
Sesampai di rumah Ricko segera memapah Nisa menuju ruang santai, ia mendudukan Nisa di atas sofa ruang keluarga.
"Bentar yah suami tercintamu ini mau buatin makanan spesial khusus untuk Ratu dan Putri Raja." Ucap Ricko mengelus Puncak kepala Nisa.
"Ihhh sotak banged nih makhluk bumi, emang mas Ricko tau drimana kalau didalam ini cewek?"
"Loh? kan mas Ricko yang buat." Ucap Ricko terkekeh membuat Nisa memukul bahu Ricko.
"Awww,," Pekik Ricko. " Tunggu yaaaah bentar yahh." Imbuhnya
"Mass,, kalau bisa garamnya ditambahin yah soalnya liurku pahit mas."
"Oke deh yang mulia Ratu." Ucap Ricko kemudian berjalan kedapur dan mulai membersihkan sayuran serta buah untuk ia olah menjadi makanan istimewa khusus untuk sang istri dan buah hati.
Sambil menungggu Ricko menyajikan makanan, Nisa berjalan menuju balkon dan ia terlena dengan suasana perkotaan serta angin malam. Akhirnya ia duduk di atas ayunan santai sembari mengelus perutnya dan membacakan surah ar-rahman untuk sang buah hati.
Makanan telah selesai dimasak, Ricko segera menyajikan dengan sebuah nampan. Ia membawa menuju ruang santai dan ia tidak mendapati Nisa di sana.
"Sayang,, ooo sayanggg, dimana kamu sembunyi sayangg,,," Teriak Ricko sambil membawa nampan.
"Mass aku di balkon.."
"Otw sayangg,,"
Sesampai di balkon Ricko langsung meletakan nampan di atas meja, ia menyajikan menu pertama yaitu sayuran hijau dan beberapa buah segar.
"Duduk di dalam ajah yok,, disini nanti masuk angin." Ucap Ricko.
__ADS_1
"Lagi nyaman di sini mas,,"
"Hmm yaudah,, ini maem dulu masakan spesial, sempurna, lezat, sehat dan bergizi."
Nisa segera membuka mulutnya, saat suapan pertama mendarat Nisa merasakan sup yang dimasak Ricko sehingga membuat ia mengerutkan dahinya.
"Rasanya bagaimana? enak kan?"
"Kemanisan mass,,"
"Maniss?" Heran Ricko. Ia segera mencicipi masakannya sendiri. "Maaf yank,, kayak nya aku salah masukin bumbu dehh, aku buat ulang ajah yah."
"Ndaush mass,, aku makan buahnya ajah, lagipula aku udah kenyang."
"Mas Ricko belikan bubur ajah yah? biar habis itu minum obat."
Ricko segera membeli bubur yang letaknya tidak jauh dari tempat tinggalnya, ia pergi menggunakan sepeda. Saat Ricko kembali ia melihat Nisa yang baru saja ditinggal sebentar sudah tertidur pulas di ayunan.
Ricko segera mengangkat tubuh Nisa menuju kamar dan menyelimutinya, sebelum ikut tidur ia menyimpan ke dalam kulkas bubur yang barusan ia beli. Ricko kembali ke dalam kamar dan tertidur dengan posisi menghadap istrinya.
๐๐๐
Pagi hari ini ricko tidak ingin membuat kesalahan yang sama seperti semalam, ia benarยฒ berhati-hati dalam memasak. Segala bumbu ia rasakan agar tidak ada yang kurang sedikit pun dan rasanya pas dilidah istrinya.
Nisa yang melihat kelakuan suaminya dari tangga membuat dirinya seakan menjadi Ratu yang sangat dimanjakan. Ricko menyadari keberadaan Nisa kemudian ia memanggil istrinya untuk duduk di meja makan.
"Udah mandi yak? pantesan wanginya ampe dapur tau yank." Gombal Ricko.
__ADS_1
"Bisa aja kamu mas,," Ucap Nisa baper.
"Serius ih." Ucap Ricko terkekeh." Sarapan pagi hari ini menunya adalah,,," Imbuhnya.
"Apaan tuh, kok bentuknya mirip lontong?"
" Iyah lontongnya kayak hati aku ke kamu yang kalau di belah bentuknya lope-lope." Ucap Ricko Terkekeh.
Ricko segera menyajikan di atas meja makan, makanan yang ia sajikan sangat membuat Nisa tidak sabaran untuk mencicipinya.
Ia menyajikan sebuah sushi beserta hidangan penutup berupa kue buatan tangannya sendiri.
"SUSHIIIIII?!! mas Ricko tau banged deh makanan terfavorit aku." Ucap Nisa kegirangan bahagia. "Makasih mass mwahh." Imbuhnya kemudian mencium pipi kiri Ricko.
"Aduh,, liurmu lengket yank." Kesah Ricko menempelkan telapak tangannya dipipinya.
"Biar ajah, biar ngak ada yang ambil mas Ricko dari aku lagi."
"Ucukuluu,, manis banged deh kalau istri mas Ricko begini."
"Suapin dong suamiku tersayang."
"Manja banged deh, yaudah sini."
Akhirnya Ricko mendaratkan suapan pertama atas hasil kerja kerasnya mambuat makanan untuk sang istri tercinta.
__ADS_1