Tentaraku Bodyguardku

Tentaraku Bodyguardku
Episode 46 (Pencarian bukti)


__ADS_3

Sore hari tiba, Ricko dan Gibran bersiap-siap mencari bukti hingga larut malam mereka kembali, namun hasilnya zonk. Secepatnya mereka berdua kembali pulang ke rumah Ricko.


Gibran :" Sudah sabar,, mending besok kita pergi cari cara buat buktikan kamu ngak salah yahh. " Ucapnya berusaha menenangkan Ricko agar tidak terus terusan bersedih.


Ricko mulai meneteskan air matanya saat di dalam benaknya terlintas kata β€œ lebih baik putuskan hubungan ini segera. ” Tak habis pikir ia langsung memeluk erat tubuh Gibran disampingnya, sontak reaksi Gibran terlihat sangat canggung bagaimana tidak pasalnya mereka sama-sama seorang lelaki.


Gibran :" Gue tau loe lagi sedih, tapi jangan meluk gini juga bambang,,, tar dikira orang kita gay. " Ucapnya berusaha melepaskan pelukan Ricko.


Perkataan Gibran membut Ricko tersadar dan melepaskan pelukannya dari tubuh Gibran. Saat mereka berjalan menuju ke dalam rumah, mereka melihat seorang anak kecil di depan gerbang rumah Ricko yang sedang menyandarkan tubuhnya menatap mereka di depan teras.


Gibran :" Eits,, loe mau kemana lagi. " Ucapnya menahan langkah Ricko.


Ricko :" Itu anak kecil kasian,, gue mau ngasi duit buat dia makan. "


Gibran :" Udahlah jangan terlalu baik,, liat gara-gara loe baik sampai kejebak gini. Kalau dia suruhannya Stella kayak apa! "


Ricko Terdiam sesaat dan tiba-tiba ia mengeluarkan kata-kata legendnya.


" Barang siapa yang pelit atau serakah pada seorang anak kecil, Neraka lah jaminannya."


Ucapnya kemudian pergi menuju pintu gerbang dengan di ikuti Gibran dibelakang.


Ricko :" Kenapa kamu disini sendirian? " Ucapnya sambil menunduk mengusap kepala bocah lelaki itu.


Xx :" Aku lapar om. "


Ricko segera mengeluarkan uang sebesar 20 ribu dan dia langsung memberikan uangnya.


Ricko :" Ini uang buat beli makanan yah,, "


Firman :" Makasih banyak om,, semoga om selalu dilindungi oleh Allah dari fitnah model wanita semalam. "


Ricko dan Gibran langsung melotot terkejut, mereka tidak nyangka kabarnya sampai beredar ke seorang anak kecil.


Ricko :" Tau dari mana kalau om di fitnah? "

__ADS_1


Xx :" Aku lihat om pingsan di dalam mobil, pas di tengah-tengah hutan. "


Gibran mulai merasa merinding pasalnya ekspresi bocah lelaki itu seperti serius sekali ditambah wajahnya yang pucat.


Gibran :" Rick, mending kita masuk ajah deh,, gue merinding nih. " Bisiknya pada Ricko.


Ricko :" Lemah loe gib. " Ucapnya menatap Gibran yang sedang menggosok-gosok kedua bahunya. " Nama kamu siapa dek? "


Firman :" Nama saya Firman. "


Ricko :" Ohh gitu yah. "


Karena Ricko di desak terus dengan Gibran, akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke dalam rumahnya. Saat mereka berada di ambang pintu, Gibran menoleh ke arah gerbang dan dia mendapati bocah itu menghilang. Dia langsung memeluk lengan Ricko dengan sangat erat.


Ricko :" Ehh loe homo yah? lepasin tangan loe ini." Ucapnya mendorong lengan Gibran.


Gibran :" Itu lohhh, bocahnya menghilang. "


Ricko :" Yah pasti dia lari lah buat beli makanan. "


πŸ’πŸ’πŸ’


Bu Hana :" Nak, kamu serius kasi waktu 1 minggu buat Ricko? seminggu itu sedikit waktunya."


Nisa :" Kalau dia belum bisa dapatkan bukti dalam waktu seminggu berarti dia benarΒ² melakukannya mah, lagi pula seminggu ini kan hari liburan jadi dia ngak bertugas. "


Bu Hana menghela nafasnya secara pelan, antara percaya dan tidak percaya dia masih bingung memutuskannya.


Saat tiba waktunya untuk sarapan Nisa hanya memakan sayuran itu pun hanya 3 sendok makan. Dia sama sekali tidak ada nafsu makan sebab dalam pikirannya selalu membayangkan desahan Stella.


πŸ“žπŸ“žπŸ“ž( Mas Ricko ganteng ) terlihat di layar handphone Ricko mencoba menelpon Nisa, namun Dia hanya melihatnya saja tidak ada niatan sama sekali untuk mengangkat.


Bu Hana :" Di angkat telponnya tuh, kasian Ricko nelpon terus. "


Nisa :" Tau dari mana mas Ricko nelpon? "

__ADS_1


Bu Hana :" Siapa lagi sih emangnya yang nelpon kamu sampai mendesak gitu. "


Kehabisan kesabaran, Nisa yang diganggu dengan nada dering handphone nya mulai mengambil dan membuang handphonenya ke dalam kolam renang.


Bu Hana :" Loh ngapain di buang hpnyaa? "


Nisa :" Jelek mah,, sudah mulai lemot." Ucapnya beranjak naik tangga.


Nisa memasuki kamarnya dan duduk di atas sofa, saat dia hendak menenangkan diri matanya melirik ke arah snow globe yang dia pajang dekat jendela. Dia mulai mendekati kenangan berharganya itu.


Dikala ia menyentuh benda mungil tersebut, dia merasakan kenangan 5 tahun sebelum dan sesudahnya. Dia hendak membuang benda mungil itu tapi hatinya menghentikannya.


πŸ’πŸ’πŸ’


Ricko membuka matanya, saat ia berbalik ke samping, dia melihat kembarannya yaitu Riki sedang menatap wajahnya.


Riki :" Kamu kuat kok, kamu pasti bisa dapatin bukti kalau kamu ngak bersalah. "


Riki adalah kembarannya Ricko, mereka berbeda 16 menit waktu kelahiran. Namun sayang nya Riki meninggal sebab kesalahan teknis seorang dokter saat melakukan operasi.


Ricko :" Riki,, kenapa kamu bisa disini? " Ucapnya terkejut.


Riki :" Aku kangen sama kamu. "


Saat Ricko bangkit dan hendak memeluk saudaranya, tiba-tiba saja Riki menghilang bertepatan saat itu Gibran masuk ke dalam kamarnya.


Gibran :" Ricko? loe sudah bangun? "


Ricko :" Gib, tadi gue lihat Riki disini. "


Gibran :" Riki sudah meninggal, kamu halusinasi palingan. "


Ricko beranjak menuju kamar mandi, dan ia bersiap-siap untuk mencari bukti lagi. Mereka menuju tempat dimana Ricko pingsan lalu dibawa ke hotel.


Hai semuanyaa,,πŸ˜‰ pasti pada penasaran kan siapa itu Firman? nah author akan up dimana terkuak siapa sebenarnya Firman. Jangan bosan-bosan yah like dan komennya πŸ’•

__ADS_1


__ADS_2