara untuk grub D.


Ah sial pikiranku semakin kacau memikirkan semua masalah yang sekarang aku pikul.


" Semoga Tuhan memberkati. amin."


" Sampai ketemu lagi di episode selanjutnya "


From Rhido

__ADS_1


Dear Wulan.


__ADS_2