Tentaraku Bodyguardku

Tentaraku Bodyguardku
Episode 16 (Bujukan Tersenyum)


__ADS_3

Sesampainya mereka di tempat penjual tiket, Ricko ingin memberitahu kepada Nisa tentang tidak persetujuan dri ayahnya.


Nisa :"Permisi bisakah aku melihat tiket pesawat menuju Indonesia? kalau bisa yang transit malam ini juga tidak masalah." ucapnya bertanya ke penjual tiket disitu.


X :"baiklah silahkan ditunggu nona, saya akn memeriksa tiketnya." ucapnya memeriksa penerbangan untuk nanti malam.


Ricko :"Nis,, aku mau kasi tau hal penting, kamu siapkan dengerinnya?" ucapnya merasa tidak enak, karena ia tahu Nisa adalah seorang perempuan yang mudah patah hati dan cepat menangis kalau terluka.


Nisa :" bicara ajah mas ngkpp kok. " ucapnya melihat Ricko yang sedang melamun, tidak mengucapkan sepatah kata pun. "Mas ngomong ada apa?" sambil menggoyangkan tangan Ricko.


Ricko :"sebenarnya ayahku..." ucapnya terputus karena penjual tiket itu.


X :"Nona, transit nanti malam pukul 21:15 pesawat All Nippon Airways."


Nisa :"baiklah pesankan kursi untuk 5 orang." ucapnya membayar tiket dan memeluk lengan Ricko.


DI DALAM TAXI.


Nisa :"aduhh smpe lupaa, tdi mas Ricko mau ngomong apaan?" ucapnya menepuk keningnya sendiri.


Ricko :"janji dulu kmu ngk akan nangis, ngak akan merasa kehilangan maupun kesepian." ucapnya menunjukan jari kelingkingnya.


Nisa :"iyah aku janji." ucapnya sambil melingkarkan jari kelingkingnya di jari Ricko.

__ADS_1


Ricko :"Hmmm sebenarnyaa papaku tahu soal hubungan kita" ucapnya merasa seperti ingin tidak melanjutkan perkataanya.


Nisa :"terus? ada msalah apa? papanya mas


Ricko bilang apa?" ucapnya sangat kepo.


Ricko :"beliau ingin kita putus karena tidak suka dengan hubungan kita berdua, aku sendiri ngak mengerti kenapa bisa begini, aku minta maaf untuk ini." ucapnya mengusap wajahnya dan menghempaskan napas kasar.


Nisa :"Hmm begitu,, yaudahlah mas mau diapain, munkin cuma sampai disini pertemuan kita, Terimakasih Sudah bersamaku selama ini." ucapnya tersenyum terpaksa walaupun matamya ingin mengeluarkan hujan tapi ia tahan.


Ricko :"jangan nangis yah, nanti cantiknya ilang lohh, tadikan sudah janji oke?" ucapnya mencoba membuat Nisa tersenyum kembali, namun usahanya gagal.


Saat mereka melewati jalan, Ricko melihat taman yang paling populer di dunia, yaitu Hollywood. saat itu Ricko mencoba menjanjikan sesuatu ke Nisa.


Nisa :"emang kenpa tamannya? mau singgah? " ucapnya menatap Ricko dengan wajah lemas seperti tidak makan seharian.


Ricko :"Ngak, aku janji kita akan bertemu ditaman ini dan kita akan kembali untuk selama²nya entah itu bulan depan atau pun tahun depan dan kedepannya lagi." ucapnya menatap tulisan Hollywood.


Nisa :"Hmm, kmu bukan tipe cwok yang sering halu kan mas? kita ngak munkin bertemu lagi, dunia ini sangat besar dan luas, ada banyak wanita bisa saja kau bersamanya dan aku bersama laki² lain lagi." ucapnya mulai tersenyum sedikit.


Ricko :"aku ngak halu, aku yakin jika tuhan tidak tidur, ia akan mendengar hambanya memohon." ucapnya tersenyum dan menghela napasnya pelan²


Nisa :"Hmm begitu, ini kalung sama snow globenya aku kembalikan pas dihotel ajah yah." ucapnya memegang kalung itu.

__ADS_1


Ricko :"jangan!!, kamu harus pakai itu dan jangan buang apa yang sudah aku beri, anggap ajah ini permintaan maafku karena sudah menyakiti perasaanmu."


Nisa :"oke kalau begitu aku akan simpan dengan baik, aku akan rawat, bahkan aku akan kenang apa yang terjadi selama aku pakai kalung ini, perjalanan kita, snow globe yang menceritakan tentang seorang tentara dan dokter,aku akan selalu merindukanmu." ucapnya tersenyum lalu turun dari taxi karena sudah sampai di hotel.


💐💐💐💐


Nisa :"ma, pa siap² sudah, tadi aku sudah beli tiket pesawat, nanti malam jam 9 kita berangkat." ucapnya menaruh tasnya di lemari rias.


Bu Hana :" what happened my dear?" ucapnya sok² bahasa inggris, membuat pak Johan terkejut.


Nisa :"wahh mama sudah mulai bisa bahasa inggris, aku ngkpp kok maa." ucapnya tersenyum bahagia padahal didalam hatinya sangat hancur dan ingin melepas tangisannya.


DIDALAM PESAWAT.


Ricko :"masih mikirin yang tadi yah?" ucapnya merangkul pundak Nisa dan membuatnya semakin ingin menangis.


Nisa :"tau darimana? jangan² hatiku mas Ricko sadap juga yah? kok tau?" ucapnya mencoba tersenyum dan kuat.


Ricko :"udahlah jangan dipikirin, matamu itu nah dia kode² sama aku kalau mau turun hujan." ucapnya menghibur Nisa.


Nisa :"Ihh mulai gombal yah." ucapnya mencubit dan mukul bercanda Ricko.


Ricko :"aduh sakitt, help mee." ucapnya merengek kesakitan dan menggosok² tangannya Karen kesakitan.

__ADS_1


__ADS_2