Tentaraku Bodyguardku

Tentaraku Bodyguardku
Episode 39 ( Aksi yang gagal )


__ADS_3

Saat perjalanan pulang ke rumah, Nisa merasakan ngantuk yang cukup berat dalam perjalanan pulangnya, ia melajukan mobilnya agar cepat sampai. Namun di tengah perjalanan ia di hadang oleh sebuah mobil berwarna merah, hingga membuatnya mengerem mendadak.


Seorang perempuan keluar dari mobil mewah , dan ternyata yang keluar adalah Stella. Nisa terkejut dengan kedatangan Stella di hadapannya.


Stella :" Keluar loe cepat! " Ucapnya mengentuk kaca mobil Nisa.


Nisa :" Mau apain lagi sih! " Ucapnya menutup pintu mobil.


Stella :" Loe kira sudah bisa bebas karna loe sudah tunangan? aku ngak bakalan nyerah gitu ajah tau ngak!! " ucapnya ala ala mengamcam.


Nisa :" Fighting yah. " ucapnya tersenyum dan kembali masuk kedalam mobilnya lalu menancapkan gas.


Stella :" Lihat ajah hidup loe ngak bakalan tenang!! " Teriak Stella dari kejauhan.


Nisa yang mendengar teriakan stella kemudian mengeluarkan tangannya dari jendela mobil , lalu ia memberi isyarat jempol yang berarti oke.


" Stress kali itu orang, sudah kena batunya masih aja ngak nyerah nyerah. " Batin Nisa sembari memijat keningnya. Tidak lama kemudian hp Nisa berdering ternyata Ricko menelpon, ia segera memasang handsfree.


📞📞📞


*Ricko " Kamu dimana? kamu ngkpp kan? " terdengar suara Ricko sangat khawatir.


Nisa " Ampun dah, mas Ricko ngak tidur? aku ngkpp kok tadi cuma ketemu orang stress di jalan. "


Ricko " Siapa? Stella? kamu ngak di apa apain kan sama dia? "


Nisa " Ngk kok cuma di ancem ngak jelas gitu, kok mas Ricko bisa tau aku diikutin stella? "


Ricko " Tadi dia nelpon kaget juga akunya, Yaudah ati ati di jalan yah, kamu ngak diikutin kan sama dia? " Seketika Nisa melihat ke arah spionnya dan ia melihat 1 mobil yang mengikutinya.


Nisa " Kayaknya aku di ikutin deh, soalnya di belakang mobilku ada mobil yang ngikutin terus dari tadi. "


Ricko " Yaudah aku nyusul, sekarang kamu dimana? "


Nisa " Jlan tanah hijau. "

__ADS_1


Ricko " Oke. " Sambungan diputuskan.


Pak Juan :" Ricko kamu mau kemana jam segini sudah pergi ajah? " ucapnya selesai mengambil air wudhu.


Ricko :" Mau nyusul Nisa pah, kayaknya dia diikutin Stella. "


Pak Juan :" Solat subuh dulu baru pergi, emangnya dia kemana jam segini? cwek kok berkeliaran sih. "


Ricko :" Dia habis operasi pasiennya pah, baru pulang sekarang, tadi juga Ricko sudah solat subuh. "


Pak Juan :" Oh yaudah sana cepat, nanti kenapa napa lagi calon mantu papa. "


Ricko melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan kepada tunangannya itu.


📞📞📞


" Ngapain sih ini anak telpon jam segini, ganggu orang tidur ajah. " batin Gibran sembari membalikkan hpnya dengan jiwa setengah sadar.


*Gibran " Halo, ada apa sih malam malam gini nelpon. "


Ricko " Lihat jam!! sekarang sudah subuh!! "


Ricko " Stella kok bisa bebas cepat sekali dari penjara. "


Gibran " Stella?? ngak munkin lah pasti masih di penjara. "


Ricko " Eh nyamuk sempoyongan, barusan dia nelpon gw, dia juga halangin mobil Nisa dari rumah sakit barusan di jalan. "


Gibran " Yaudah yaudah tar ku carikan informasi tentang dia*. "


💐💐💐


Setelah menempuh waktu 15 menit dari rumah, Ricko akhirnya menemukan mobil Nisa, ia menyuruh Nisa mengemudi pas di depan mobilnya agar ia bisa memantau dari belakang. Sedangkan mobil yang mengikuti Nisa sebelumnya bukannya menghindar melainkan menyalip ketengah tengah antara mobil Nisa dan Ricko. Sontak saja hal itu membuat Ricko semakin kesal.


" Mau main main kok di jalanan. " Batin Ricko tersenyum misterius. Ia akhirnya menabrak mobil berwarna merah itu hingga lampu belakang pecah dan hancur. Suara tabrakan kedua mobil itu membuat ketiganya berhenti. Dan keluar lah Stella dari mobilnya.

__ADS_1


Ricko :" Kmu lagi... kamu lagi, bosan aku lihat wajahmu sebenarnya. " Ucapnya melipatkan kedua tangannya.


Stella :" Hai baby, kita ketemu lagi disini. " ucapnya menoel dagu Ricko. Nisa yang melihat kelakuan Stella tak punya malu itu segera membalikkan badan Stella dan menamparnya sekuat tenaga tak terduga terdapat cap lima jari di wajah Stella.


Stella :" Bangs****t!!! beraninya kau tampar wajahku!! " Ucapnya dengan nada tinggi dan wajah emosi dengan mata melotot.


Nisa :" Memang itu yang pantas kau dapatkan, saranku lebih baik kau mundur daripada kau lebih sengsara karena sudah masuk di kehidupan aku dengan mas Ricko. " Umpan balik Nisa tidak mau kalah.


Stella :" Bodoh apa aku nyerah gitu ajah. " Ucapnya terkekeh.


Nisa :" Mas Ricko ngkpp? kenapa pake acara tabrak segala sih mas, kan lecet mobilnya. " Ucapnya sediki kesal sembari meraba Raba lampu depan mobil.


Ricko :" Kalau rusak yah tinggal beli aja, apa susahnya. " Ucapnya terkekeh.


Tidak lama saat mereka adu mulut, sebuah mobil hitam bergradasi biru tua datang tepat di tempat mereka berdiri. Dan keluarlah Rita dan Denis.


Denis :" Kapten ngkpp? "


Rita :" Nis, kamu ngkpp? "


Nisa :" Kita berdua ngakpapa, kalian berdua kok bisa di sini? " Ucapnya heran melihat Rita dan Denis datang bersamaan.


Stella :" Awuhhh takutnya aku nah, bawa anggota ternyata. "


Rita :" Kenapa ada mak lampir sih disini. " Ucapnya menatap sinis Stella.


Denis :" Aku jemput Rita tau taunya pas di jalan ku lihat mobil kalian berdua, yaudah aku berhenti.


Nisa :" Hmmm yaudah, ayok pulang ajah aku capek. " Ucapnya pergi menuju mobilnya.


Ricko :" Ini uang (Memberikan 3 Ikat uang berisi 10 juta tiap ikat) buat ganti tuh pecahannya." ucapnya melemparkan uang kewajah Stella.


Rita :" Eh mbaknya habis dari salon mana? lucu amat ada riasan cap lima jari. " ucapnya menertawakan Stella.


Denis :" Sttt,, (Menutup mulut Rita) permisi dulu yah mbak kunti. " Ucapnya terkekeh.

__ADS_1


Setelah kejadian itu Stella merasa di rendahkan, ia kembali menyusun strategi lebih menyakitkan dibanding sebelumnya.


" Awas ajah kalian semua, tunggu dan rasakan. " Batin Stella mengepal jari jemarinya dengan sangat kuat.


__ADS_2