TEMAN RASA PACAR

TEMAN RASA PACAR
Pejuangan Cinta 1


__ADS_3

* 1 Agustus,


Hari ini adalah hari pertama perjuangan cinta dimana aku akan bertanding bersama Rudy merebut cinta Wulan. Dan tentang perjanjian ini, tentu saja Wulan belum mengetahuinya dan aku berharap Wulan jangan sampai tahu hal ini.


* Siang itu dirumah kepala desa.


Kami semua telah berkumpul disana membahas persiapan pertandingan yang sesungguhnya. Sedangkan Wulan sedang membuatkan kami minuman.


" Pokoknya sore ini harus semangat iya." Kata Tante Linda yang ikut juga dalam perkumpulan sore itu.


Wulan datang membawa nampan berisi minuman es teh karena hari masih panas saat itu.


Aku melihat kearah Wulan yang sedang membagikan gelas kepada setiap orang yang berkumpul saat itu. Aku ragu mengangkat gelas yang saat itu tinggal satu saja diatas nampan.


" Ambil aja, kali ini benar-benar gak ada apa-apa kok" Wulan berbisik kepadaku dan aku mengedipkan mata tanda telah mengerti dengan maksudnya Wulan.


" Bermain saja sesuai kemampuan. Kalah dan menang gak usah dipikirin. Ini hanya hiburan. Tetapi tetap harus optimis untuk menang." kata kepala desa(Om Tinus).


" Jangan sampai kalah, om. Bisa kehilangan Wulan dong saya." Aku berguman didalam hati.


"Habis ini kita langsung aja berangkat ke lapangan kecamatan." Lanjut om Tinus.


Setelah selesai minum aku membantu Wulan membereskan gelas-gelas kotor itu.


" Jangan Rhido!!! Biar Wulan aja." Kata Tante Linda yang melihatku saat itu mengangkat gelas-gelas kosong itu.


" Iya Rhido, biar Wulan aja." Lanjut om Tinus.


" Gak apa-apa Tante." jawabku kepada Tante Linda.(Sambil terus membereskan itu.)


" Iya gak apa-apa Om. iyakan Rhido!!!" kata kak Alex kepadaku dengan sedikit senyuman merayuku. Aku hanya terus tersenyum membalasnya.


Aku mengikuti langkah Wulan telusuri seluruh sudut rumah itu menuju Ruang dapur.


" Simpan disitu aja." Wulan menyuruhku menyimpan semua yang aku bawa ke baskom tempat gelas kotor.


" Kamu gak ikut.? Tanyaku pada wulan.


" Iya ikut dong. masa tinggal.!! " Kata wulan.


" Doain aku supaya bisa bertanding dengan baik iya." kataku kepada Wulan.


" Iya,,, aku pasti doain teman spesialku ini kok." Kata Wulan serius.

__ADS_1


Ketika mendengar kata " Teman spesial" dari bibir wulan, aku menjadi bersemangat untuk menghadapi persaingan itu.


"Ayo kedepan pasti kamu lagi ditungguin." Kata Wulan menyuruhku pergi terlebih dahulu.


* Didepan ruang tamu.


" Masih pacaran iya,, Kamu didalam." Ejek Kak Yanto.


" Ngaur aja kamu kak." aku menghindari ejekan itu. ( Kami senyum-senyum sendiri.)


" Ayo kita berdoa dulu, supaya langkah kita ini diberkati Tuhan." kata Tante Linda.


" Rhido,!! " Panggil Tante Linda.


" Iya," sambil melihat kearahnya.


" Kamu yang pimpin kita doa. Bisa.!!!" Tante Linda menyuruhku.


" Emmmm.... Bisa Tante." Jawabku kepadanya. ( Bagaimana aku bisa menolak tawaran baik dari calon mertua.)


( Semua telah mengambil sikap sopan yang benar.)


Wulan melihat kearahku dengan senyuman, dan terkadang sedikit menutup mulutnya.


________________________________________


Tuhan,


Kami mengucap syukur kepadamu untuk hari ini.


Tuhan,


Trimakasih untuk kesempatan yang engkau berikan kepada kami orang berdosa ini untuk berkarya.


Jauhkan kami dari marabahaya dan berkatilah kami semua.


Hingga perjuangan ini menghasilkan buah yang sungguh nikmat. Amin.


Berdoa selesai.


___________________________________________


(Kami diajak oleh om Tinus untuk melakukan tos sebelum berangkat.)

__ADS_1


" Nanti kalau saya bilang "desa kembang", kalian jawab " Jaya " "" Kata pak Tinus memberikan arahan.


( Kami semua mengumpulkan tangan.)


" Desa Kembang." Teriak om Tinus.


" JAYA " Jawab kami serentak.


Kami mulai naik kendaraan yang telah disiapkan oleh om Tinus yakni sebuah pick up hitam.


Dan Om Tinus mengikuti kami dari belakang bersama Tante Linda, Wulan, dan kedua anak om Tinus.


" Desa kembang,!! desa kembang!! Desa kembang!! " Teriak anak-anak yang ikut menumpang biar rame aja.


Kami telah sampai ditempat tujuan disana telah berkumpul semua peserta lomba ada enam belas tim yang akan ikut bermain. Dan hari ini akan tarik lot untuk jadwal pertandingan yang akan langsung bergulir hari ini.


Singkat cerita, akhirnya semua tarik lot yang diwakili oleh semua kepala desa kecamatan Bintara. Dan kami berada di grub D dengan empat Tim yaitu Desa kembang, desa Melati, desa Klatun dan Desa Moris.


Sedangkan Rudy dan timnya berada di grub A dengan tiga desa lainnya.


Tetapi sayangnya sore itu menurut jadwal saat itu desa kembang belum bermain karena akan bermain besoknya lagi melawan desa Moris. Karena yang bertanding saat itu Klatun vs melati. Dan setiap grub akan ada satu pertandingan.


Sore Itu tak ada begitu banyak pertandingan yang memanas karena masih awal perlombaan.


Desa Melati keluar sebagai pemenang dengan mendapatkan tiga poin.


Dari grub A, desa batu putih menang dan sama juga untuk grub B dan dan C.


Sore itu, Rudy benar-benar menjadi primadona, banyak bibir menceritakan dirinya yang begitu hebat bermain.


Tak bisa dipungkiri aku menjadi bahan ejekan dan candaan oleh teman-teman Rudy. Aku hanya diam, bersabar untuk menanti hari esok.


" Udah siap untuk melepaskan Wulan!! " Bisik Rudy kepadaku saat aku lagi duduk sendiri. Aku tidak menghiraukan omongan Rudy itu.


Untuk pertandingan selanjutnya akan diadakan dibeberapa lapangan disekitar kecamatan Bintara.


Sore itu kami kembali pulang dengan tanpa sebuah pertandingan sama sekali.


" Semoga besok kami bisa menang "


" Sampai ketemu lagi di episode selanjutnya "


" Salam hangatku menyapa kamu di waktu yang berbeda "

__ADS_1


From Rhido


Dear Wulan.


__ADS_2