TEMAN RASA PACAR

TEMAN RASA PACAR
PAHLAWAN-MU


__ADS_3

* Cerita dari sudut pandang Rhido.


(Di rumah Wulan)


Kami telah sampai dirumah wulan.


" Wulan kamu harus bersabar." Kataku kepada Wulan untuk menguatkan hatinya.


Wulan terlihat menghela nafasnya dan berjalan menuju halaman depan rumahnya.


Langkah Wulan pelan seperti sedang ketakutan dan sedikit gemetar.


Aku memutuskan untuk pergi dan mendampinginya yang saat itu ragu untuk menghadap Tante Linda. Aku menggenggam tangan Wulan dan berjalan disampingnya


Ketika kami telah berada didepan pintu dan belum sempat mengeluarkan kata apapun, tiba-tiba......


" Aku udah gak mau anak itu kembali lagi kesini.!!" Kata Tante Linda yang terdengar oleh kami dari dalam rumah.


" Tapi mah, Wulan mau tinggal dimana lagi kalau bukan disini!!!" Kata Om Tinus kepada Tante Linda.


" Terserah mau tidur dimana, itu urusannya yang jelas aku gak mau ngurusin dia lagi" Kata Tante Linda.


Aku belum mengetahui masalah mereka saat itu sehingga sampai berantem seperti ini.


Sedang Wulan saat itu sudah tak bisa lagi menahan tangisnya tapi tidak dengan bersuara.


Aku menyapu-nyapu punggung Wulan dengan tanganku agar dia harus kuat dan sabar untuk menghadapi semua masalahnya ini.


* Cerita dari sudut pandang WULAN,


" Ibu, aku ingin pulang." aku berguman didalam hati.


Aku melihat orang yang saat ini sedang menenangkan diriku.


" Bagaimana mungkin aku bisa menolak pria sebaik Rhido." Aku berkata lagi didalam hati.


" Sekarang bagaimana Wulan." Tanya Rhido kepadaku.

__ADS_1


" Sebaiknya kamu pulang aja, sekarang udah larut malam sekali, pasti kamu dicariin bunda" Kataku kepada Rhido.


" Trus malam ini kamu tidur dimana.???" Tanya Rhido kepadaku


" Disini,(sambil menunjuk sebuah bangku didepanku yang cukup untuk tidur.)


" Gak!!! gak!!!!? gak!!! sebaiknya malam ini kamu nginap dirumahku aja" kata Rhido kepadaku.


" Gak apa-apa kok, aku tidur disini!!" Kataku kepada Rhido dengan nada berbisik-bisik takut kedengaran sama Tante Linda.


" Ayo ikut sama aku aja" ( Rhido memaksaku mengikutinya dengan menarik tanganku. Sesekali aku melawan namun pada akhirnya aku mengalah dan berjalan mengikutinya menuju motor Rhido.


* Cerita dari sudut pandang Rhido


Kami telah sampai didepan rumah.


"Tok!!! tok!!! tok!!! Bunnndaaaa" Aku memanggil bunda untuk membukakan pintu kepada kami.


" Iya, Pio.!!! " Kata bunda dari dalam rumah.


" Selamat malam, Bunda.!!" Wulan menyapa bunda.


" Eh,,, Wulan!!! Ayo masuk!!! " Kata bunda sambil mempersilahkan Wulan untuk masuk.


" Makasih Tante.!!!" Kata Wulan kepada bunda.


Setelah kami masuk, Bunda menarik tanganku kebelakang.


" Kenapa kamu membawa Wulan datang kesini" Bunda bertanya kepadaku.


" Wulan lagi berantem sama Tante Linda, Bunda.!! Terus Wulan diusir dari rumah." Aku menjelaskan semua hal yang menimpa Wulan saat itu.


" Bunda, Bolehkan malam ini, Wulan nginap disini." Aku memohon kepada bunda.


" Iya bolehlah, Tapi awas kamu jangan sampai macam-macam loh ya.." Kata bunda membolehkan dan memperingati kami.


" Iya, Bun" Kataku kepada Bunda.

__ADS_1


* Cerita dari sudut pandang WULAN.


Aku menunggu diruang tamu sambil menunggu Rhido sama Bunda Rhido yang tadi pergi kebelakang. Aku gak tahu apa yang sedang mereka bicarakan. Gak lama kemudian.


" Wulan!! Malam ini kamu nginap disini aja" Kata bunda Rhido yang saat itu telah kembali.


"Makasih iya, Bun!!! Maaf aku sudah merepotkan.


Bunda Rhido orangnya sangat baik kepadaku dan malam itu aku benar-benar merasakan begitu besar kasih sayangnya saat dia memelukku dengan begitu mesranya. Dan memberiku makan hingga kenyang.


Aku melihat Rhido masuk kesebuah kamar dan gak lama kemudian Rhido telah keluar dari kamar itu.


" Rhido!! Kamu tidur sama Patris iya," Kata bunda kepada Rhido.


" Iya, bunda" Jawab Rhido kepada bundanya.


" Wulan, Malam ini kamu tidur dikamarnya Rhido." Kata bunda menyuruhku kesana.


Didalam kamar masih ada Rhido yang saat itu membawaku kekamarnya.


" Maaf kamarnya berantakan sekali," Kata Rhido kepadaku.


" Gak apa-apa!! Aku ngerti kamu anak bujang sukanya kaya gini." Aku berkata kepada Rhidooo.


" Wulan aku keluar dulu iya," Rhido berpamitan kepadaku.


"Rhido!!!" Aku memanggil Rhido.


(Rhido berbalik kearahku.)


" Makasih iya," Kataku kepada Rhido.


Rhido membalasku dengan sebuah senyuman indah dan...


" Selamat tidur Wulan." Kata Rhido.


"Iya" jawabku kepada Rhido

__ADS_1


__ADS_2