Tentaraku Bodyguardku

Tentaraku Bodyguardku
Episode 25 (Rumah Orang Tua Ricko)


__ADS_3

Sesampai di lampu merah mereka menemukan mobil Ricko tidak jauh dari mereka, ia langsung mengikutinya dari belakang. sesampainya mereka dikantor polisi Ricko segera mencari Nisa.


Ricko :"Apa yang terjadi?!"


Nisa :"Tadi pas aku mau ambil kunci mobil dibawah lantai , aku lihat orang mke topi terus masker, dia ngeliatin aku teruss mass, tau taunya pas aku selesai ngambil kunci mobil aku liat ngk ada lagi tibaΒ² ada orang yang ngelempar batu ke jendelaku." ucapnya menjelaskan secara ketakutan.


Ricko :"Ini Pasti ulahnya stella lagi!" ucapnya kedua tangan di pinggang.


Denis :"Bisa jadi sih yang suruhannya itu ngak kembali ke Indonesia!" ucapnya mengacungkan jari telunjuk.


Gibran :"Iyah juga sih, astgaaa kenapa aku smpe ceroboh banget sih" ucapnya menepuk keningnya. "Ntar aku cari informasi penerbangan dulu." mengeluarkan Laptop.


Setelah diperiksa ternyata kursi Yang seharusnya ditempati Yeki malah kosong, Dan membuat Ricko semakin cemas.


Gibran :"begini ajah ntar malam kalian ke Bandara, urusan disini aku yang urus."


Ricko :"Ngak bisa gitu dong, masa setiap apa apa selalu kmu terus yang urus, ngak enak lah kamu juga kan harus kerja."


Gibran :"Udah santai ajah, palingan nanti tiketku hangus doang."


Ricko :"Santai kali kau ngomong."


Gibran :"Loh iyah lah cuma 14 Juta ajah loh, bener kan?."


Denis :" iyah sudah iyah horang kaya mah bebas."

__ADS_1


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Ricko :"Masih takut yah? udah ngkpp ntar lagi mau nyampe kok." ucapnya mengelus bahu Nisa.


Nisa :"Bukan itu, kenapa sih selalu aku terus kena sasarannya."


Ricko :"Dia iri sama kamu ngak bisa dapetin cowok seganteng Mas Ricko." ucapnya mengelus rambutnya.


Nisa :"Idih, kege'eran kamu mah, muka jelek ajh sok ganteng." ucapnya menatap kesal.


Ricko :"Loh kalau jelek ngapain palek di pacarin? Hah!"


Nisa :"karena kmu.. kamu... kamu..." ucapnya menatap awan malam.


Ricko :"kmu ganteng kan?" ucapnya menaikan 2x kedua alisnya.


Ricko :"Kok Bisa bauk sih, perasaan aku udah mandi. " ucapnya mencium kedua pundaknya.


Nisa :"Bau bau yang bisa buat hatiku terlena lena, mabuk kepayang, ngak sadar diri dan jatuh dipelukanmu." ucapnya langsung nyandar di bahu Ricko.


Ricko :"Ciee pens nya mas Ricko, asal kmu tau semua cewek kalau liat mas Ricko langsung lengket tau, apalagi cwekny cantik cantik."


Nisa :"Ngak jadi deh, kmu buaya." ucapnya menepuk tangan Ricko dan kembali duduk.


Ricko terkekeh, dan tidak lama pesawat tiba di bandara, Ricko langsung menemui sopir yang dikirim Papanya untuk menjemputnya di bandara, tetapi Yang Papanya tau hanya Ricko saja yang dtang bukan dengan Nisa.

__ADS_1


Nisa :"Mas kamu masuk duluan yah, aku masih takut hehe." ucapnya duduk di pinggir kolam ikan tepat dihalaman depan rumah Papa Ricko.


Ricko :"Yaudah nanti habis aku masuk kmu nyusul yah." ucapnya mengelus Puncak Kepala Nisa lalu pergi masuk.


Ricko :"Assalamualaikum Pa." Ucapnya msuk ke dalam rumah sambil mendorong koper.


Pak Juan :"Waalaikum salam, Rickoo Anakku. " ucapnya melempar koran dan langsung memeluk Ricko. "Maaa, Ricko datang maaa." ucapnya merangkul anakny itu.


Dan tidak lama Nisa muncul dari belakang, Bu Rahma(Mamanya Ricko) terdiam sesaat melihat kemunculan Nisa tepat dibelakang mereka, dan membuat ketiganya menatap ke belakang.


Bu Rahma :"Rick, itu siapa?"


Juan :"Sudah berapa kali papa bilang, kamu harus putus sama dia!"


Ricko :"Tapi Pa, apa sih yang salah sama Nisa? dia pintar seorang dokter lagi." ucapnya merasa heran.


Bu Rahma :"Wah cantik sekali, ayok sini." ucapnya menyuruh Nisa berada disampingnya. "Papa kalau setuju ngak setuju mama ngak peduli, intinya mama mau dia jadi menantu mama." seketika perkataan Bu Rahma membuat Nisa Terdiam tidak percaya.


Juan :"Ma, mama tau kan, Riki anak kita meninggal karna kesalahan medis seorang dokter." ucapnya kembali duduk di kursi.


Bu Rahma :"ngak semua dokter sama!" ucapnya tegas, dan pergi membawa Nisa ke kamar tamu.


Nisa :"Bu, maksudnya Riki? itu siapa?" ucapnya duduk di atas kasur dan merasa bingung.


Bu Rahma :"Riki itu kembarannya Ricko, tapi sudah 6 Tahun dia meninggal, dulu dia ngalamin kecelakaan, jadi dokter yang operasi ternyata sedang tidak sehat juga, jadi ada kesalahan saat operasi, yang menyebabkan kami kehilangan Riki." ucapnya duduk disamping Nisa dan mengeluarkan beberapa tetes air mata.

__ADS_1


Nisa :"Maaf Bu, bukannya Nisa membuat ibu sedih, tapi Nisa mau tau ajah." ucapnya mengusap air mata Bu Rahma.


Bu Rahma :"Ngkpp ih ini juga air mata kebahagiaan, Ricko akhirnya dapat belahan hatinya." ucapnya mengelus Puncak kepala Nisa dengan tersenyum Manis.


__ADS_2