TEMAN RASA PACAR

TEMAN RASA PACAR
Perjuangan Cinta 8


__ADS_3

Aku tak pernah menyangka akan merasakan hari-hari yang begitu menyenangkan dalam hidupku seperti ini. Bahkan dulu aku pernah kecewa karena hari-hariku terasa membosankan sekali.


Surat dari Wulan seakan mendorongku untuk terus melangkah secepat mungkin untuk mencapai hari itu. Hari dimana Wulan akan mengatakan....


" Rhido,, aku juga suka sama kamu!!" logikaku membayangkan kata itu yang keluar dari bibir Wulan dihari itu nanti.


Memang benar kata orang...


" Cinta itu gila" karena sepanjang malam tadi aku hanya ketawa dan senyum-senyum sendiri.


* Pagi-pagi ditempat latihan paskibraka.


Hari ini ketika aku melihat Rudy mendekati Wulan, Aku seperti merasa biasa-biasa saja karena aku tahu Wulan suka sama aku. Dan dia akan mengungkapkannya hari dimana aku memenangkan pertandingan itu.


___________________________________


* Puisi untuk wulan.


Kuterima sepucuk suratmu


Menjanjikan rasamu


Pada hari itu


Aku Rindu....


Hatiku kini bernyanyi


Sebuah nada cinta


Sebuah melodi bahagia


Sepanjang hari.


Waktu cepatlah bergulir


Penantian ini berakhir


Cinta ini telah menyihir


Dirimu cepat kumiliki

__ADS_1


Wulanti........


By: Rhido


______________________________________


Cinta telah membius bibirku untuk berkata-kata lagi. Kali ini siang benar-benar tak terasa panas saat itu. Karena cinta telah mengubahnya sekarang.


Sekarang yang akan harus aku lakukan adalah memenangkan pertandingan itu. Sehingga kata cinta itu bisa terucap dari bibir manisnya wulan.


Siang setelah kami selesai berlatih paskibraka, aku menghampiri Wulan dan memberikan sebuah amplop lagi kepadanya.


_______________________________________


* Isi surat yang kuberikan.


Selamat siang, Wulan.


Maaf, hanya selembar kertas ini yang mewakili bibirku mengucapakan kata-kata hati.


Wulan, aku mengajakmu untuk tidak saling bicara dan menyapa hingga tanggal 17 Agustus nanti. Aku mau kamu benar-benar memikirkannya dulu sebelum kamu menjawabnya nanti.


" Aku suka sama kamu"


" Doakan aku Wulan"


from RHIDO,


____________________________________________


* Pertandingan semi final.


Sore ini telah ada empat tim yang telah lolos untuk mengikuti semi final yaitu: Desa Batu Putih, Desa Kembang, Desa Nusa dan Desa Manekat.


Kami belum tahu mana tim yang akan kami lawan nanti karena akan ada tarik lot yang menentukan pertandingan nanti. Satu harapanku saat itu adalah semoga bukan timnya Rudy yang akan kami lawan saat itu.


Dan pada akhirnya seperti doaku terkabulkan, karena saat itu kami akan menghadapi tim dari desa Nusa. Tetapi desa Nusa bukanlah lawan yang gampang dikalahkan karena mereka memiliki para pemain yang hebat-hebat.


Pada waktu itu kami akan bermain setelah pertandingan pertama usai yaitu Desa kembang melawan desa manekat.


Namun seperti membalikkan telapak tangan, Rudy mengalahkan mereka dengan begitu mudahnya. Ternyata Rudy benar-benar hebat dalam bermain Bolavolly.

__ADS_1


Ketika permainan saat itu belum usai dan masih dalam keadaan panas-panas membalas mencetak skor, tiba-tiba ada bola dari pukulan itu melencang keluar dari lapangan.


Bola itu melaju dengan begitu cepatnya dan menghantam kepala seseorang yang saat itu lagi ikut menonton pertandingan saat itu.


Aku berlari pergi mendapatkannya yang saat itu terjatuh tak berdaya. Aku menggendong dan membawanya ke klinik. Aku benar-benar kawatir dengan keadaannya yang tak kunjung siuman. Aku begitu gelisah memikirkan keadaannya saat itu. Orang itu adalah Pujaan hatiku Wulan.


Saat itu didalam ruangan hanya ada aku dan Wulan yang masih terbaring tak berdaya. Namun gak lama kemudian datang kak Lia..


" Rhido!!! kamu dipanggil, pertandingan sudah akan dimulai." kata kak Lia.


Dengan berat hati aku harus meninggalkannya karena pertandingan itu juga begitu penting untuk mempertahankan Wulan.


Saat aku telah berada diluar ruangan dan datang sang pengacau dengan tergesa-gesa yang berpapasan denganku.....


"Dimana Wulan???" Rudy bertanya kepadaku dengan nada tinggi dan tangannya memegang kerak bajuku.


"Ada didalam!!" Kataku kepadanya.


Rudy pun pergi mendapatkan Wulan didalam ruangan.


Kami pun telah memulai pertandingan itu namun aku telah hilang konsentrasi dalam pikiranku. Aku masih menghawatirkan Wulan.


" Apa dia udah siuman." Tanyaku didalam hati.


Dan set pertama itu kami dikalahkan oleh desa Nusa. Kami turun minum dan aku mencoba memulihkan pikiranku namun aku tak bisa melakukannya.


Saat kami akan mulai bertanding lagi untuk set kedua, tiba-tiba dari jauh terlihat Wulan berjalan keluar dari klinik dengan masih dipegang oleh kak Lia.


"Puji Tuhan, Wulan gak apa-apa!!!" Kataku didalam hati.


Akhirnya semangatku telah kembali dan kami mengalahkan mereka untuk set kedua dan ketiga hingga pada akhirnya kami memenangkan pertandingan itu dengan skor tipis 2:1.


Sesaat setelah pertandingan itu aku ingin menghampiri Wulan namun aku telah berjanji padanya untuk tidak saling bicara sampai aku memenangkan perjanjian dengan Rudy itu.


Sore itu aku hanya memperhatikan wulan dari jauh saja dan mendoakannya....


" Ya Tuhan, lindungilah Wulan!!!"


" Sampai ketemu lagi di episode selanjutnya "


From Rhido

__ADS_1


Dear Wulan


__ADS_2