
Keesokan harinya Nisa mulai menerima Ricko sebagai suaminya sebab ia percaya ayahnya. Ricko menyempatkan waktu untuk mengambil pakaian yang ada dirumahnya. Saat Ricko kejebak di lampu merah, ia melihat toko keperluan bayi sehingga membuatnya kembali mengingat si kecil yang dulunya masih berada di dalam kandungan istrinya yang kini sudah tidak ada lagi. Air mata pun menetes perlahan-lahan tanpa disadari, ia kemudian mengusap air matanya itu.
Sesampai di rumah sakit, Ricko melihat Nisa sedang berbaring diranjang sambil menatap lukisan bayi mengenakan selimut berwarna abu-abu, Nisa memang di letakkan di ruang persalinan ibu dan bayi. Tanpa di sadari Nisa perlahan-lahan mulai mengingat sedikit demi sedikit. Ia mengatakan kepada Ricko bahwa dulu ia pernah mempunyai bayi. Ricko pun terkejut dan menjatuhkan pelastik berisi baju yang ia bawa lalu berlari mendekati istrinya.
"Ulangin, tadi kmu bilang apa?" Ucap Ricko.
"Dulu, aku punya bayi. Aku seorang dokter tapi banyak yang benci aku." Ucap Nisa yang kini masih terfokuskan dengan lukisan ditembok depannya tersebut. "Terus,,, teruss,," Imbuhnya.
"Sudah sayang, sudah. Jangan diterusin, jangan dipaksakan nanti kamu sakit." Ucap Ricko memeluk erat istrinya dan meneteskan banyak air mata.
Ricko sangat terluka melihat istrinya yang terus mencoba mengingat masa lalunya, Ricko berharap agar ia secepat munkin menemukan pelaku dibalik semua ini. Ricko berjanji kepada Nisa akan terus menjaganya mulai sekarang hingga kedepannya nanti. Didalam pelukan Ricko, Nisa memejamkan matanya sekuat-kuat munkin dan ia merasakan kasih sayang seorang suami yang ia sempat lupakan.
__ADS_1
💐💐💐
Ricko mulai mengakses segala jaringan yang terpakai secara tersembunyi, ia mendapati banyak tempat mulai dari plosok desa hingga kota, mereka memulai misi tersebut secara diam-diam di rumah Gibran. Ricko di bantu oleh Gibran dan Denis, sedangkan Rita dan bu Hana menjaga Nisa di rumah sakit.
Gibran bertugas memantau bila adanya peringatan terlarang dari pihak berwajib, sedangkan Ricko dan Denis menelusuri kode yang digunakan anggota mavia tersebut.
"Rick, yakin cara ini ngakpp? ntar kita di kepung sama anggota mavia kayak apa?" Ucap Gibran.
"Yah kalau mau bantu alhamdulillah, lah kalau ngak dibantu?" Lirih Gibran.
"Sssssttt,,, diam napa, Allah yang tahu jalan ceritanya bukan aku, ikuti alurnya ajah dah." Ucap Ricko.
__ADS_1
Setelah mengakses kedalam jaringan internet yang letaknya di tengah pulau, Ricko akhirnya berhasil masuk dan ia mendapati semua kode yang di gunakan anggota mavia tersebut mulai dari A sampai G. Gibran melongo kebingungan dengan kebijakan Ricko, pasalnya jika harus mengakses internet tersebut harus menggunakan password yang sangat rumit.
Ricko mulai mencari tahu dengan kode yang ia dapat melalui pencarian anggota. Ia mendapati posisi yang di tugaskan oleh anak ketua mavia tersebut adalah di Indonesia dan incarannya adalah Nisa. Tak sampai disitu Gibran yang ikut membantu juga mendapati nama asli orang yang telah menyerang Nisa yaitu adalah Frendy Yeki. Ricko dan Denis nampak terkejut, nama tersebut terdengar tidak asing di telinga mereka.
"Frendy yeki? bukannya dia mantan kopasus yang dulu di keluarkan dari tim sebab melawan perintah kapten?" Ucap Denis.
"Ternyata dia membalaskan dendamnya pada istriku bukan padaku." Ucap Ricko.
"Tapi kenapa? jadi ini ngak ada hubungannya dengan Stella dong?" Ucap Gibran.
"Ada, Frendy adalah bawahan yang pernah aku latih, dulu kami bertiga sahabat tetapi dia bilang padaku dia iri sebab aku mempunyai keluarga yang kaya raya. Itu sebabnya dulu ia menyerangku karena aku tidak memberinya uang yang dia minta dan dia orang yang merebut Stella dariku dulunya. Munkin itu sebabnya ia balas dendam padaku atas semuanya." Perjelas Ricko.
__ADS_1