
Malam ini adalah malam pertama bagi Ricko dan Nisa. Seluruh kamar di hiasi dengan sekelopak Mawar merah serta disetiap sudut di kelilingi lilin merah sehingga ruangan terasa hangat.
"Kok mandi malam²?" Ucap Ricko duduk di atas sofa sambil membaca majalah.
"Mas Ricko disini??" Ucap Nisa terkejut saat sedang berjalan keluar dari walk in closet.
"Emang kenapa? sekarang kan sudah sah jadii..." Ucap Ricko terkekeh sambil memeluk pinggang Nisa dari belakang.
Nisa mulai merasa tegang saat Ricko memeluk erat tubuhnya, ia berpikir "Apakah malam ini keperawanan ku pecah?"
"Hmm mas aku hauss bentar yah aku kebawa dulu." Ucap Nisa seketika menghindar dan melangkah menuju pintu kamar. "Aduhhhh,," Desah nya sebab Ricko menarik kuat tangannya sehingga membuat badannya terjatuh di pelukan Ricko.
"Itu air minum." ucap Ricko menunjuk ke arah nakas.
"Habis gue hari ini." Batin Nisa wajah kecut.
Saat lagi mesra berhadapan wajah, bu Rahma tiba-tiba mengetuk pintu kamar mereka dan memberikan sebuah paket yang katanya dari orang terkejam.
Sebuah paket kotak dengan sebuket bunga Mawar Juliet dan selembar kertas di atas kotak kini sudah ada di tangan keduanya. Mereka segera membuka hadiah yang inisial pengirim nya tidak di ketahui.
__ADS_1
"Mass,, isi nya bukan bom kan?"
"Kalau bom ntar ku telan deh,," Ucap Ricko terkekeh.
Nisa memukul pundak Ricko kemudian tersenyum. Ricko dan Nisa segera membaca isi surat tersebut.
“Happy The Wedding ♡
buat Ricko dan Nisa selamat kalian telah menempuh hidup baru, maafin aku selama ini sudah banyak buat kalian lewatin rintangan yang berat. From Stella. ” Nisa terkejut dengan hadiah yang di berikan Stella, kini ia benar² sadar bahwa sebenarnya Stella adalah orang yang mempunyai hati baik.
Kotak hadiah di buka dan ternyata kotak itu berisi sebuah sepasang pakaian balita untuk perempuan dan lelaki, disana juga tertulis surat kecil yang di lipat.
“Secepat munkin buat anak yang ganteng dan cantik yah!"
"Ngantuk mas, ayok tidur." Ucap Nisa menyimpan kotak di lemari pakaian.
Nisa tidur memunggungi Ricko, sementara itu Ricko yang merasa di abaikan memeluk erat Nisa dari belakang.
"Belum siap yah??"
__ADS_1
"Apaan sih mas,, bobok sudah malam." Ucap Nisa merasa sedikit kesal dan gugup.
"Aku ngak mau tidur kalau ngak di kasi pegang mainan."
"Ma,, maa, maksud mas Ricko mainan apaan?" Ucap Nisa mulai merasakan jantungnya berdetak kencang.
"Balek sini."
Nisa segera membalikkan badannya, sekarang tidak ada jarak sejengkal pun di antara wajah mereka.
"Sekali yah hehe."
Nisa hanya pasrah, lagi pula mereka sekarang sudah sah jdi tidak masalah bila memberikan sedikit barang berharganya pada Ricko suaminya sendiri.
Ricko mulai memasukan tangannya di atas gunung milik Nisa, ia mulai merasakan gundukan kecil di tengah² , sebab nafsuh yang tak terkendali tanpa ingat waktu Ricko langsung membuka kancing baju Nisa.
Nisa yang menyadari baju nya sudah di buka lebar oleh Ricko segera menatap tajam Ricko.
"Engak kok syang,, bercanda ajah hehe." Ucap Ricko kemudian memeluk erat Nisa.
__ADS_1
Sesaat Ricko sedang memeluk, Nisa merasakan kejantanan Ricko mulai mengeras , ia akhirnya membisikan Ricko hal tak terduga.
"Kalau mau malam ini ngkpp, asalkan main nya pelan-pelan ajah yah."