Tentaraku Bodyguardku

Tentaraku Bodyguardku
Episode 40 ( 2 Kejutan di pagi hari)


__ADS_3

Sampai dirumah Nisa langsung mengambil air wudhu dan solat, ia tidak lupa berdo'a agar hubungannya dengan Ricko tidak ada kendala yang menghalangi. Selepas solat ia langsung tertidur pulas hingga bangun pada jam 10 pagi.


Nisa :" Alamak, lupa beres beres rumah. " Ucapnya terkejut sambil menatap jam diatas nakas menunjukan pukul 10 pagi.


Ia buru-buru mengambil handuk dan lari secepat kilat kedalam kamar mandi untuk membersihkan badan. Tidak lama kemudian selepas ia selesai berpakaian, bu Hana mengetuk pintu kamar Nisa lalu masuk dengan membawa nampan berisi makanan dan jus.


Nisa :" Mama? ngapain repot- repot bawa makanan, aku bisa ambil sendiri mah. "


Bu Hana :" Ehh anak gadis mama sudah mandi, tadi nak Ricko kesini nanyain kamu, terus mama bilang kamu lagi tidur jadi dia titip sesuatu tuh dibawa. " ucapnya menaruh jus diatas nakas. " Ini makan dulu baru boleh kebawah. "


Nisa :" Makasih mah, maaf yah mah Nisa ngak sempat bantu beresin rumah. "


Bu Hana :" Ngkpp mama beresin rumah ngak sendirian, tadi ada Mia kesini jadi dia bantu mama deh. "


Nisa :" Mia? ngpain dia kesini mah? "


Bu Hana :" Gtw juga sih dia datang sama Ricko, udah makan dulu supnya ntar dingin lagi, mama turun kebawah dulu. "


Setelah memberikan mangkuk berisi sup ayam, bu Hana kembali turun kebawah untuk menonton televisi, sedangkan Nisa sibuk memainkan handphone sambil makan. Ia membuka pesan grup beranggota 5 orang yaitu Nisa, Ricko, Gibran, Rita dan Denis.


" Wawww kereennn akhirnya mereka tunangan jugaaaa. " Batin Nisa ikut bahagia mendengar kabar Denis dan Rita akan tunangan malam ini . Ia segera menghabiskan supnya lalu turun kebawah sambil membawa nampan berisi sisa makanannya. Ia mencuci tempat bekas makannya lalu menemui bu Hana yang tengah baring di sofa sambil menonton televisi.

__ADS_1


Nisa :" Mana titipan mas Ricko mah? "


Bu Hana :" Di atas ayunan gantung tuh. "


Nisa :" Loh sejak kapan ada ayunan gantung disni? perasaan kemaren kemaren ngak ada tuh. " ucapnya menuju ayunan bertepatan di samping aquarium.


Bu Hana :" Itu ayunannya Savila, kalau rewel tinggal tarok ajah jadi diem deh. "


Saat Nisa mengambil kotak titipan Ricko yang tergeletak di atas ayunan ia melihat setangkai bunga Mawar putih dengan selembar surat bertuliskan huruf tegak bersambung ia mengira bahwa Ricko yang menuliskan untuknya. " Selamat pagi calon mantu ibu, semangat yah kerjanya jangan lupa solat 5 waktunya. " Dan ia sadar kalau surat itu diberikan dari ibunya Ricko.


" Kirain dari mas Ricko . " Batin Nisa.


Namun saat ia membuka kotak berwarna Pink ia terkejut karena di dalam kotak tersebut berisi surat juga bertuliskan


💐💐💐


Ditempat lain Mia sibuk bermain handphone sambil berbaring di atas ranjang , ia sibuk menscrool Instagram milik Ricko sehingga tak terpikirkan olehnya kejadian saat bersama Gibran. Ia meleleh saat melihat foto Ricko yang di post pagi tadi.



" Gantengnya calon suamiku... " Batin Mia senyum senyum sendiri, sesaat setelah menatap foto Ricko ia membaca komentar netizen, dan ia melihat komentar baru upload bertuliskan " Tawamu akan menjadi tangisanmu. " Tulis seorang pemilik akun instagram @Stellafrny_ " Wah siapa lagi ini ngancem ngancem misuaku. " Batinnya merasa kesal. Ia mulai menstalking akun milik Stella dan ia tersadar kalau itu adalah akun milik Stella yang pernah mencelakakan Nisa waktu di Rusia. Ia mulai menfollow instagram seorang model tersebut

__ADS_1


💐💐💐


Ricko menemui Gibran disebuah cafe tak jauh dari rumahnya. ia mulai membicarakan mengenai bebasnya Stella.


Gibran :" Gini Rick, Stella sewa pengacara yang handal banged, makanya dia bisa bebas dari penjara secepat itu dan kamu tau lebih parahnya apa? bukannya dia dihujat malah Nisa yang kena hujat. " Ucapnya memberikan bukti sebuah postingan berisi hujatan tentang Nisa. " Percuma dokter tapi ngak bisa jaga kehormatannya, buat apa dia ngerebut cowok orang!! " Tertulis satu komentar paling sadis.


Gibran :" Kita lawan balek atau diemin ajah nih Rick? "


Ricko :" Diemin ajah dulu, kalau mereka sakitin Nisa baru kita bertindak. " Ucapnya sembari mengaduk aduk es coklat di depanya. Ia berpikir sesaat untuk melawan balik para jahanam medsos tersebut. Gibran yang melihat Ricko mengaduk aduk esnya tersenyum sendiri. " Ngapain loe senyum sendiri, Gila loe? "


Gibran :" Kamu kan seorang kakak, pasti kamu punya nomornya, ngak munkin kan seorang kakak ngak punya nomornya. "


Ricko :" Nomor nomor apaan sih? ngomong yang jelas napa. " Ucapnya sedikit kesal karena diberikan ucapan yang ia sendiri tidak mengerti.


Gibran :" Minta nomor adekmu dong hehe. " Ucapnya terkekeh.


Ricko :" Ya elahhh,, gua kira apaan, emang harus gitu bicara mutar mutar keliling dunia dulu baru jujur. "


Gibran :" Udah ah ngak usah bnyak bacod loe cepat mana. " Ucapnya sembari menjulurkan telapak tangannya. " Btw siapa nama calon istriku itu. "


Ricko :" Panggil istri lagi... mau gue hantam loe. " Ucapnya mengangkat kepalan jari jemarinya. " Lisa namanya. "

__ADS_1


Gibran hanya terkekeh ia mulai mencatat nomor Lisa dan menyimpannya dengan nama " Lisa manisku. " Ia sangat senang karena bisa mendapatkan nomornya tapi ia sedikit sedih karena yang ia dapatkan hanya nomornya saja bukan hati atau perasaan Lisa.


__ADS_2