Tentaraku Bodyguardku

Tentaraku Bodyguardku
Episode 67 (Eitsss kecoplosan)


__ADS_3

Seminggu telah berlalu, Nisa dan Ricko bersama-sama membersihkan halaman rumah. Setelah membersihkan rumah, Ricko membawa sekotak hadiah dan di dalamnya berisi sebuah tiket luar negri. Ricko membukakan kotak tersebut dan ada banyak tiket dengan tujuan berbeda-beda. Nisa sangat terkejut dan bahgia.


" Ini tiket pesawat? Emang kita mau kemana? " Ucap Nisa.


" Bulan madu dong, kan kita belum pernah bulan madu. " Ucap Ricko.


" Tapi ini kebanyakan, mas. " Ucap Nisa.


" Itu bukan apa-apa, ntar nih kalau kita sudah punya anak akan ku beli benua amerika beserta presindenya. " Ucap Ricko.


" Melawak kodong, hahahaha. " Ucap Nisa seketika tertawa.


Nisa mulai mengambil satu tiket yang akan pertama kali mereka terbangi yaitu Amerika serikat dilanjutkan Dubai dan terakhir Korea Selatan, Ricko ikut senang melihat keceriaan di wajah Nisa. Mereka secepat munkin membereskan barang-barang yang akan mereka bawa untuk bulan madu.


Jadwal keberangkatan pesawat adalah besok malam, Nisa hendak meminta izin direktur rumah sakit tetapi Ricko telah duluan darinya. Ia juga telah memberitahu bu Hana dan pak Johan. Tak lupa kedua sahabatnya beserta adiknya, Ricko memberitahu semua orang agar mereka tidak khwatir akan keadaan Nisa sebab ia akan menjaga istrinya dengan sangat baik.


" Oh iya, mas. Nanti sampai disana aku mau kunjungi sekolah yg aku bngun, yang di Los Angeles. " Ucap Nisa.

__ADS_1


" Ngk sekalian sama pabrik pensil nya atuh neng? " Ucap Ricko.


" Boleh, " Ucap Nisa.


Pada sore hari bu Hana meminta agar Nisa dan Ricko menginap semalam di rumahanya, agar ketika mereka pergi bulan madu maka kerinduannya pada Nisa dan Ricko akan sedikit berkurang. Nisa menyetujui permintaan bu Hana, selepas mandi mereka langsung berangkat menuju kediaman bu Hana.


💐💐💐


Nisa mulai mengetuk pintu rumahnya dan ia sangat senang setelah melihat yang membukakan pintu adalah seorang malaikat kecil bernama Savila, yah dia adalah keponakan Nisa yaitu anak dari Fikry. Ricko menggendong Savila sambil menggandeng Nisa dengan tangan kirinya.


" Ciee, yang mau minggat dari rumah. " Ucap Fikry terkekeh.


" Harus dong, emang lo aja yg bisa? Gue juga bisa kalik ya. " Ucap Nisa.


" Aku loh ngk pernah pergi bulan madu, huu. " Sorak Fikry. " Makanya kalau punya ingatan disimpen baik-baik. " Imbuhnya.


" Ya Allah kalian ini sudah besar, sudah berkeluarga. Nisa kmu pnggil kakakmu harus sopan, Fikry kamu itu sudah tahu adekmu sempat amnesia kmu seharusnya ngk bilang bgitu." Ucap pak Johan.

__ADS_1


" Hayu, dimarahin kakek. " Ucap Savila tertawa manis.


Nisa pun tersenyum mendengar Savila mengejeknya, ia mulai mengejar Savila seperti anak kecil. Pada saat itu Fikry hendak menghentikannya sebab melihat Ricko yang duduk sendirian di ruang tamu, tetapi Ricko memberitahu agar tidak menggangu Nisa yg sedang bermain dengan Savila. Sampai saat ini Ricko masih tertekan atas kehilangan anaknya, tetapi ia masih bisa menahan rasa sakitnya tersebut dibanding Nisa.


Sajian untuk makan malam sudah dihidangkan, semua orang berkumpul untuk makan malam. Makanan pertama yg disajikan adalah tumis tude/kerang yg dibuat oleh bu Hana, kedua asam manis kepiting yg dibuat oleh Rena dan terakhir masakan pedas terbuat dari cumi yang di padukan dengan nasi hijau dibuat oleh Nisa dan diberi nama “Pedas-pedas lidah tetangga.” Sesuai namanya makanan tersebut tidak memakai tomat dan hanya memakai irisan lombok kampung. Seusai makan malam, semua orang berkumpul bersama-sama di ruang keluarga sambil di temani semangkuk kacang rebus dan teh, pada saat itu Nisa membicarakan yang seharusnya ia tidak bicarakan.


" Kalian mau bulan madu buat apa? " Ucap Fikry.


" Yah buat apalagi? Yang pastinya buat anak lah. " Ucap Nisa dengan santainya.


Ricko yang sedang memakan kacang pun langsung tersedak keras, ia sampai sulit bernafas. Nisa yang melihat Ricko secepat munkin langsung mengambil air putih dari dapur.


" Pelan-pelan makannya sayang. " Ucap Nisa.


" Pa, kok Nisa berbeda yah semenjak amnesia? semakin lama semakin ngak punya malu. " Bisik bu Hana kepada pak Johan.


" Stt,, biar pun gitu dia anak yg kita buat. " Ucap Pak Johan.

__ADS_1


__ADS_2