
Sehabis dari toilet, Gibran langsung mengajak Ricko menuju ruang keamanan di kantornya. Bukannya melalui Lift atau pun tangga, mereka berjalan menuju pintu rahasia yang menghubungkan menuju ruang keamanan. Tepat di belakang gedung lah ruang keamanan dibangun.
Ricko :"Buat apa lo bangun jauh-jauh coba."
Gibran :"Kalau di tau ruang keamanannya, ntar siapa ajah bisa macem² di kantor gue." Ucapnya sambil mengawasi disekitarnya siapa tau ada yang mengikuti mereka. "kalau dia hapus rekaman CCTV pelakunya ngak bakalan ketemu." Imbuhnya.
Sesampainya di sana, mereka langsung meminta penjaga mencari rekaman di luar gedung. Disana terdapat 9 layar berukuran besar yang menampilkan letak seluruh CCTV yang di pasang Gibran.
Ricko :"Ehh itu posisi mobil gue deket situ." Ucapnya sambil menunjuk layar ke 7.
Gibran :"Pak tolong putar rekaman malam hari jam 12 sampai 4 subuh hari kamis tanggal 3."
Xx :"Baik tuan."
Saat rekaman di putar mereka melihat ada 2 mobil di dekat danau yaitu mobilnya dan mobil Stella. Ricko langsung bersyukur sebab ia mendapatkan bukti besar di tambah pengakuan dari pemilik hotel yang akan mempermudah menangkap Stella.
Tetapi saat mereka memutar rekaman pada pukul 11 sejam sebelum Ricko melewati wilayah itu. Mereka di kejutkan dengan apa yang mereka lihat.
Dalam rekaman itu menunjukan seorang anak kecil sepertinya sedang pingsan, dia di posisikan di atas rumput-rumput hijau oleh 2 orang yaitu perempuan dan laki-laki. Mereka terlihat seperti sepasang suami istri.
__ADS_1
Saat rekaman di Zoom, Gibran dan Ricko merasa jantung mereka hampir copot, pasalnya bocah lelaki itu mirip dengan wajah Firman bocah yang pernah menghampiri mereka berdua saat di rumah Ricko.
Betapa sadisnya 2 orang disana saat mereka melihat Firman terbangun sempoyongan berjalan ke arah mereka berdiri, langsung memukul kepala bocah tak berdaya itu dengan pukulan bisbol berulang kali kemudian perempuan tadi menginjak-injak perut Firman hingga tak bernyawa.
Saat mereka selesai melakukan aksinya tersebut, makhluk Allah yang tidak bersalah dimana tubuhnya masih berlumuran darah mereka melemparkannya ke dalam danau angker disana. Seusai mereka membuang jasad korban mereka langsung membersihkan darah korban yang berceceran di lokasi hingga tak menyisahkan sedikit jejak.
Ricko, Gibran dan petugas disana yang menyaksikan kekerasan hingga menewaskan korban itu seperti tak bisa bergerak, mereka merasa seperti sedang melihat di depan mata mereka tanpa melalui jalur rekaman.
Ricko memutuskan untuk bergegas menemui polisi, sesampainya di kantor polisi ia segera memberikan bukti rekaman video yang berdurasi 25 menit tersebut. Kepolisian segera melacak keberadaan plat mobil tersebut.
💐💐💐
Xx :"Hp disini semua bagus-bagus mbak, kalau mau saya sarankan iPhone 12 baru keluar."
Nisa :"Yaudah bungkus ngak pakai lama yah."
Selagi menunggu handphone barunya dikemas, Nisa membayar uang secara cash untuk handphonenya terlebih dahulu.
Xx :"Ini mbak handphonenya." Ucap pelayan counter.
__ADS_1
Nisa :"Makasih yah,, " Ucapnya menerima sebungkus kotak kecil.
Dia segera membeli semua keperluan untuk hanphonenya terutama nomor hp dan memori card. Tanpak jelas raut wajah Nisa masih kurang semangat.
"Kapan aku semangaat." Batin Nisa sambil menyetir mobil dengan posisi kepala bersandar pada keca mobil.
Tanpa pikir panjang dia pergi diam-diam menuju cafe kecil dimana tempat menjual minuman terlarang seperti bir, soju dan lain-lainnya.
Xx :"Selamat datang di cafe rahasia." Ucap pelayan yang menjadi tukang sambut disana.
Nisa terpaksa senyum lalu masuk ke dalam sana, ia memesan 1 botol soju rasa apel dan semangkuk sop daging sapi.
Saat hidangan tersedia di depan matanya, ia hanya menatap saja tidak menyentuhnya sama sekali.
"Lah? ngapain gue kesini jadinya." Batin Nisa menatap heran dirinya sendiri. Dia segera membayar tagihan makanan yang dirinya pesan lalu meninggalkan cafe tersebut.
"Ini orang niat kesini apa ngak sih? makanan sudah dipesan tapi ngak disentuh juga." Gumam pelayan yang membersihkan meja makan.
Maaf yaah hari ini author up sedikit, mohon maaaf bangett. 👉👈
__ADS_1