Tentaraku Bodyguardku

Tentaraku Bodyguardku
Episode 32 ( Lelucon konyol )


__ADS_3

Saat para jurnalis sedang memotret mereka berdua, Mia yang melihat para jurnalis itu segera menyamperin.


Mia :" kelihatannya orang Indonesia yah? " Ucapnya melipat kedua tangannya.


Xx :" Ehh iyah mba saya dari Jakarta sama teman saya, itu bukannya tuan muda pemilik hotel ini yah? " Ucapnya menunjuk kearah Ricko.


Mia :" Iyah ada apa? "


Xx :" Itu cweknya atau siapa? "


Mia :" penting yah? Ricko itu mau tunangan sama saya, nah itu cwek dia ngak rela kalau Ricko tunangan makanya dia mohon sampe meluk gitu. "


Xc :" Berita besar ini. " Ucapnya berbisik apda temannya.


Xx :" Makasih mbak atas informasinya yah. "


Mia :" Yah ngak masalah. "


" Makan tuh berita hoax. " Batinnya tersenyum sendiri.


πŸ’πŸ’πŸ’


Denis :" beb kamu sdh dapat kabar belum dari Nisa? "


Rita :" Belum nih. " Ucapnya memotong daging menjadi beberapa bagian.


Denis :" Gib kamu sdh dapat kabar dari Ricko belum? " Ucapnya menseruput kopi.


Gibran :" Lom. " Ucap singkatnya sambil membuka kabar berita di handphonenya.


Saat mereka lagi santai di sebuah Cafe, terdengar sebuh kabar berita bahwa seorang model internasional asal Indonesia ditangkap atas percobaan membunuh seorang dokter internasional asal Indoensia tepatnya di Rusia.


Gibran, Denis dan Rita yang mendengar secepatnya meninggalkan aktivitas mereka dan fokus menonton berita yang sedang hot itu.

__ADS_1


" Berita terbaru, kali ini berita seorang model internasional berinisial S dari Indonesia berusaha melenyapkan seorang dokter bedah internasional berinisial N dari Indonesia, masih belum ada penjelasan ada hubungan apa antara keduanya yang mengarah pada konflik. "


Rita :" Den, Itu bukannya Stella teman kuliah kita dulu yah? " Ucapnya gugup sambil menujuk arah TV.


Denis :" Iyah itu mirip Stella, terus dokter bedah internasional itu... " Ucapnya terhenti saat dalam pikirannya menyebut nama Nisa.


berita yang sedang diputar di TV tersebut mebuat ketiganya segera mengeluarkan handphone, mereka kalang kabut karena melihat berita yang baru saja di siarkan, ditambah lagi selama ini belum ada kabar mengenai Ricko dan Nisa.


" Ting tingg tingg... " Terdengar suara handphone Ricko berbunyi.


Bu Rahma :" Siapa Rick? " ucapnya tengah menyajikan beberapa makan malam.


Ricko :" telpon dri Gibran mah, sebntar Ricko angkat dulu. " ucapnya pamit.


πŸ“žπŸ“žπŸ“žπŸ“ž


GibranπŸ‘¦πŸ» :" Cok dari mana ajah kamu ngak ada kabar kayak apa kondisinya Nisa! kamu bisa jaga dia apa ngak sih kalau dia sampe dibunuh kayak apa! " Suara Gibran terdengar seakan ingin mengguncang seluruh alam semesta.


RickoπŸ§‘πŸ» :" ehhh biadap kalau nelpon itu salam dulu, ngomong kasi spasi. "


RickoπŸ§‘πŸ» :" Kok kamu emosi sih? tambah curiga aku ini. "


GibranπŸ‘¦πŸ» :" yaiyalah nanti kalau dia meninggal kan kasian kamunya. "


Ricko πŸ§‘πŸ» :" Dia baik baik ajah, bentar jam 10 Dia sama keluargaku mau ke Indonesia. "


GibranπŸ‘¦πŸ» :" Ngapain? "


Ricko πŸ§‘πŸ» :" Tunangan. "


Gibran πŸ‘¦πŸ» :" Wah seru tuh aku mau balek juga lah kalau begitu. "


RickoπŸ§‘πŸ» :" Balek lah. "

__ADS_1


" Punya teman kok kadang resek biadap, stress, kadang perhatian peduli, pintar ngelawak, semoga cepat nikah kau Gibran. " Batin Ricko.


πŸ’πŸ’πŸ’


Denis :" Apa dibilang Ricko? "


Gibran :" Kayaknya kita semua harus balek ke Indonesia. " ucapnya berwajah sedih.


Rita :" loh ada apaa?!! " Ucapnya merasa khawatir.


Gibran :" Sebentar lagi akan ada yang pergi untuk selama lamanya. "


Rita :" Maksudnya apaaa!! " Ucapnya sambil menggoyang goyangkan tangan Gibran.


Gibran :" Nisa akan pergi selamnya, Kita harus sabar. "


Denis :" Ngak munkin, itu di berita dia ngak sampe terbunuh kokk. "


Rita :" Dokter Nisaa dia adalah teman candaku teman curhatku teman segala galanya, sekarang dia mau pergi tinggalin aku, ngak munkin. " Ucapnya sambil menangis.


Saat Rita sedang menangis dan Denis menenangkan Rita, tiba tiba terdengar suara hp Rita berbunyi dan panggilan masuk dari Nisa.


Rita :" Loh ini apaa?!" Ucapnya memamerkan hp.


Denis :" Nisa masih hidup? atau itu munkin arwahnya, dia minta di doakan. "


Rita :" baru kali ini Punyak pacar pintarnya tingkat dewa. " Ucapnya memukul pundak Denis.


Gibran :" Maksudku Nisa pergi ituuuu, Dia pergi tinggalkan masa pacarannya selama lamanya hehe. " ucapnya terkekeh.


Rita :" Ohh gitu yahh (mengangguk angguk) High heels ku ini beratnya 2.000 kg tingginya 12 cm haknya lumayan runcing, kalau dilempar ke mukak bisa 2 mingguan baru sembuh. " Ucapnya melepas high heelsnya dan menatap tajam Gibran.


Gibran :" Den, aku saranin ganti doi ajah deh jangan sama dia galak banged ****. " ucapnya berbisik pada Denis.

__ADS_1


Rita :" Aku denger lohh, mau betulan ngak. " ucapnya memainkan sepatunya.


Denis :" Ngak ikut ikutan dong hehe. " Ucapnya mundur 2 langkah.


__ADS_2