TEMAN RASA PACAR

TEMAN RASA PACAR
MULAI HARI BARU


__ADS_3

Kakek itu berkata benar, aku harus bisa semangat untuk menjalani kembali langkahku.


Hari ini aku akan berpetualangan kembali dengan Vey, Nama yang kuberikan untuk motor hadiah dari ayah.


" Vey, bantu aku untuk mengukir hariku yang baru." Kataku kepada motorku sebelum aku berangkat.


" Ayah, bunda!!! Aku berangkat dulu." Aku berpamitan saat akan berangkat saat itu.


" Hati-hati, Pio!!! Ingat jangan ngebut-ngebut." Kata bunda dari dalam rumah.


" Iya, Bun!!!"


Pagi itu, aku mengubah penampilanku dari cupu menjadi cool. Bahkan adik-adikku sampai salah mengenal diriku.


"Ayo berangkat, Vey!!!" Aku mulai menarik gas sepedaku menelusuri jalan menuju SMA Melati.


* Ketika tiba diparkiran sekolah.


" Selamat pagi, Pak Anis!!" Aku menyapa pak Anis yang saat itu sedang disitu.


" Iya, selamat pagi, Rhido!!" jawab pak Anis kepadaku.


Untuk menghapus segala duka dihatiku adalah dengan cara selalu ramah dan terus bahagia di manapun aku berada.

__ADS_1


" Pak, aku kedalam dulu." Kataku kepada pak Anis dan dibalas dengan senyuman hangatnya pagi itu.


" Selamat pagi untuk semuanya," Aku menyapa teman-temanku yang saat itu berada didalam kelas.


Terlihat Wulan tersenyum kepadaku saat dirinya melihatku sudah kembali tersenyum. Aku pergi menghampirinya...


" Selamat pagi, Wulan.!! " Aku menyodorkan tanganku kearah Wulan.


Seperti kakek dalam mimpi, " Luka akan semakin dalam bila kita terus saja menggalinya."


Wulan menyalami tanganku yang saat itu melayang persis dihadapannya.


" Iya selamat pagi juga, Rhido.!!!" Kata Wulan membalas salam dariku.


Tentang memberi harapan yang benar-benar dari hati. Karena hati tak pernah berbohong seperti permainan lidah memutar nmbalik fakta.


Setengah menit berlalu dan tangan Wulan masih kugenggam seerat-eratnya. Seperti kata kakek dalam mimpi, hanya Lelaki pecundanglah yang akan lari dari kenyataan.


" Kamu apa kabar?? " Aku bertanya kepada Wulan dengan tangan masih saling memegang. Aku tak menghiraukan mereka yang saat itu berada didalam kelas. Sebenar aku gak pernah seberani ini sebelumnya.


" Baik." Katanya singkat.


" Hmmm..." Batuk dari teman-teman yang mencoba menggangguku.

__ADS_1


Lalu aku tersenyum seraya melepaskan tangan Wulan dan pergi ditempat dudukku.


" Wulan, aku telah menghapus rasa cintaku kepadamu tetapi mulai sekarang aku akan membuatmu jatuh cinta kepadaku." Gumanku didalam hati.


" Trimakasih kakek, engkau telah menyadarkanku tentang apa arti kesabaran."


Hari itu disekolah, aku menyapa siapa pun yang aku jumpai dan selalu tersenyum kepada siapapun yang belum saya kenal. Terkadang aku terlihat seperti orang gila namun lama-kelamaan terasa seperti memiliki banyak sahabat.


Hari itu juga akan di sekolahku akan diadakan pemilihan calon pengurus OSIS untuk tahun 2014/2015. Dimana, calon ketua osisnya adalah dari kelas dua dan wakil ketua osisnya adalah dari kelas satu.


Lalu akhirnya terpilihlah Kak Rocky dan kak Rudy yang akan menjadi calon ketua OSIS saat itu. Jadi untuk wakilnya akan dipilih sendiri oleh calon ketua OSIS.


" Wulan,!! kamu mau gak mendapingi aku menjadi calon wakil ketua OSIS." Kak Rocky datang dikelas dan meminta Wulan untuk mendampinginya.


" Maaf, aku sepertinya gak bisa." Kata Wulan menolak tawaran baik itu.


" Ayo Wulan, kamu pasti bisa!! Tenang aja kami mendukungmu kok.!!!" Kataku memaksa wulan itu menerima itu.


Awalnya Wulan masih terus menolak untuk mengikuti itu tetapi ketika teman-teman dikelas medukungku memaksa Wulan, hingga pada akhirnya wulan menerima tawaran baik itu.


Jadi untuk calon pengurus OSIS yang baru telah ditetapkan dan yang akan mencalonkan diri adalah Kak Rocky bersama Wulan dan Kak Rudy bersama Risky kelas Satu IPS 2.


Aku yang melihat Wulan saat itu berdiri didepan kaarena hasil paksaan dariku hanya bisa tersenyum menahan tawa. Aku yakin saat itu Wulan menjadi jengkel kepadaku tetapi aku membiarkan itu terjadi.

__ADS_1


" Trimakasih kakek, Untuk pelajaran berharga yang mengajarkanku tentang arti melangkah dalam kebahagiaan. Aku akan mengikuti nasehat kakek. "" Ucapku bersyukur untuk hari yang indah itu karena aku berhasil melupakan luka dihatiku dengan banyak keceriaan.


__ADS_2